Home » » 10 Final Liga Champions Terbaik Abad 21

10 Final Liga Champions Terbaik Abad 21




Mohon maaf apabila polling dan isi thread tidak sesuai harapan kaskuser. Karena ada beberapa kesalahan yang tidak bisa diubah, termasuk polling di bagian atas.

Quote:
Bismillahirrahmanirrahim
Dengan Menyebut Nama Allah Yang Maha Pengasih Lagi Maha Penyayang




Liga Champions / UEFA Champions League merupakan kompetisi paling bergengsi di Benua Eropa. banyak memori indah sekaligus kelam mulai dari babak penyisihan grup, 16 besar, perempat final, semifinal, hingga final. Kali ini TS akan membahas partai final Liga Champions terbaik dari musim 2000-01 hingga 2012-13 secara subjektif.

Berikut 10 pertandingan final Liga Champions terbaik di abad 21.

Quote:

Bantu Rate Excellent Dulu Jika Thread Ini Bermanfaat

Spoiler for 1010. 2002-03: Juventus 0-0 Milan, The Amazing Dida

Final Liga Champions untuk pertama kalinya mempertemukan dua tim dari Italia, jawara Serie A musim 2002-03 Juventus melawan AC Milan.

Pertandingan yang berlangsung sangat ketat ini berlanjut hingga babak perpanjangan waktu, namun tak cukup menciptakan kemenangan untuk salah satu tim. Maka pertandingan dilanjutkan hingga adu penalti.

Andrea Pirlo dan Antonio Conte masing-masing membentur mistar gawang Milan dan Juventus. Dida dan Buffon sama-sama berhasil menepis tendangan lawan beberapa kali. Andriy Shevchenko menjadi eksekutor penentu dan berhasil membawa Milan menjuarai Liga Champions keenam mereka.





Spoiler for 22. 2003-04: Porto 3-0 Monaco, Pembuktian The Special One

Porto mencapai final setelah sebelumnya mengalahkan Manchester United di babak 16 besar. Monaco yang berhasil menyingkirkan Real Madrid dan Chelsea di babak sebelumnya, tak bisa menahan skuad asuhan Jose Mourinho.

Skor akhir 3-0 untuk kemenangan Porto. Hasil ini membuat Porto berhasil meraih double winner setelah sebelumnya memenangkan kompetisi liga domestik.





Spoiler for 38. 2009-10: Inter 2-0 Bayern Munich, Milito Dua Gol

Milito menjadi bintang kemenangan La Beneamata dengan mencetak dua gol masing-masing menit ke-35 dan 70.

Gelar ini memastikan Inter meraih treble winners musim ini, setelah sebelumnya menjuarai Seri A dan Coppa Italia

Gelar ini juga merupakan trofi pertama di kejuaraan kasta tertinggi antarklub Eropa sejak terakhir kali meraihnya di musim 1964/65.





Spoiler for 47. 2010-11: Barcelona 3-1 Manchester United, Tiki Taka vs Kick n' Rush

Pertemuan kedua tim dua musim sebelumnya tak menunjukkan perubahan signifikan. United yang masih memainkan bola-bola panjang harus menyerah kepada Barcelona yang memainkan strategi tiki-taka racikan Pep Guardiola.

Kedua tim bertemu sebagai juara di liga domestik masing-masing.

Sepakan jarak dekat Pedro tak mampu dibendung Van der Sar. Namun, Wayne Rooney dapat menyamakan kedudukan 7 menit kemudian.

Barcelona semakin beringas, alhasil Lionel Messi dan David Villa berhasil menyumbang masing-masing satu gol. Ini adalah trofi keempat Blaugrana.





Spoiler for 62012-13: 6. Borussia Dortmund 1-2 Bayern Munich, Penantian Panjang Bayern

Bayern Munich dan Borussia Dortmund adalah finalis Liga Champions 2012-13 yang layak karena penampilan impresif mereka di kompetisi tersebut.

Skuad Jurgen Klopp menjadi underdog karena dapat merepotkan barisan pertahanan lawan sepanjang babak pertama.

Muenchen sendiri baru mengambil inisiatif serangan pada babak kedua dan aksi mereka langsung membuahkan hasil di menit ke-59 lewat tendangan yang dilesakkan oleh Mario Mandzukic setelah memanfaatkan umpan Arjen Robben dari sisi kiri pertahanan Dortmund.

Dortmund sempat membalas ketertinggalan lewat hadiah tendangan penalti yang dilesakkan oleh Ilkay Gundogan pada menit ke-66. Tendangan penalti diberikan oleh wasit Nicola Rizzoli setelah melihat terjadinya pelanggaran yang dilakukan oleh Bonfim Dante terhadap Marco Reus.

Gol kemenangan Muenchen akhirnya tercipta lewat aksi Arjen Robben dua menit sebelum pertandingan berakhir.

Robben mampu memanfaatkan kemelut di wilayah pertahanan Dortmund dan melepaskan tendangan yang gagal diantispasi penjaga gawang Roman Weidenfeller.





Spoiler for 55. 2007-08: Manchester United 1-1 Chelsea, Tangisan Ronaldo

Manchester United dan Chelsea bertarung pada bulan Mei 2008 di Stadion Luzhniki Moskow, sebagai dua klub Inggris pertama final Piala Eropa untuk pertama kalinya dalam sejarah.

Cristiano Ronaldo memimpin Red Devils pada menit ke- 26, dan Petr Cech terus sibuk untuk menghentikan gempuran United. Sisi Sir Alex Ferguson bungkam, Frank Lampard menyamakan kedudukan hanya beberapa detik sebelum babak pertama usai.

Hasil imbang membuat kedua tim melanjutkan ke babak adu penalti.

Setelah mencetak gol di waktu normal, Ronaldo adalah satu-satunya pemain United yang gagal mengeksekusi penalti, tapi John Terry yang terpeleset dikombinasikan dengan Van der Sar yang menggagalkan eksekusi Nicolas Anelka membuat tangisan Ronaldo berubah menjadi tangis kebahagiaan.





Spoiler for 44. 2011-12: Bayern Munich 1-1 Chelsea, Drogba's Time!

Meskipun mengalami krisis kepelatihan usai dipecatnya Andre Villas-Boas, Chelsea yang saat itu ditukangi oleh caretaker Roberto Di Matteo berhasil memenangkan Liga Champions.

The Blues mempermalukan Bayern Munich di kandang mereka sendir, pada musim ini muncul lah istilah strategi "parkir bus" yang kelak disempurnakan oleh Jose Mourinho.

Thomas Mueller membuat suporter tuan rumah girang menjelang akhir pertandingan, skor 1-0 tampaknya membuat harapan Chelsea pupus.

Namun, Didier Drogba hanya butuh lima menit untuk merespon, dan klub London Barat memaksa hingga perpanjangan waktu, di mana Cech berhasil mementahkan eksekusi penalti Arjen Robben di menit 95.

Chelsea entah bagaimana berhasil keluar dari tekanan, dan Drogba berhasil membuat sejarah baru bagi The Blues melalui eksekusi penalti yang tak dapat dibendung oleh Manuel Neuer.





Spoiler for 33. 2005-06: Barcelona 2-1 Arsenal, Lehmann Gigit Jari

Barcelona memulai periode sukses di Liga Champions pada tahun 2006, kala itu Lionel Messi belum menghiasi starting lineup maupun bangku cadangan.

Petaka bagi The Gunners terjadi di menit 18 saat kiper Jens Lehmann diusir wasit keluar lapangan setelah menjegal Samuel Eto'o di area pertahanannya.

Sembilan belas menit kemudian, Sol Campbell memberikan kejutan di Stade de France, dengan membuat gol dari hasil tendangan pojok.

Namun, jumlah pemain yang tidak berimbang membuat Thierry Henry dkk kelelahan. Eto'o dan Juliano Belletti mencetak gol di menit 76 dan 81, menempatkan raksasa Catalan unggul 2 - 1.

Dengan hanya 10 orang, Arsenal tidak bisa kembali memimpin meskipun berusaha keras, dan Barcelona berhasil membawa pulang trofi Liga Champions kedua mereka.





Spoiler for 22. 2001-02: Bayer Leverkusen 1-2 Real Madrid, Voli Zidane!

Sampai hari ini, musim 2001-02 adalah satu-satunya penampilan Bayer Leverkusen di final Piala Eropa. Perjuangan mereka sampai laga final patut diacungi jempol.

Raul mencetak gol pertama pertandingan hanya delapan menit setelah kick-off, Lucio membalas lima menit kemudian.

Zinedine Zidane menjadi pahlawan Madrid setelah mencetak gol fantastis, bahkan boleh dibilang gol terbaik di final Liga Champions, melalui voli hasil operan Roberto Carlos.





Spoiler for 11. 2004-05: Liverpool 3-3 Milan, Greatest Comeback!

Milan memupus harapan Liverpool lewat gol yang dicetak Paolo Maldini dan dua gol Hernan Crespo untuk menempatkan skuad Carlo Ancelotti unggul di babak pertama.

Namun, Rafa Benitez tidak menyerah begitu saja dan tetap memberi semangat kepada anak asuhnya. Keajaiban pun terjadi. Liverpool dapat menyamakan kedudukan hanya dalam waktu 6 menit. Ya, menit 54, 56, dan 60 adalah mimpi buruk bagi Maldini dkk.

Pertandingan dilanjutkan hingga babak adu penalti

Jerzy Dudek menjadi pahlawan The Reds usai menepis tendangan penalti terakhir yang dieksekusi oleh Andriy Shevchenko.





Spoiler for BONUS2013-14: Real Madrid 4-1 Atletico Madrid, Injury Time Berujung Tragis!

Gol Diego Godin di menit ke-36 sempat membuat Atletico berada di atas angin. Namun mereka bukan tanpa masalah, striker andalan mereka Diego Costa hanya bermain selama 9 menit dan harus ditarik karena cederanya kambuh.

Skuad Diego Simeone yang diterpa badai cedera menjelang pertandingan usai, diserang habis-habisan hingga detik-detik akhir pertandingan.

Petaka bagi Atletico Madrid tiba di penghujung laga. Bukan lewat aksi Ronaldo ataupun Gareth Bale. Ya, dia adalah Sergio Ramos, defender berusia 28 tahun tersebut menjadi aktor penyelamat muka Madridista di seluruh penjuru dunia.

Pertandingan dilanjutkan hingga babak perpanjangan waktu.

Atletico yang sudah kehabisan amunisi, tak lagi mampu bermain bertahan dengan disiplin. Hasilnya 3 gol bersarang ke gawang Thibaut Courtois hanya dalam tempo 10 menit melalui sundulan Gareth Bale, akselerasi Marcelo, dan eksekusi penalti Cristiano Ronaldo.

Hasil ini membuat Real Madrid sebagai penguasa Eropa sebanyak 10 kali sepanjang sejarah, atau yang biasa disebut La Décima.







SUMBER






Sumber :http://www.kaskus.co.id/thread/538046601d5733c1118b45ff

TryOut AAMAI

Popular Posts

Solusi WC Mampet Degra Simba

Arsip Kaskus HT

 
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger
close(x)