Home » » Ayo Ngaku, Sadar Gak Sadar Lo Sering Nyia-Nyiain Makanan Kan?

Ayo Ngaku, Sadar Gak Sadar Lo Sering Nyia-Nyiain Makanan Kan?

Ane ketemu artikel ini di net, udah banyak yang share, mungkin juga di Kaskus ini, tapi td ane cek search belom nemu yang begini, kalo misal repos ane mohon mangap dan kalo berkenan sama trit ini ane minta BATA-nya

gambar ane catut dari google, tidak untuk kepentingan komersil

-----------------------------------------------

Ceritanya mengenai bagaimana budaya Orang Jerman dalam mengkonsumsi makanan.

Cekidot artikel dalam bahasa inggrisnya gan, dah ane bantu terjemahin.

Quote:
Spoiler for bahasa inggrisnya

Germany is a highly industrialized country.
In such a country, many will think its people lead a luxurious life.

When I arrived at Hamburg , my colleagues walked into the restaurant, we noticed that a lot of tables were empty. There was a table where a young
couple was having their meal. There were only two dishes and two cans of beer on the table. I wondered if such simple meal could be romantic, and whether the girl will leave this stingy guy.

There were a few old ladies on another table. When a dish is served, the waiter would distribute the food for them, and they would finish every bit of the food on their plates.

As we were hungry, our local colleague ordered more food for us.When we left, there was still about one third of un-consumed food on the table.

When we were leaving the restaurant, the old ladies spoke to us in English, we understood
that they were unhappy about us wasting so much food.

“We paid for our food, it is none of your business how much food we left
behind,” my colleague told the old ladies.
The old ladies were furious. One of them immediately took her hand phone out
and made a call to someone. After a while, a man in uniform from Social Security organisation arrived. Upon knowing what
the dispute was, he issued us a 50 Euro fine. We all kept quiet.

The officer told us in a stern voice, “ORDER WHAT YOU CAN CONSUME, MONEY IS YOURS BUT RESOURCES BELONG TO THE SOCIETY. THERE ARE MANY OTHERS IN THE WORLD WHO ARE FACING SHORTAGE OF RESOURCES. YOU HAVE NO REASON TO WASTE RESOURCES.”

The mindset of people of this rich country put all of us to shame. WE REALLY NEED TO REFLECT ON THIS. We are from country which is not very rich in resources.
To save face, we order large quantity and also waste food when we give others a treat.

THIS LESSON TAUGHT US A LESSON TO THINK SERIOUSLY ABOUT
CHANGING OUR BAD HABITS.

“MONEY IS YOURS BUT RESOURCES BELONG TO THE SOCIETY.”

So guys this festive season, try to cut down the wastage, As money is yours but resources belong to society .


Jerman adalah sebuah negara yang sangat terindustrialisasi .
Di negara seperti ini, banyak yang akan berpikir bahwa orang di negara tersebut hidup dalam kemewahan.

Ketika saya tiba di Hamburg, rekan saya berjalan ke sebuah restoran, kami melihat banyak meja yang kosong. Ketika itu ada sebuah meja diisi oleh pasangan muda mudi yang sedang menikmati makanannya. Di meja itu hanya ada dua piring makanan dan dua kaleng bir. Aku membayangkan apakah bisa makanan simpel seperti itu dibilang romantis, dan mungkin saja si gadis akan meninggalkan si pemuda yang pelit tersebut.

Di sana juga ada beberapa wanita tua di meja yang lain. Ketika makanan disajikan, si pelayan akan membagi makanan tersebut ke piring mereka masing2, dan mereka akan menghabiskan makanan mereka sampai tidak tersisa di atas piringnya.

Karena kami lapar, rekan saya tadi yang juga orang lokal (mungkin orang Jerman mungkin tidak), memesan makanan yang cukup banyak untuk kami. Ketika kami selesai dan pergi, masih ada makanan yang tersisa kira2 sepertiga dari porsi awalnya.

Kami mau meninggalkan restoran ketika tiba2 seorang wanita tua berbicara dalam bahasa inggris kepada kami, dan kami sadari ternyata mereka tidak senang dengan kami yang menyisakan makanan kami di atas meja tadi, dan dalam jumlah yang cukup banyak.

“Kami kan sudah bayar makanan tadi, bukan urusan kamu berapa banyak kami menyisakan makanan”, kata rekan kami bilang kepada wanita tua tersebut. Wanita tersebut menjadi geram, dan salah satu dari wanita tersebut dengan seketika mengambil handphone nya dan menelpon seseorang. Beberapa saat kemudian, seorang petugas pria dengan seragam Organisasi Keamanan Sosial tiba. Dia sudah mengetahui masalahnya, dan dengan seketika mengeluarkan surat denda sebesar 50Euro (kira2 800rb rupiah). Kami semua terdiam.

Petugas tersebut berbicara dengan tegas dan keras “PESAN APA YANG BISA KAMU HABISKAN, UANG ITU MEMANG MILIK KAMU TAPI SUPPLY MAKANANNYA MILIK MASYARAKAT. MASIH BANYAK ORANG DI DUNIA YANG MENGHADAPI KEKURANGAN MAKANAN. KAMU TIDAK MEMILIKI ALASAN UNTUK MENYIAKAN MAKANAN TERSEBUT.

Pola pikir masyarakat di sebuah negara yang kaya seperti Jerman ini telah membuat kami malu pada diri kami sendiri. KITA PERLU MERENUNGI HAL INI. Kami berasal dari negara yang tidak seberapa kaya sumber dayanya. Untuk menahan rasa malu karena gengsi, kami sering memesan dan mentraktir orang dengan makanan yang banyak dan disaat setelah makan kita membuang sisanya dengan sia-sia.

CERITA INI MEMBERI PELAJARAN KEPADA KITA UNTUK BERPIKIR SERIUS DAN MERUBAH KEBIASAAN BURUK KITA.

“UANG ITU MEMANG MILIK KAMU TAPI SUPPLY MAKANANNYA (SUMBER DAYANYA) MILIK MASYARAKAT”

Jadi teman, di saat berlimpah makanan, cobalah untuk sedikit mungkin dan kalau bisa tidak ada makanan sisa yang terbuang percuma.


Gan, ada yang harus kita rubah mengenai kebiasaan kita, ada beberapa hal yang gak kita sadari kita sudah menjadi orang yang menyia-nyiakan makanan, padahal kita tidak berniat membuang makanan lho, cuma saja kita gak sadar kalo kita telah menjadi bagian orang penyia makanan.

Nih gan kebiasaan kita:
Quote:



Kebiasaan menyisakan satu makanan terakhir di atas piring, ini kebiasaan kita sebagai orang timur, ada rasa malu dan sungkan kalo kita menjadi orang yang terakhir menghabiskan makanan, harus kita rubah, sehari kita sisain satu gorengan, satu sate, satu martabak, satu roti, bayangin coba setahun kita membuang berapa?


Quote:






Kebiasaan makan melebihi porsi kemampuan perut, ngambil banyak tapi gak habis, ini disebut juga hawa mata, nafsu makan akibat mata melihat makanan tapi perut gak sanggup ngabisin


Quote:



Sering lihat pasangan makan berdua kan. Saya sih sering lihat dan sayangnya kenapa banyak laki2nya malu ngabisin makan, pasti ada sisanya! Malu didepan cewek? Lucu nya kalo sudah nikah bisa kebalikan, gak malu2 minta nambah, hehehe
-maaf bagi yang fotonya merasa di catut-


Padahal agama mengajarkan untuk tidak membuang makanan kita.
Quote:
http://goo.gl/FHwF78
Islam mengajarkan tidak membuang makanan
http://goo.gl/aK0CiD
Agama Kristen pun demikian melarang hal tersebut


Dan ini cara2 yang dapat digunakan untuk menghindari kita membuang makanan sisa, menurut ane:
Quote:


Bawa bekal dari rumah, membawa makanan yang dibuat oleh orang yang kita sayangi, dengan lauk yang kita sukai, dan porsi yang sesuai, dijamin pulang ke rumah bersih isinya, asal jangan kemakan aja ya box-nya


Quote:


Menghabiskan makanan sampai tidak tersisa dan menjadi orang yang terakhir menghabiskan makanan bukanlah dosa dan melanggar etika justru membuang makanan itu yang dosa, sejak kapan menghabiskan makanan menjadi disebut melanggar etika?


Quote:


Ketika makan di luar kita cenderung memesan banyak makanan, selalu lebih dari kemampuan perut kita, ketika anda mulai sadar bahwa makanan tersebut tidak akan habis, maka jalan keluar paling baik adalah sisakan cukup banyak dan mintalah untuk dibungkus kepada pelayan.

Kenapa sisakan agak banyak untuk dibungkus? Karena ketika makanan sisa sedikit orang menjadi malas untuk meminta di bungkus, dan akhirnya akan menjadi makanan terbuang yang sia2.


Quote:
KOMITMEN, JANJI, DAN BERPIKIR untuk tidak menjadi orang yang menyisakan makanan dan membuangnya dengan sia2 lagi


KOMENG KASKUSER
Quote:Original Posted By indonmiskin â–º
PAGE ONE PLEASE

yuk ngitung matematika !

jika dalam 1 sesi makan kita kita menyisakan 2 BUTIR NASI , dan 1 hari kita makan 3x sehari

PEMBOROSAN>>>
2 butir nasi x 3kali makan per hari = 6 butir
BAYANGKAN
jumlah penduduk indonesia kita anggap saja 200 juta
200.000.000 x 6 butir= 1.200.000.000 butir
jika kita persepsikan dalam 1kg ada setidaknya 50.000 butir
maka 1.200.000.000 : 50.000 = 24.000 kg = 24 ton.

Jadi, setidaknya di Negara Ini ada 24 ton nasi yang terbuang percuma tiap harinya.
Jika, 1 kg cukup utk makan 10 orang,
maka setidaknya 24 ton cukup untuk makan 240.000 orang.
Padahal ada banyak saudara kita di seberang atau di belahan dunia sana yg masih kelaparan
STOP KEGOGOBLOKAN ENTE ENTE SEMUA DARI SEKARANG

Sumber :http://www.kaskus.co.id/thread/54125f18a1cb17bb748b4569

TryOut AAMAI

Popular Posts

Solusi WC Mampet Degra Simba

Arsip Kaskus HT

 
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger
close(x)