Home » » Cerita Pengalaman KASKUSer Tentang Subsidi BBM di Luar Jawa

Cerita Pengalaman KASKUSer Tentang Subsidi BBM di Luar Jawa

Quote:
Mohon sedekah rate bintang limanya gan,
supaya lelah ane bikin thread berganti bahagia

Quote:Wow! Ane dapet HT Gan!!
Spoiler for Wow! Ane dapet HT gan!!masih becandaan semoga jadi HT beneran
Quote:
Spoiler for PembukaanQuote:
Quote:
VIVAnews - Habisnya persediaan Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi di beberapa SPBU di daerah merupakan konsekuensi dari pengaturan kuota yang diterapkan.

Vice President Corporate Communication Pertamina, Ali Mundakir, dalam siaran persnya, Minggu 24 Agustus 2014 menjelaskan, persediaan Pertamina masih cukup untuk memenuhi kebutuhan hingga akhir tahun. Karena itu, dia menegaskan, ketidaktersediaan BBM bersubsidi saat ini bukan suatu kelangkaan.

Adapun Stok BBM yang ada di Pertamina berada pada level di atas 18 hari kebutuhan nasional. "Habisnya alokasi harian BBM bersubsidi di SPBU pada sore hari merupakan konsekuensi logis dari pengaturan penyaluran BBM bersubsidi sesuai dengan sisa kuota yang telah ditetapkan dalam UU APBN-P 2014," kata Ali.

Saat ini, kata dia, Pertamina mulai mengatur kuota BBM bersubsidi untuk memastikan agar kuota Solar dan Premium cukup hingga akhir tahun sesuai dengan amanat UU No.12 Tahun 2014 tentang APBN 2014.

Kuota yang ditetapkan dalam APBN-P sebesar 46 juta kilo liter, berkurang dari yang ditetapkan dalam APBN 2015 sebesar 48 juta kilo liter.

Lebih lanjut Ali mengatakan, APBN-P 2014 tegas mengamanatkan kuota BBM bersubsidi tidak boleh melampaui batas yang telah ditetapkan. Dengan kondisi tersebut maka hanya ada dua pilihan yang bisa dilakukan Pertamina.

Pertama yaitu menyalurkan BBM bersubsidi secara normal dengan konsekuensi kuota BBM bersubsidi habis sebelum akhir tahun, yaitu pertengahan November untuk Solar dan pertengahan Desember untuk Premium.

"Pilihan itu mempunyai konsekuensi bahwa pada akhir tahun masyarakat harus membeli BBM non subsidi," ujarnya.

Sementara pilihan kedua, adalah mengatur volume penyaluran setiap harinya sehingga kuota BBM bersubsidi bisa cukup hingga akhir tahun.

Secara teknis,Pertamina memutuskan untuk mengambil opsi pengaturan BBM bersubsidi secara prorata sesuai alokasi volume BBM bersubsidi untuk masing-masing SPBU dan lembaga penyalur lainnya yang telah dilakukan terhitung sejak 18 Agustus 2014.

Namun, Pertamina menurutnya tetap menjamin ketersediaan BBM non subsidi. Sehingga kebutuhan masyarakat akan BBM tetap dapat terpenuhi.

"Untuk tetap menjamin ketersediaan BBM di masyarakat, Pertamina menyediakan BBM non subsidi yang meliputi Pertamax, Pertamax Plus, Pertamina Dex, dan Solar non subsidi," Imbuhnya.

Dengan kebijakan ini, Pertamina mengharapkan pengertian masyarakat pengguna agar implementasinya dapat berjalan lancar dan persediaan BBM bersubsidi dapat cukup hingga akhir tahun.

"Dengan pengaturan ini, sangat diharapkan pengertian dan kesadaran masyarakat pengguna mobil pribadi mulai membiasakan diri menggunakan BBM non subsidi," ungkapnya mengimbau. (one)

Sekedar Sharing dari Newbie untuk agan2 yang di Jawa agar lebih bersyukur dan bersabar, ane dulunya tinggal di Jawa yang merasakan kemudahan fasilitas umum, karena kebutuhan mencari sesuap nasi akhirnya harus melancong ke luar Jawa. Di sini ane merasakan ganasnya persaingan untuk mencari setetes BBM terutama solar

ini pengalaman pertama ane untuk mencoba mendapatkan full tank Solar, Mobil ane berada pada urutan terbelakang, di sebuah SPBU di Kolaka, Sulawesi Tenggara.
Quote:
mobil ane L300, coba tebak di urutan itu ane berangkat jam berapa? Pukul 06.00 pagi ane sudah berangkat itu pun sudah masuk urutan belakang.

trus pertanyaannya yang di depan masuk antrian jam berapa? mereka biasa standby mobil jam 10-12 malam hari sebelumnya untuk masuk di antrian di depan.

di hari pertama antri ane merasa dalam hati, "ah.. palingan antri begini cuma sebentar.."
Quote:
Quote:
Jam 8.. 9.. 10.. kok belum mengisi2 juga? ane tanya operator
"sebentar, truk solar belum datang"
"biasanya jam berapa? mungkin sebentar datang"

wow... lama juga ya.. kirain ga diisi karena operatornya belum datang.
sekitar beberapa menit kemudian truk solar yang diidam-idamkan akhirnya datang membawa 5000 tangki solar, jatah satu hari untuk satu SPBU.
Quote:
perkiraan ane 5-7 mobil paling lama cuma setengah jam mengantri.
sampai akhirnya waktu berlalu jarum jam menginjak pukul 11.. hingga kumandang adzan dhuhur menggema mobil ane belum juga masuk pengisian.
Quote:
ada apa ini? kenapa mengisi lama sekali padahal cuma beberapa mobil. akhirnya ane melihat ke operator dan, WTF ternyata 1 mobil bisa mengisi sampai 1,5 juta hingga 2 juta rupiah? Ternyata ini yang membuat begitu lama. Ada apa ini??
sekitar setengah 2 siang akhirnya ane masuk antrian dan mengisi. "Full tank ya mbak" dan petugas pun mengisi. Ketika nominal mencapai sekitar 70 ribu rupiah pengisian tersendat dan berhenti. ane tanya

"Loh kenapa?"
"iya sudah habis"
"hah masa habis, setengah memaksa ane rebut nozzle ternyata betul tidak ada lagi yang keluar"
"baru pertama ngantri solar ya?" tanya operator dengan bersungut-sungut
"iya" jawab ane dengan kesal,bayangkan waktu beberapa jam ane mengantri terbuang sia-sia dan tidak dapat full tank.

beberapa hari kemudian ane mau tidak mau harus melakukan pekerjaan menjengkelkan ini daripada bisnis tidak jalan.
sebelum truk pengisi datang, dan mobil-mobil bobrok penghisap darah ini ditinggalkan pemiliknya.iseng-iseng ane lihat ke dalam kok bisa sih mobil begini bisa mengisi 1,5 - 2 juta rupiah sekali isi? ternyata pemandangan di dalam mobil mengejutkan ane
Quote:
Quote:
ya! itu tangki bbm yang sudah dimodifikasi sehingga bisa menampung 100-200 liter solar sekali mengisi, bahkan beberapa mobil dengan terang-terangan membawa beberapa jerigen 50 literan. Tak heran hanya beberapa mobil bisa menguras habis 5000 liter quota solar untuk 1 SPBU dalam 1 hari saja.
Quote:
singkat cerita, hasil investigasi ane dari kenalan dan warga sekitar.
Pekerjaan mereka setiap hari seperti itu. Membeli solar subsidi dan menjual dengan harga yang lebih murah daripada harga industri kepada Tambang Liar dan Industri sekitar.

walhasil, ane harus menerima dengan lapang dada dan legowo. Inilah hanya sedikit PR yang harus diselesaikan pemerintahan baru, mampukah penyalah gunaan ini ditindak dan subsidi lebih terarah kepada rakyat yang membutuhkan?

dulu ane anggap yang tinggal di luar jawa itu pada cengeng, pada tapi pendapat ane berubah setelah ane merasakan sendiri kerasnya kehidupan di luar jawa,
dengan kesulitan bbmnya?
dengan pemadaman bergilir tiap hari karena listrik PLTD yang belum bisa memenuhi kebutuhan?
dengan jalanannya yang rusak padahal Buton sulawesi dikenal sebagai penghasil.aspal?
subsidi bbm dihapus? tapi kalau dikorupsi ya sama aja bohong?
lalu bagaimana? kita cuma rakyat kecil yg makan aja susah, silakan yg diatas yg makan enak duduk tenang digaji dari pajak yg kami bayar dari keringat kami.yg memikirkan.
..::Sekian Sharing dari Ane, kalau ada salah mohon dimaafkan, jika ada yang ingin menambahkan dipersilakan::..


Quote:
THREAD LAIN YANG MENARIK
Terungkap!Trik Rahasia Nelpon SMS Telkomsel unlimited hanya 10rb/bulan!
agan tahu PERBEDAAN SAPI KERBAU BANTENG LEMBU ?
[MUST READ]Makna Mistis di balik angka 17 Agustus 1945 yang dipilih Ir. Soekarno
PLASTINATION Teknik Pengawetan Mayat Mutakhir dengan plastik! kereen gaan!
Kumpulan Majalah Hidayah yang bikin Bingung Nangis ato ketawa


sumber
Quote:

Sumber :http://www.kaskus.co.id/thread/53fb44e3c0cb1726728b457b

TryOut AAMAI

Popular Posts

Solusi WC Mampet Degra Simba

Arsip Kaskus HT

 
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger
close(x)