Home » » Lagi, Curhatan Kaskuser Seputar Ujian Nasional

Lagi, Curhatan Kaskuser Seputar Ujian Nasional

Spoiler for Sebelum Memulai

Spoiler for No repost

Spoiler for Tidak Apa

Hal hal yang Dipo katakan, kadang membuat saya kaget dan trenyuh pada saat yang bersamaan.

Pernah suatu kali saya bilang “Dipo, Ayah doain kamu jadi anak yang pinter, nurut sama orang tua..”

Trus Dipo motong dan nanya “Jadi pinter aja ya?”

“Nurut orang tua juga dong, Po”

“I’ll try my best” jawabnya.

“Kenapa ‘try your best’?” Tanya saya penuh penasaran.

“Ya karena semakin aku pintar, aku semakin susah nurut. Semakin aku pinter, otak aku semakin happy, semakin ingin main, otak aku ga mau nurut kata hati aku”

Saya kaget.
Dipo dengan sempurna (dan jujur) menjelaskan kenapa anak anak pintar susah untuk nurut perintah atau aturan. Kecerdasannya membuat otaknya bergejolak. Sebagai hasil, dia susah untuk menuruti kata hatinya. Dipo berusaha untuk bilang, dalam hatinya dia tau apa yang benar untuk dilakukan. Hanya saja otaknya menggelitik, memancing untuk bermain, untuk memuaskan rasa penasarannya. Walhasil, hal hal yang dia lakukan berseberang dengan yang diperintahkan. Orang dewasa melabeli tindakan itu sebagai “Nakal”.

Kemarin waktu ambil raport untuk kenaikan kelas dari kelas 1 SD ke kelas 2, gurunya berkata kepada saya
“Pak, saya minta ijin, kemarin saya ngerekam Dipo di HP saya. Dipo menjelaskan dengan detail bagaimana cara pencernaan bekerja. Lengkap dengan nama nama organ & dalam bahasa Inggris. Ketika saya tanya Dipo tahu dari mana, katanya dari ipad. Saya ijin untuk menunjukkan video ini ke guru guru yang lain ya Pak. Mau kasi bukti anak anak jaman sekarang senang belajar dari medium yang lebih seru & interaktif”

Saya tanya, “Pas pelajaran apa Bu?”

Gurunya menjawab “Bukan pas pelajaran Pak, tiba tiba aja Dipo pagi pagi datengin saya trus ngomong ‘Miss, do you know how our Intestine works?’ Trus dia nyerocos. Saya sampe stop Dipo dan suruh dia ulang dari awal untuk saya rekam”

Sekilas anda akan merasa Dipo anak yang cerdas & tidak punya masalah di sekolah. Sebaliknya, Dipo sampai sekarang kesulitan baca, tulis & berhitung. Anak ini pernah tidak mau masuk TK karena malu teman temannya bisa baca-tulis-hitung dan dia tidak.

Di sekolah, Dipopun merasa bahwa dia bukanlah yang paling pintar di kelas. Bahkan barusan sebelum dia tidur, Dipo dengan mata berkaca kaca curhat kepada saya “Ayah bilang Allah bikin aku spesial, tapi kenapa aku selalu bikin masalah? Bikin Ayah & Mama marah? Kenapa aku susah nurut? Kenapa aku bodoh?”

Saya (lagi lagi) kaget dengar anak 7 tahun bisa bertanya hal seperti itu. Dia seakan melakukan kontemplasi & menyadari tindakan dia & bingung kenapa dia seperti itu. Otaknya seperti bertanya kepada dirinya sendiri “Kok gue susah amat sih nurut?”. Anak lain mah boro boro mempertanyakan itu kepada dirinya sendiri.

Spesial memang si Dipo. Sebagaimana setiap anak itu spesial.

Semua anak spesial.

Setiap anak unik.

Karenanya, setiap anak sebaiknya tidak diseragamkan.



Saya tahu banyak orang tua yang merasa tidak ada masalah dengan UN. Tapi itu rasanya karena 2 hal.
Pertama, mungkin belum pernah lihat gambar ini:
Kedua: Mungkin karena anaknya tidak seperti anak saya. Yang kecerdasannya bukanlah hal hal yang ada pelajarannya di sekolah. Yang kecerdasannya tidak terbaca & ternilai di sekolah.
Mungkin anaknya pintar matematika, pintar bahasa Indonesia. Pintar menghafal.
Mudah mengulangi apa yang diberi tahukan kepadanya.
Anak saya, malah ga pernah nurut sebelum dia tau apa manfaatnya untuk dia. Saya ingat, di pertemuan pertama orang tua dengan guru di kelas 1 SD, gurunya berkata “Kami terus terang agak kesulitan dengan Dipo. Dia gak mau ikut aturan seperti yang lain. Dia selalu tanya “Kenapa?” dan kami harus jelaskan dulu. Kami terus berusaha untuk akomodir dia tapi sayangnya kalau setiap aturan harus dijelaskan dulu, yang lain jadi ikut terhambat proses belajarnya.”
Dalam hati, saya berkata “Bagus”. Karena anak yang terlalu nurut juga bahaya. Di Amerika ada banyak kasus di mana anak anak usia 7-14 tahun meninggal kepanasan di dalam mobil. Anaknya tidak keluar dari mobil walau kepanasan karena diperintahkan orang tuanya “Jangan keluar mobil sampai Mama/ Papa datang”. Kasus semacam ini berkali kali terjadi di Amerika Serikat. Karena terlalu nurut dengan orang tuanya tanpa berpikir kritis. Ini Statistiknya.

Dipo memang beda. Hal hal dari dirinya yang saya anggap cerdas, bukanlah hal hal yang akan terbaca dalam pelajaran.
Seperti saya, saya pernah ditanya guru SMA saya tidak lama ini “Kok kamu waktu SMA ga keliatan bakal sukses kayak skarang ya Ndji?”
Saya jawab “Di sekolah ga ada pelajaran ngomong Pak, kalo ada pasti keliatan…”

Dia tertawa.
Padahal saya serius.

Saya hanya kuatir. Pertanyaan pertanyaan kritis Dipo tentang dirinya sendiri bisa jadi akan semakin membuat dirinya tidak percaya diri.

Setiap hari, saya dan Gamila yang menyuntikkan kepercayaan diri kepada dirinya.
Kami yang meyakinkan dirinya bahwa hal yang menjadikan dia berbeda dengan anak lain hari ini adalah hal unik yang akan membuat dia suatu hari “ditemukan” orang.

Dipo selalu bilang
“Aku mau bikin mobil balap sendiri”
“Aku berdoa supaya Ayah & Mama hidup cukup panjang untuk lihat aku bikin mall terbesar di dunia”
“Aku mau bikin alat untuk bikin makanan bisa hidup (yg ini gara gara nonton Cloudy With A Chance Of Meatballs 1 & 2)
Dia memang punya ketertarikan khusus kepada sains.

Dipo ketika ditanya mau hadiah apa ketika naik kelas, jawabannya “Science lab”.

Kebayang gak sih memicu kepercaya dirian Dipo bahwa dia bisa jadi scientist sementara dia sulit berhitung?

Tapi itulah tantangan saya & Gamila sebagai orang tua.
Anak kami spesial & dibutuhkan usaha yang spesial supaya dia terus tumbuh jadi orang yang spesial.

Ketika dia bertanya soal mengapa dia sering bikin masalah & sering gagal padahal saya pernah bilang bahwa Allah SWT menciptakan setiap anak spesial, saya hanya bisa menjawab:

“Nak, setiap orang yang hari ini dianggap spesial juga kesulitan untuk menjalani hari harinya ketika masih seumur kamu. Gagal itu bukan berarti kamu bodoh. Gagal itu biasa, bahkan dari kegagalan kamu belajar hal hal yang orang lain tidak tahu. Karena orang yang ga pernah gagal, pasti ga pernah mencoba hal baru”

Saya bahkan ingat persis pernah mengutip kalimat dari film Batman Begins ketika dia menanyakan hal serupa beberapa hari yang lalu:

“Dipo, do you know why we fall? So we can learn to pick ourselves up”

Dia nampaknya tidak sepenuhnya mengerti ucapan saya saat itu.
Tapi saya percaya dia pasti ingat, kelak dia akan pahami.

Dan saya hanya perlu untuk terus membuktikan kepada dia, bahwa Ayahnya benar benar sudah membuktikan apa yang dia katakan kepadanya. Bahwa ucapannya bukan bualan belaka.
Bahwa kegagalan akan selalu hadir dalam keseharian orang orang yang ingin menggapai mimpinya.



Quote:Sumur

Itu tadi isi dari blog mas Pandji Pragiwaksono,my inspiration

Kata siapa kalau ga ada UN,anak ga belajar/jadi malas belajar
Quote:

UN juga sebenarnya melanggar undang-undang tapi masih aja mentrinya ngotot + didukung pak JK
Quote:

Pak JK ngotot masih ingin untuk diadakan UN di indonesia,tetap konsisten.konsisten ngaconya
Quote:

Spoiler for Dari TSSaya membahas ini juga karena bahasan hasil debat dari tadi malam,dan berkenaan saya pelajar SMA kelas 12 tentu saja tidak setuju dengan pengadaan UN dan saya juga sebagai pendukung pak JKWJK yang ingin mengkritisi hal ini

disini saya hanya ingin berpikir objective karena hal yang saya dukung juga gak semuanya bener.JKWJK juga banyak ngaconya,PRAHARA juga ada benernya .gak ada yang sempurna di dunia ini

Saya sangat mengkritisi pak JK tadi malam yang masih saja setuju dengan diadakannya UN,malah dia bilang ingin mengevaluasi bukan menghapus.Jelas-jelas UN itu sudah melanggar Undang-undang seperti yang saya lampirkan diatas

Buat apa mengevaluasi yang dari awalnya memang salah dan melanggar dr ketentuan yang sudah ada.Yang sudah diatur oleh perundangan negara

Saya sebagai pelajar tentu sangat menolak ini karena tidak fair,dr mulai sistem yg hampir menyeratakan seluruh siswa di Indonesia,sampai pendistribusian soal yang masih telat untuk beberapa daerah terpencil sedangkan yang dikota besar selalu tepat waktu

Ditambah lagi UN ini memaksa pelajar untuk belajar,paksaan.. Paksaan hanya membuat jiwa pelajar semakin berontak,membangkang dan akhirnya timbul lah.menyepelekan hal tersebut sehingga pelajar jadi malas belajar

Pikirkan dengan hati dan akal logika jangan dibutakan karena kita mendukung orang tersebut,kalau ada yg salah dari seseorang yang kita dukung kenapa kita tidak kritik

Toh persoalan UN ini sudah banyak merugikan banyak pihak,terutama pelajar.tingkat bunuh diri,Gila karena tidak lulus di kalangan pelajar pasti selalu ada.karena apa? karena ada sistem UN yang awalnya sudah menyalahi UU

Kita lihat negara FINLANDIA,setahu saya tidak ada Ujian Nasional yang ada ujian akhir dan itu ujian kompetensi untuk menentukan minat serta bakat pelajar tersebut agar guru & pihak sekolah tahu bakat serta kapasitas murid-muridnya untuk diarahkan kemana nantinya ketika lulus dari SMA

Sistem pengajaran di sekolah Indonesia yang lebih menekankan HAFALAN Dari pada Pemahaman.setiap guru mengejar bab & segera menghabiskannya daripada mengulang 1 bab pelajaran agar murid-muridnya paham terlebih dahulu

Dan terakhir UN juga melatih banyak anak-anak untuk menjadi mafia dan penipu.dengan mencari kunci jawaban dan dibagikan kepada teman sebayanya secara terkordinir bukankah seperti koruptor yang membagikan hasil korupsinya kepada kawan-kawan seperkorupter annya agar tidak mudah dilacak oleh KPK?

Harapan saya sebagai pelajar semoga sistem pendidikan semakin baik.bukan dengan cara diadakannya UN atau mengganti kurikulum setiap pergantian mentri.tapi manfaatkanlah sistem yang baik yang sudah ada dari awal "Efisiensi sistem" bukan pemborosan sistem.

Dan siapapun presiden nanti yang memimpin indonesia semoga bisa men sejahterahkan para pelajar di seluruh indonesia dengan penghapusan UN ini misalnya

Sekian dari TS.mohon dibaca dengan hati nurani dan akal yang objektive bukan dari sudut pandang politik dr salah satu kubu yang agan/wati pilih.karena saya menulis ini dengan sudut pandang saya sebagai pelajar bukan dengan sudut pandang politik salah satu kubu yang saya pilih

"Hidup Para Pelajar Di Indonesia"

Spoiler for Mohon
Jangan menulis kata-kata kasar dan kotor,lagyan juga lagi bulan puasa

Spoiler for Kalau Berkenan

Quote:Bantu Rate 5 nya ya



Quote:kaskuser yang baik selalu


Spoiler for Mampir ke thread ane yang lain juga ya Rating Acara TV Tertinggi Di Bulan Ramadhan



Spoiler for Komen agan-agan Quote:Original Posted By splash30â–º
setuju gan
sekarang ane naek kelas 12
udah kerasa banget stress nya
padahal masuk semester 5 aja belom

semoga presiden yang terpilih nanti, bisa mengerti para pelajar, kalo pelajar itu bukan mesin, kami semua manusia

nilai UN kecil, mati lah kita
kan kebanyakan pada liat nilai ijasah dulu, baru skill

Quote:Original Posted By thebaz â–º
sebenernya kalo siswa tujuanya hanya dapet nilai UN bagus kenapa nggak dari kelas 1 belajar soal UN yakkk, pendidikan di indonesia mungkin yang salah....FACT UN palah membuat siswa tambah down dan kelelahan baik fisik maupun mental

Quote:Original Posted By wee001 â–º
kalo ga ada UN, standar penerimaan masuk jenjang berikutnya make apa gan?
make rapot? pada bagus2 semua dong kalo gitu...
make ujian masuk sekolah?? wah pasti banyak yang nyogok kalo kaya gitu...
kalo menurut ane sih, UN tetap diadakan... cuma jangan di jadikan acuan kelulusan...
lulus, yah lulusin aja gan... toh kalo nilainya kecil itu bisa jadi motivasi ke depannya, yah kalo ga jadi motivasi
yah berarti emg anaknya yang ga pengen maju


Sumber :http://www.kaskus.co.id/thread/53b0dafc96bde6d7588b46d2

TryOut AAMAI

Popular Posts

Solusi WC Mampet Degra Simba

Arsip Kaskus HT

 
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger
close(x)