Di kelas-kelas komunikasi yang biasa gue fasilitasi, akhirnya kita semua sadar kalau nilai âMendengarkanâ kita itu rendah sekali. Sebenarnya ini ironis, karena:
sebagai manusia, kita itu ingin sekali didengarkan, tetapi kita ternyata belum terlalu pandai mendengarkan
kita pikir kita sudah jago mendengarkan, tetapi sebenarnya gak juga
Coba deh, lihat teman, saudara atau sahabat. Kalau kamu beneran menghitung manusia yang benar-benar membuat kamu merasa didengarkan kalau lagi ngobrol dengan mereka, ada berapa sih? Di dunia gue saja hanya ada 4. Dari beberapa sahabat yang gue miliki saja, cuma ada 1 yang menurut gue mendengarkannya itu jago banget. Dan itu bikin gue mikir, jangan-jangan gue kurang mendengarkan juga.
Lalu, coba tanya ke diri sendiri. Setiap kali gue ngobrol sama temen/saudara/sahabat, gue beneran âsadarâ untuk mendengarkan dan membuat dia merasa didengarkan gak ya? Itu yang gue tanyakan ke diri gue sendiri sih. Karena gue sangat menghargai mereka yang mendengarkan gue, membuat gue merasa terdukung, gue ingin bisa jago juga.
Mengapa listening ini penting?
Well, kalau kamu memang serius untuk memiliki relationship yang kuat dan membantuk rasa percaya, kuncinya memang di listening. Kita naturally akan lebih percaya sama orang-orang yang mendengarkan kita. Karena dari mendengarkan itu terlihat bahwa mereka tidak hanya peduli tetapi juga tidak ada agenda dibelakangnya.
Karena gue pun merasakan, gue jadi semakin males cerita ataupun bergaul dengan orang-orang yang kurang bisa mendengarkan. Terasa sangat âme-focusedâ. Even though, jadi bikin ngaca juga. Apakah gue seperti itu ya?
Seperti kata Marge Pierce,
âIf you want to be listened to, you should put in time listening.â
Quote:Ini beberapa contoh tipe-tipe yang bilangnya mendengark