Home » » Mengenal Sejarah dan Keindahan Kota Jepara

Mengenal Sejarah dan Keindahan Kota Jepara

ane mau share dan cerita dikit ne gan,, mengenai kota asal ane,, yaitu kota jepara gan atau sering di sebut JEPARA BUMI KARTINI

namun sebelum nya gan mohon simak hal berikut terlebih dahulu
Spoilerfor 1: TS tidak mengharap apapun dari agan2 sekalian, kecuali sedekah atau , dan bila mungkin mohon tinggalkan jejak agan sekalian disini dengan memberi komeng yg bersahabat
Spoilerfor 2: Bila mungkin hal yg tadi belum berkenan pula, mohon agan2 tdk melempar kepada saya, karena rumah ane masih belum ada perbaikan, jadi masih belum butuh bata gan
Spoilerfor logo Jepara:
Spoilerfor Visit Jepara:
Spoilerfor TUGU KARTINI dan TUGU MACAN KURUNG #merupakan tugu batas kab Jepara dan Kab Kudus:
Spoilerfor R.A. KARTINI:
Spoilerfor sejarah singkat: Jauh sebelum adanya kerajaan-kerajaan ditanah jawa. Diujung sebelah utara pulau Jawa sudah ada sekelompok penduduk yang diyakini orang-orang itu berasal dari daerah Yunnan Selatan yang kala itu melakukan migrasi ke arah selatan. Jepara saat itu masih terpisah oleh selat Juwana.
Asal nama Jepara berasal dari perkataan Ujung Para, Ujung Mara dan Jumpara yang kemudian menjadi Jepara, yang berarti sebuah tempat pemukiman para pedagang yang berniaga ke berbagai daerah. Menurut buku “Sejarah Baru Dinasti Tang (618-906 M)” mencatat bahwa pada tahun 674 M seorang musafir Tionghoa bernama I-Tsing pernah mengunjungi negeri Holing atau Kaling atau Kalingga yang juga disebut Jawa atau Japa dan diyakini berlokasi di Keling, kawasan timur Jepara sekarang ini, serta dipimpin oleh seorang raja wanita bernama Ratu Shima yang dikenal sangat tegas.
Menurut seorang penulis Portugis bernama Tome Pires dalam bukunya “Suma Oriental”, Jepara baru dikenal pada abad ke-XV (1470 M) sebagai bandar perdagangan yang kecil yang baru dihuni oleh 90-100 orang dan dipimpin oleh Aryo Timur dan berada dibawah pemerintahan Demak. Kemudian Aryo Timur digantikan oleh putranya yang bernama Pati Unus (1507-1521). Pati Unus mencoba untuk membangun Jepara menjadi kota niaga.
Pati Unus dikenal sangat gigih melawan penjajahan Portugis di Malaka yang menjadi mata rantai perdagangan nusantara. Setelah Pati Unus wafat digantikan oleh ipar Faletehan /Fatahillah yang berkuasa (1521-1536). Kemudian pada tahun 1536 oleh penguasa Demak yaitu Sultan Trenggono, Jepara diserahkan kepada anak dan menantunya yaitu Ratu Retno Kencono dan Pangeran Hadirin, suaminya. Namun setelah tewasnya Sultan Trenggono dalam Ekspedisi Militer di Panarukan Jawa Timur pada tahun 1546, timbulnya geger perebutan tahta kerajaan Demak yang berakhir dengan tewasnya Pangeran Hadiri oleh Aryo Penangsang pada tahun 1549.
Kematian orang-orang yang dikasihi membuat Ratu Retno Kencono sangat berduka dan meninggalkan kehidupan istana untuk bertapa di bukit Danaraja. Setelah terbunuhnya Aryo Penangsang oleh Sutowijoyo, Ratu Retno Kencono bersedia turun dari pertapaan dan dilantik menjadi penguasa Jepara dengan gelar NIMAS RATU KALINYAMAT.

Pada masa pemerintahan Ratu Kalinyamat (1549-1579), Jepara berkembang pesat menjadi Bandar Niaga utama di Pulau Jawa, yang melayani eksport import. Disamping itu juga menjadi Pangkalan Angkatan Laut yang telah dirintis sejak masa Kerajaan Demak.

Sebagai seorang penguasa Jepara, yang gemah ripah loh jinawi karena keberadaan Jepara kala itu sebagai Bandar Niaga yang ramai, Ratu Kalinyamat dikenal mempunyai jiwa patriotisme anti penjajahan. Hal ini dibuktikan dengan pengiriman armada perangnya ke Malaka guna menggempur Portugis pada tahun 1551 dan tahun 1574. Adalah tidak berlebihan jika orang Portugis saat itu menyebut sang Ratu sebagai RAINHA DE JEPARA SENORA DE RICA, yang artinya Raja Jepara seorang wanita yang sangat berkuasa dan kaya raya.

Serangan sang Ratu yang gagah berani ini melibatkan hamper 40 buah kapal yang berisikan lebih kurang 5.000 orang prajurit. Namun serangan ini gagal, ketika prajurit Kalinyamat ini melakukan serangan darat dalam upaya mengepung benteng pertahanan Portugis di Malaka, tentara Portugis dengan persenjataan lengkap berhasil mematahkan kepungan tentara Kalinyamat.

Namun semangat Patriotisme sang Ratu tidak pernah luntur dan gentar menghadapi penjajah bangsa Portugis, yang di abad 16 itu sedang dalam puncak kejayaan dan diakui sebagai bangsa pemberani di Dunia.

Dua puluh empat tahun kemudian atau tepatnya Oktober 1574, sang Ratu Kalinyamat mengirimkan armada militernya yang lebih besar di Malaka. Ekspedisi militer kedua ini melibatkan 300 buah kapal diantaranya 80 buah kapal jung besar berawak 15.000 orang prajurit pilihan. Pengiriman armada militer kedua ini di pimpin oleh panglima terpenting dalam kerajaan yang disebut orang Portugis sebagai “QUILIMO”.

Walaupun akhirnya perang kedua ini yang berlangsung berbulan-bulan tentara Kalinyamat juga tidak berhasil mengusir Portugis dari Malaka, namun telah membuat Portugis takut dan jera berhadapan dengan Raja Jepara ini, terbukti dengan bebasnya Pulau Jawa dari Penjajahan Portugis di abad 16 itu.

Sebagai peninggalan sejarah dari perang besar antara Jepara dan Portugis, sampai sekarang masih terdapat di Malaka komplek kuburan yang di sebut sebagai Makam Tentara Jawa. Selain itu tokoh Ratu Kalinyamat ini juga sangat berjasa dalam membudayakan SENI UKIR yang sekarang ini jadi andalan utama ekonomi Jepara yaitu perpaduan seni ukir Majapahit dengan seni ukir Patih Badarduwung yang berasal dari Negeri Cina.

Menurut catatan sejarah Ratu Kalinyamat wafat pada tahun 1579 dan dimakamkan di desa Mantingan Jepara, di sebelah makam suaminya Pangeran Hadiri. Mengacu pada semua aspek positif yang telah dibuktikan oleh Ratu Kalinyamat sehingga Jepara menjadi negeri yang makmur, kuat dan mashur maka penetapan Hari Jadi Jepara yang mengambil waktu beliau dinobatkan sebagai penguasa Jepara atau yang bertepatan dengan tanggal 10 April 1549 ini telah ditandai dengan Candra Sengkala TRUS KARYA TATANING BUMI atau terus bekerja keras membangun daerah.
Spoilerfor Makam SULTAN HADIRIN suami Ratu Kalinyamat dan masjid Mantingan Ngabul:

Spoilerfor ratu kalinyamat:
Spoilerfor ilustrasi ratu kalinyamat 1:
Spoilerfor ilustrasi ratu kalinyamat 2:

Spoilerfor Letak Geografis: Kabupaten Jepara terletak di pantura timur Jawa Tengah, dimana bagian barat dan utara dibatasi oleh laut. Bagian timur wilayah kabupaten ini merupakan daerah pegunungan.

Wilayah Kabupaten Jepara juga meliputi Kepulauan Karimunjawa, yakni gugusan pulau-pulau di Laut Jawa. Dua pulau terbesarnya adalah Pulau Karimunjawa dan Pulau Kemujan. Sebagian besar wilayah Karimunjawa dilindungi dalam Cagar Alam Laut Karimunjawa. Penyeberangan ke kepulauan ini dilayani oleh kapal ferry yang bertolak dari Pelabuhan Jepara. Karimunjawa juga terdapat lapangan terbang perintis yang didarati pesawat berjenis kecil dari Semarang.

Jarak ke Ibukota Provinsi (km) :70 km (Dasar hukum : UU No. 13/1950)

LETAK WILAYAH
Jepara sebagai salah satu kabupaten di Jawa Tengah terletak pada:

110°9`48, 02" sampai 110°58`37,40" Bujur Timur
5°43`20,67" sampai 6°47`25, 83" Lintang Selatan

Dengan batas-batas :
* Sebelah Barat: Laut Jawa
* Sebelah Utara: Laut Jawa
* Sebelah Timur: Kabupaten Kudus & Pati
* Sebelah Selatan: Kabupaten Demak

Jarak terdekat dari ibukota kabupaten adalah Kecamatan Tahunan yaitu 7 km dan jarak terjauh adalah Kecamatan Karimunjawa yaitu 90 km

KETINGGIAN WILAYAH
Dipandang dari ketinggian permukaan tanah dari permukaan air laut, wilayah Kabupaten Jepara terletak mulai dari 0 m sampai dengan 1.301 m.

Tabel Ketinggian dari permukaan laut:
1. Kedung : 0 - 2 m
2. Pecangan : 2 - 17 m
3. Kalinyamatan : 2 - 29 m
4. Welahan : 2 -7 m
5. Mayong : 13 - 438 m
6. Nalumsari : 13 - 736 m
7. Batealit : 68 - 378 m
8. Jepara : 0 - 46 m
9. Tahunan : 0 - 50 m
10. Mlonggo : 0 - 300 m
11. Bangsri : 0 - 594 m
12. Kembang : 0 - 1.000 m
13. Keling : 0 - 1.301 m
14. Karimunjawa
: 0 - 100 m


Spoilerfor Alun - alun dan Pendopo Jepara:
nah selanjutnya ane akan bercerita bagaimana akses menuju kota jepara gan.. kalau agan dari arah selatan agan akan melewati kabupaten demak terlebih dahulu sebelum sampai ke kota jepara gan.. dan begitu masuk kota jepara agan - agan sekalian akan menemui gerbang perbatasan kabupaten jepara dan kabupaten demak, dan kecamatan yg agan masuki pertama kali di kab. jepara kalau dari selatan adalah kecamatan welahan, selanjutnya setelah agan melewati kecamatan welahan agan akan menemui kecematan berikutnya yaitu kecamatan kalinyamatan, nah desa yg pertama kali agan masuki di kecamatan kalinyamatan adalah desa Robayan gan, yaitu tempat ane tinggal , tanda agan sudah masuk desa Robayan adalah agan akan melihat salah satu masjid megah di kota jepara gan... ane kasih lihat gambarnya gan..
Spoilerfor masjid jami' Baiturrohman Robayan:
selanjutnya setelah agan melewati desa robayan agan akan melewati desa selanjutnya yaitu desa Kriyan, dimana desa tersebut merupakan industri kerajinan perhiasan dan aksesoris dari monel gan... ini penampakannya gan
Spoilerfor sentral kerajinan monel:
Spoilerfor hasil kerajinan monel:
nah setelah melewati desa kriyan agan - agan akan kami ajak menuju ke kota jepara dan yg pertama kita lewati adalah desa Purwogondo, dan ini ditandai dengan melewati sebuah masjid yg megah di pinggir jalan ketika agan melewati tikungan purwogondo, setelahnya agan juga akan melewati kantor kecamatan kalinyamatan.
Spoilerfor Masjid Purwogondo:
setelah melewati kecamatan kalinyamatan, kita lanjutkan perjalan dan kita akan melewati kecamatan Pecangaan, nah di kecamatan Pecangaan ini agan akan melewati sentral industri kain batik tenun atau yang lebih dikenal dengan batik tenun troso, berikut penampakannya gan
Spoilerfor industri tenun troso:
Spoilerfor SBY juga pake batik TROSO gan:
setelahnya kita lanjutkan perjalanan gan... kita menuju kembali ke kota jepara dan kecamatan selanjutnya yang kita lewati adalah kecamatan Ngabul, nah di kecamatan ngabul inilah gan banyak orang berjualan buah Durian, dan itu ditandai dengan adanya tugu durian di pasar kecamatan Ngabul, adapun durian yg terkenal di kota jepara adalah durian petruk gan, yg memiliki rasa manis dan sedikit kombinasi rasa pahit gan, namun sensasi rasanya sungguh luar biasa gan.. berikut penampakannya gan.
Spoilerfor Tugu durian dan buah Durian Petruk:
nah setelah puas menikmati durian di kecamatan Ngabul mari kita lanjutkan perjalanan gan.. selanjutnya kecamatan yg akan kita lewati adalah kecamatan Tahunan gan, dimana disini banyak sekali pengerajin ukir kayu gan, dan di pinggir jalan banyak yg menjual furniture meubel ukir dan aksesoris ruangan yg di ukir juga gan,berikut penampakannya gan.
Spoilerfor Meubel Ukir Jepara:
kita lanjut lagi perjalan kita gan,setelah melewati kec. Tahunan, akhirnya kita tiba di pusat kota Jepara gan, nah disini ada banyak tempat yg ane referensiin untuk dikunjungi gan, dari mulai musium Kartini, Pantai Kartini, Pantai Bandengan, atau bahkan Alun - alun kota Jepara dan Pendopo Kab. Jepara, berikut penampakannya gan.
Spoilerfor Musium RA. Kartini:
selanjutnya ada stadion kebanggaan warga Jepara gan dan tim IPL Persijap Jepara, berikut penampakannya gan
Spoilerfor Stadion Gelora Bumi Kartini dan tim Persijap :
di Tim Persijap juga ada punggawa timnas U23 di seagames kemaren gan, Namanya Gunawan Dwi Cahyo,asli putra Jepara gan, dia suaminya Okkie Agustina (mantan istri Pasha Ungu gan) dia alamatnya di desa Kriyan Kalinyamatan gan, tetangga desa ane, kebetulan juga dulu waktu SMA adek kelas ane gan berikut penampakan orangnya gan
Spoilerfor Gunawan Dwi Cahyo:
sekarang kita menuju ke sebuah pantai gan... yaitu namanya pantai Bandengan gan, dimana disana agan bisa menikmati hamparan laut yg luas dan pasir putih gan, agan juga bisa mandi dilaut, disitu banyak yang nyewain pelampung,dan juga ada banana boat gan, selain itu disana ada juga penginapan yg keren gan, jadi misal agan2 pengen bulan madu murah bisa di pantai bandengan ini gan, berikut penampakannya gan
Spoilerfor Pantai Bandengan dan Penginapan Palm Beach:
ane lanjut lagi gan, selain pantai bandengan diatas masih ada lagi pantai icon kota Jepara, yaitu pantai Kartini gan, disini juga ada sebuah kura - kura raksasa gan, dan pemandangan yang ga kalah menarik juga, perlu diketahui juga kalau pantai Kartini ini juga bersebelahan dengan Pelabuhan/Dermaga Jepara gan, kalo agan mau ke Karimun Jawa lewatnya pelabuhan sebelah Pantai Kartini ini gan, berikut penampakannya gan :
Spoilerfor PANTAI KARTINI:
selepas dari pantai kartini dan pantai Bandengan agan -agan akan kami ajak mengunjungi Taman Nasional Karimun Jawa, dimana perjalan dapat ditempuh menggunakan Kapal fery MURIA atau Kapal Cepat Kartini 1, disana agan2 akan disuguhi pemandangan pulau dan laut yg eksotis, serta agan2 bisa menikmati sensasi Diving disana, berikut penampakannya gan :
Spoilerfor KARIMUN JAWA dan KAPAL:
LANJUT DI BAWAH GAN
lanjutan

Sumber :http://www.kaskus.co.id/thread/51efb2736112436914000013

Hosting

Hosting
Hosting

TryOut AAMAI

Hosting Idwebhost

Hosting Idwebhost
Hosting Handal Indonesia

Belajar Matematika SD

Popular Posts

Arsip Kaskus HT

 
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger