Home » » Wow, Ternyata Materi Pelajaran Anak Kelas 3 SD Sekarang Kaya Gini Gan

Wow, Ternyata Materi Pelajaran Anak Kelas 3 SD Sekarang Kaya Gini Gan

Perhatikan foto-foto berikut:

Jaman saya sekolah itu masuk dalam materi pelajaran SMP/SMA, tapi sekarang masuk di materi pelajaran kelas 3 SD

Entahlah ini obsesi siapa dan darimana asalnya, tapi sepertinya ini tidak cocok untuk anak seusia mereka

Quote:Spoiler for Pelajaran Kelas 3 SD






Quote:Pak adi, sepertinya kalau catatan science anak saya kelas tiga sd seperti ini di sekolah XYZ (AWG: nama sekolah saya samarkan) ini saya jadi dilema pak untuk segera memindah anak saya menurut pak adi bagaimana ? Meski tdk semua dicatatan diujikan tapi saya rasa itu sudah kelebihan muatan saya sebagai ortu saya bingung mau ngajari yang mana.

Catatan itu sudah saya compare dengan buku pelajaran science yang ada ktspnya kok beda banget. Jauh sekali.

Dan itu masih banyak yang belom saya photokan catatanya asli saya mumet, anak saya saya tanyain ga mau pindah karena sudah punya teman tapi kalau caranya seperti ini gimana pak ??

Saya cross check ke gurunya katanya ga semua diteskan pak adi , tapi saya bingung dengan catatan seperti itu mana yang dites mana yang nggak kalau cuman sekedar ngajari aja untuk mereka tau aja mending melakukan eksperimen drpd nulis panjang lebar seperti itu saya aja ga ngerti harus cek internet

Jawaban saya:

Jangankan Ibu, saya baca catatan anak Ibu juga ikut mumet. Menurut saya ini terlalu berat buat anak kelas 3 SD. Berat menghapal istilah bahasa Inggrisnya. Saya sungguh prihatin dengan hal ini. Anak-anak kita dipaksa belajar sesuatu yang cukup sulit yang belum tentu gurunya hapal. Coba dites apa gurunya bisa mengerjakan tesnya?

Bisa ditanya ke gurunya apa yang sebenarnya ingin dicapai dengan mencatat seperti itu? Ini yang sering saya tentang dalam dunia pendidikan kita. Anak dipaksa belajar hal yang sulit, menggunakan bahasa yang tidak ia mengerti (bahasa Inggris), dan saat dites anak tidak bisa. Dari sini muncul stigma bahwa ini anak bodoh. Akibatnya... anak merasa bodoh karena sering dapat nilai jelek dan akhirnya menjadi benar-benar bodoh.

Anak kita sebenarnya tidak bodoh. Tidak ada satupun anak terlahir bodoh. Anak terlahir dengan potensi yang luar biasa untuk menjadi manusia sukses dan mulia. Sistem sekolah yang tidak kondusif, dan orangtua yang sering abai atau tidak peduli, membuat anak-anak ini menjadi bodoh. Dengan kata lain anak "dibuat" bodoh.

Pilihan sebenarnya ada di kita orangtua. Saya sangat menyarankan para orangtua untuk menyekolahkan anak-anaknya di sekolah yang menggunakan bahasa pengantar bahasa Indonesia. Ini adalah bahasa Ibu kita, bahasa Indonesia. Bukan bahasa Inggris. Kita lahir dan tinggal di Indonesia, hidup di Indonesia, dan nantinya akan berkarya di Indoneisa. Bisa dibayangkan anak yang tinggal di Indonesia tapi tidak fasih bahasa Indonesia?

Mengenai pentingnya menguasai bahasa ibu, Vygotsky menyatakan hal ini dengan jelas dan gamblang, "Untuk mengembangkan kemampuan abstraksi (berpikir) seorang manusia harus menggunakan bahasa". Bahasa yang dimaksud adalah bahasa Ibu, bukan bahasa asing.

Saya sering menjumpai anak yang sebenarnya cerdas, cemerlang, senang belajar di awal masuk sekolah, lambat laun mengalami penurunan semangat belajar karena mengalami double barrier yaitu kesulitan memahami materi pelajaran yang disebabkan oleh ketidakampuan memahami bahasa yang digunakan untuk mengajar.

Bila kondisi ini berlanjut, cepat atau lambat, anak Ibu Ani akan mendapat nilai yang tidak baik, yang sebenarnya tidak mencerminkan kemampuan sesungguhnya dari si Anak. Bila ini terus berlanjut anak akan sampai pada satu kesimpulan bahwa ia memang bodoh, tidak bisa, tidak mampu. Anak akan masuk ke kondisi yang oleh Martin Seligman dinamakan ketidakberdayaan yang dipelajari atau learned helplessness.

Nah, Bila Anda membaca catatan anak Ibu Ani, bagaimana pendapat Anda?

Bila Anda sebagai Ibu Ani, apa tindakan Anda? Apakah akan tetap membiarkan anak belajar di sekolah ini ataukah memindahkan anak ke sekolah yang lebih kondusif untuk tumbuhkembang anak?

Sumber gambar dan tulisan : Adi W. Gunawan

Silakan berpendapat

Sumber :http://www.kaskus.co.id/thread/5410fae396bde6176e8b4576

TryOut AAMAI

Popular Posts

Solusi WC Mampet Degra Simba

Arsip Kaskus HT

 
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger
close(x)