Home » » 10 Alasan Kenapa Sampai Sekarang Orang Tetap Miskin

10 Alasan Kenapa Sampai Sekarang Orang Tetap Miskin

ini thread pertama saya, dan sebenarnya hanya copas dari sini http://www.kaskus.co.id/post/51b73cd...f87b024c00000d (bingung thread bagus di lounge kok tidak ada yang reply )

jadi saya mau angkat thread ini di sini



10. Anda Terlalu Memperdulikan Apa Kata Tetangga Atau Orang Lain


Jika Anda bersaing dengan tetangga dalam urusan harta benda, Anda akan membuang-buang uang Anda yang dengan susah payah Anda dapatkan untuk membeli barang-barang dengan tujuan mengesankan mereka daripada menggunakannya untuk membangun kekayaan Anda.

Quote:komentar saya :

saya sudah sering lihat kejadian nyata ini, mayoritas memang lebih banyak di lakukan wanita/ibu2 kalau saya lihat, tapi pria juga banyak melakukannya, lihat tetangga punya mobil juga ikutan mau, lihat saudara pakai ini juga ikutan beli

pria2 muda juga banyak melakukannya, terutama untuk membuat wanita terkesan



9. Anda Tidak Sabar

Sebelum muncul era kartu kredit, sulit rasanya untuk menghabiskan lebih dari apa yang kita miliki. Tapi itu adalah masa lalu, sekarang adalah jamannya kartu kredit.

Jika Anda memiliki utang kartu kredit karena Anda tidak sabar menunggu sampai Anda memiliki cukup uang untuk membeli sesuatu secara tunai, Anda sudah menjadikan orang lain kaya selama Anda terjerat dalam lilitan utang.


Quote:komentar saya :

pola pikir mayoritas orang sekarang ialah, yang penting bisa cicil dan cicilan ringan......kalau cicil barang2 produktif masih oke, kalau cicil yang konsumtif lama2 jadi bencana

orang yang bermental kaya tau cara menunda kesenangan sesaat untuk sesuatu yang lebih besar, akan tetapi orang yang bermental miskin akan menunda / menahan kesenangan / keinginan (untuk selamanya)


8. Anda Memiliki Kebiasaan Buruk

Entah itu merokok, minum, judi atau kebiasaan buruk lainnya, kebiasaan tersebut bisa menghamburkan banyak uang yang sebenarnya bisa Anda gunakan untuk membangun kekayaan. Kebanyakan orang tidak menyadari bahwa biaya kebiasaan buruk mereka bisa meluas jauh diluar biaya langsungnya. Merokok, misalnya: biayanya yang dikeluarkan bisa lebih besar dari harga sebungkus rokok yang Anda beli ketika Anda jatuh sakit atau mempengaruhi secara negatif terhadap kekayaan Anda dalam bentuk tarif asuransi yang lebih tinggi dan penurunan nilai asuransi rumah Anda.


Quote:komentar saya :

ada kebiasaan orang lagi yang unik terhadap uang, misalnya:
- begitu terima uang merasa harus di nikmati / di rayakan
- memiliki cara pikir uang harus (segera) di nikmati, sehingga tidak pernah bisa menyimpan uang


7. Anda Tidak Punya Tujuan

Adalah sulit untuk menjadi kaya dan membangun kekayaan jika Anda tidak menyediakan waktu untuk mencari tahu apa yang Anda inginkan. Jika Anda belum menetapkan tujuan untuk menjadi kaya, Anda tidak akan mungkin untuk mencapai keadaan yang Anda inginkan.

Anda perlu melakukan sesuatu yang lebih dari sekedar pernyataan, “Aku ingin menjadi orang kaya.” Anda perlu menyediakan waktu untuk menentukan tujuan rencana tabungan dan investasi secara tahunan dan memikirkan action plan untuk mencapai tujuan tersebut.


Quote:komentar saya :

ini poin yang sangat penting, bila tanpa tujuan dan rencana, bisa di bilang orang tidak mungkin kaya....orang hanya akan berputar2 di tempat


6. Anda Belum Siap Menghadapi Musibah

Hal-hal buruk bisa menimpa orang-orang baik kapan saja, dan jika Anda belum siap untuk menghadapi musibah tersebut melalui perlindungan asuransi, setiap kekayaan yang Anda mungkin telah bangun dapat hilang dalam sekejap.

Quote:komentar saya :

tidak mesti lewat asuransi.....point yang penting di sini ialah kesiapan dalam menghadapi resiko2 yang mungkin terjadi



5. Anda Selalu Mencari Cara Cepat Kaya

Sudah menjadi fakta untuk sebagian besar umat manusia bahwa kekayaan tidak akan datang seketika jatuh dari langit. Anda mungkin
percaya bahwa orang bisa menjadi kaya dengan mengikuti lotre atau memasang judi togel, tetapi kenyataannya adalah Anda jauh lebih mungkin untuk disambar petir daripada menang lotre. Keinginan untuk cepat kaya bahkan cenderung meluas ke dalam cara Anda berinvestasi.


Quote:komentar saya :

yang mendadak kaya biasa juga cepat miskin lagi, karena tidak punya fondasi keuangan yang kuat


4. Anda Mengandalkan Orang Lain Merawat Uang Anda

Anda percaya bahwa orang lain memiliki lebih banyak pengetahuan tentang masalah uang, dan Anda mengandalkan sepenuhnya pada penilaian mereka ketika harus memutuskan di mana Anda harus menginvestasikan uang Anda.

Sayangnya, kebanyakan orang hanya ingin menghasilkan uang untuk dirinya sendiri, dan ini adalah tujuan utama mereka ketika mereka memberitahu Anda tentang bagaimana sebaiknya menginvestasikan uang Anda.

Dengarkan nasihat orang lain untuk mendapatkan ide-ide baru, tapi pada akhirnya Anda harus mempunyai cukup pengetahuan untuk membuat keputusan investasi Anda sendiri.


Quote:komentar saya :

poin ini sangat mengena untuk "orang yang ga mau repot", "ga mau tau", "ga mau belajar"......mereka berpikir ada orang yang mau buat mereka jadi kaya, kenyataannya tidak ada, akan selalu ada kepentingan pribadi


3. Anda Berinvestasi Pada Hal Yang Anda Tidak Mengerti

Anda mendengar bahwa seseorang telah menghasilkan banyak uang dari suatu investasi, dan Anda ingin ikut ambil bagian dalam investasi tersebut. Jika orang itu benar-benar menghasilkan uang, hal itu dikarenakan dia mengerti bagaimana investasi tersebut bekerja.

Jika Anda ikut-ikutan menginvestasikan uang Anda karena orang lain telah menghasilkan banyak uang tanpa memahami sepenuhnya bagaimana investasi tersebut bekerja, hal ini akan menjauhkan Anda dari kekayaan.


Quote:komentar saya :

Belajar dan Belajar terus.....


2. Anda Seorang Penakut Secara Finansial

Anda begitu takut terhadap risiko finansial sehingga Anda menyimpan semua uang Anda dalam rekening tabungan. Padahal Anda tahu bahwa hal tersebut akan menyusutkan nilai uang Anda karena pengaruh inflasi, namun Anda tetap menolak untuk memindahkan uang Anda ke tempat di mana tingkat pengembaliannya lebih tinggi. Hal ini mungkin disebabkan karena Anda takut akan kehilangan uang.


Quote:komentar saya :

uang harus selalu berputar, bila diam maka uang akan kehilangan nilai


1. Anda Mengabaikan Keuangan Anda

Anda mempunyai sikap bahwa jika Anda menghasilkan cukup uang, maka keuangan akan mengurus diri mereka sendiri dan juga akan mengurus diri Anda. Jika saat ini Anda memiliki utang, entah bagaimana caranya hal tersebut akan terselesaikan sendiri di masa depan. Keajaiban itu tidak akan pernah terjadi. Dibutuhkan perencanaan untuk menjadi kaya.


Quote:komentar saya :

poin ini juga sangat penting buat "orang yang tidak mau tahu" dan "orang yang tidak mikir panjang"

sering saya perhatikan orang yang berpikir "setelah menikah, rejeki akan terbuka", saya penasaran dengan mereka, bagaimana masalah uang bisa terselesaikan dengan sendirinya?

sering juga saya lihat pria yang seperti gini, kerja capek2, uang di serahin semua ke istri yang urus. syukur2 kalau bininya jago, kalau tidak? ......... hasilkan uang mau, kok ngatur uang tidak mau?



=======================================================
tambahin 1 poin lagi

Income yang besar itu penting

begitu seringnya saya membaca artikel atau nasehat2 untuk "sekedar" menyenangkan hati orang misalnya "tidak masalah gaji kecil, asal konsisten bisa kaya"

sebenarnya memang bukan di incomenya yang penting, tapi Laba bersih / Surplus / Penghasilan bersihnya yang penting (setelah di kurang semua biaya)

income yang besar berpotensi menghasilkan surplus yang besar

banyak orang yang tetap miskin, karena tidak pernah surplus, gajinya pas2an

surplus yang besar akan mempercepat dan mempermudah orang menjadi kaya

tidak ada orang kaya dengan penghasilan kecil (kecuali orang kaya yang sudah pensiun yang sudah menjual misalnya bisnisnya, sehingga sekarang dia sudah tidak ada penghasilan)

sumber

Sumber :http://www.kaskus.co.id/thread/51bf821b1f0bc3a852000004

TryOut AAMAI

Popular Posts

Solusi WC Mampet Degra Simba

Arsip Kaskus HT

 
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger
close(x)