Home » » 6 Buku Pelajaran yang Pernah Bikin Geger Dunia Pendidikan Indonesia

6 Buku Pelajaran yang Pernah Bikin Geger Dunia Pendidikan Indonesia

Quote:


Quote:Pantesan makin kemari kok makin banyak MAHO-MAHO alay bermunculan.....Jangan jangan salah satu penyebabnya adalah buku pelajaran ini.....

KASKUS sebagai forum lintas batas dan usia saja sudah menyensor kata kata yang berbau seks dan atau yang tidak sopan. Ini malah dimasukan ke buku buku pelajaran di sekolah. Makin edan aja dunia pendidikan Indonesia......

Quote:

Baru-baru ini di Jawa Barat beredar buku Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan (Penjaskes) untuk SMA berisi tips pacaran dan membahas seks bebas. Hal itu dinilai oleh banyak pihak sangat tidak mendidik siswa.

Bahkan Gubernur Jabar Ahmad Heryawan langsung meminta buku tersebut ditarik dari peredaran. Menurut Aher, buku yang memuat tips pacaran dan membahas seks bebas sangat tidak mendidik.

"Saya kira ketika jadi perdebatan di masyarakat, membuat bingung para peserta didik itu lebih bagus ditarik," kata pria yang akrab disapa Aher itu di Gedung Sate Bandung, Jumat (17/10).

Kalau pun sulit ditarik dari peredaran, Aher meminta menghapuskan dua halaman yang kini diperdebatkan. Dalam buku tersebut di halaman 128 disebutkan soal bahaya melakukan seks bebas bagi wanita.

Sebenarnya kasus buku-buku pendidikan yang berisi materi-materi kontroversial bukan kali ini saja terjadi. Sebelumnya juga ada buku-buku yang dikecam publik karena dinilai tidak layak.

Berikut ini 6 buku pendidikan yang pernah dikecam publik:



Quote:Buku anak-anak legalkan homo dan transeksual



Pada Agustus 2014 lalu pernah ramai tentang materi dalam buku anak-anak berjudul Why: Pubertas. Buku itu sudah beredar di dan menuai kontroversi. Buku bergambar tersebut memuat dialog yang seolah melegalkan transeksual dan hubungan sejenis.

Beberapa dialog yang jadi masalah adalah seorang anak perempuan mengatakan "jika seorang transgender dengan jiwa perempuan mencintai seorang laki-laki, itu boleh saja bukan?"

Lalu ada dialog adegan anak perempuan yang memperhatikan dua orang pria berpegangan tangan menggambarkan kemesraan. "Setiap orang punya hak dicintai dan mencintai, dan bila mereka mencintai sesama jenis, itu adalah pilihan. Jika boleh memilih, mereka akan mencintai lawan jenis.

Ketua Yayasan Anak Bangsa Mandiri dan Berdaya Fahira Idris menilai ini bentuk propaganda gay, lesbian dan transgender.

"Yang dirusak bukanlah fisik, tetapi pikiran dan pemahaman pembaca. Kerusakannya tak terlihat secara langsung, tetapi menjalar secara perlahan. Tak terasa tapi akhirnya itu menjadi keburukan dan kebiasaan banyak orang," kata Fahira dalam rilisnya.



Quote:Cerita porno di buku anak-anak SD



Pada Juli 2013, dunia pendidikan pernah heboh lantaran muncul cerita porno yang diselipkan dalam buku pelajaran anak Sekolah Dasar (SD). Buku ini pertama diketahui di daerah Bogor, Jawa Barat.

Buku pelajaran Bahasa Indonesia untuk anak SD itu ternyata meresahkan orangtua murid. Buku itu telah tersebar di dua sekolah, SDN Polisi dan SDN Gunung Gede.

Dalam buku itu, tepatnya di halaman 57-60 terdapat sebuah cerita dengan judul 'Anak Gembala dan Induk Srigala'. Cerita itu mengisahkan tentang seorang pria yang masuk ke sebuah warung remang-remang lengkap dengan kisah perjalanan seksnya dengan seorang perempuan.

Dalam naskah itu juga terdapat sejumlah kalimat yang tidak pantas dibaca oleh anak-anak usia 11-12 tahun.

Salah satu kutipan naskah dalam cerita tersebut antara lain, ".... Dari tempat hina di dunia ini, warung remang-remang tempat dia menjajakan badan ... Jakunnya bergerak turun naik melihat kemolekan perempuan itu. Akhirnya terjadilah peristiwa yang merenggut kegadisannya, sekaligus menimbulkan tumbuhnya janin di perutnya..."

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhammad Nuh menyalahkan sistem dan kurikulum lama sehingga cerita porno bisa masuk ke pelajaran SD. Menurut dia persoalan cerita porno yang sering terdapat di buku pelajaran anak sekolah karena sistem kurikulum lama menyatakan buku pelajaran bebas diperjualbelikan tanpa ada pengawasan dari pusat.



Quote:Buku LKS SD berisi pelecehan seksual



Kemudian pada November 2013, buku paket atau buku lembar kerja siswa berbau seks menyebar di Kabupaten Tangerang. Tepatnya, LKS untuk kelas 5 SD. Hal itu terungkap, setelah salah seorang wali murid dari SDN 2 Kampung Melayu, Kecamatan Teluknaga melaporkan ke Dewan Pendidikan Kabupaten (DPK) Tangerang.

LKS dengan 64 halaman yang dianggap porno tersebut yakni LKS Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan untuk siswa kelas 5 SD/MI semester 1.

Di halaman 50 dan 53 pada bab 5 menjelaskan budaya hidup sehat. Pada pendalaman materi membahas materi menjaga kesehatan alat kelamin dan bentuk-bentuk pelecehan seksual.

Dalam pembahasan bentuk pelecehan seksual tersebut ada kata-kata menyebutkan alat kelamin dan bagian sensitif secara vulgar.

"Ini yang menjadi persoalan, maksudnya melakukan pendidikan kesehatan. Namun yang terjadi menginspirasi karakter destruktif," ujar Eny Suhaeni, Ketua DPK Tangerang, Senin (25/11).

Menurut Eny, semestinya buku tersebut tidak tersebar. Sebab pembahasannya terlalu vulgar. "Dinas Pendidikan harus menarik dan merevisinya, sebab ini menyangkut mutu pembuatan LKS. Sebab, jika referensinya saja sudah kacau, bagaimana mau bicara produk yang dihasilkan," katanya.



Quote:Buku Bahasa Indonesia SMP berbau SARA



Kemudian pada September 2014, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhammad Nuh (M Nuh) diadukan ke Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) oleh Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Mega Bintang. M Nuh dianggap telah lalai dengan mengeluarkan buku pelajaran Bahasa Indonesia untuk SMP/MTs kelas IX yang dianggap melecehkan ras tertentu.

Arief Sahudi salah satu perwakilan dari LBH Mega Bintang kepada wartawan mengatakan, buku yang dipermasalahkan tersebut masuk kategori Buku Sekolah Elektronik (BSE) yang diterbitkan oleh Pusat Perbukuan Departemen Pendidikan Nasional pada tahun 2008. Hingga saat ini, kata Arief buku tersebut masih beredar di sekolah-sekolah.

"Hari ini kami sudah mengirim surat laporan serta somasi kepada menteri, melalui kantor pos," ujar Arief, Jumat (12/9).

Arief yang mengaku memegang kuasa penuh dari Muhsin Al Jufri, salah satu warga Solo yang merasa dilecehkan oleh isi buku pelajaran tersebut mengatakan, kliennya mempermasalahkan kutipan novel yang menjadi contoh bacaan dalam uji kompetensi yang berada di halaman 110.

Bacaan tersebut menceritakan situasi di mana seseorang yang bernama Midun merasa tertipu oleh lintah darat yang bernama Syekh Abdullah. "Dalam kutipan uji kompetisi tersebut tertulis jelas, bahwa Syech Abdullah merupakan orang yang memiliki ras Arab," tandasnya.

Isi dalam buku halaman 110 tersebut tertulis sebagai berikut

A. Pilihlah satu jawaban yang paling tepat !

Perhatikanlah kutipan novel berikut untuk menjawab soal nomor 1 dan 2!
..
Terperanjat sungguh Midun mendengar perkataan Syekh Abdullah itu. Ia tahu uang yang dipinjamnya, cuma f250, tiba-tiba sekarang jadi f500. Maka ia pun berkata dengan cemasnya, katanya, "Berapa Tuan? f500? Mengapa jadi f500, padahal saya terima uang dari Tuan cuma f250?"

"Ya, f500!" ujar Syekh Abdullah pula. "Midun mesti bayar f500 sekarang, sebab sekian ditulis dalam surat utang."

Muka Midun jadi merah menahan marah, karena ia maklum, bahwa ia sudah tertipu. Amat sakit hatinya kepada orang Arab itu. Ia tidak dapat lagi menahan hati, karena sangat panas hatinya. Ketakutannya hilang, kehormatannya kepada orang Arab lenyap sama sekali

Arief menilai beberapa soal yang menyertai kutipan novel itu semakin melecehkan masyarakat keturunan Arab.



Quote:Buku pelajaran SMA berisi tips pacaran



Ini buku paling baru yang berbuah kecaman publik. Adalah buku Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan (Penjaskes) yang dibakar oleh sejumlah massa di kantor MUI Jawa Barat, Bandung, Kamis (16/10). Pembakaran itu dilakukan sebagai bentuk protes karena buku memuat tips pacaran dan menyudutkan kaum perempuan.

Sejumlah buku yang dibawa diperlihatkan kemudian digunting. Halaman yang memuat unsur-unsur negatif itu berada di halaman 128-129, kemudian dibakar. Buku itu dinilai tidak edukatif karena merendahkan martabat wanita.

Sebab disebutkan dalam buku itu seakan-akan hubungan seks kurang berisiko bagi pria dibanding wanita. Lainnya tips berpacaran bagi siswa ditampilkan. Hal ini dinilai sangat tidak pantas.

Koordinator aksi Iwan Herawan meminta agar Kemendikbud bisa menarik buku dari peredaran. "Buku ini jelas tidak baik. Sehingga kalau pun belum ditarik kami mengimbau agar semua guru SMA/SMK di Jawa Barat untuk segera memusnahkan halaman 128 dan 129," katanya di sela aksi.

Selain membakar, massa yang juga berasal dari kalangan guru dan orang tua siswa mengusung beberapa poster seperti 'Kurtilas, Kurikulum Tidak Jelas', 'Evaluasi Semua Buku Kurtilas', dan 'Tarik Buku Penjas Kls XI Kurtilas'.



Quote:Ada buku pelajaran sebut makam wali berhala



Pada September 2014 lalu juga muncul buku kontroversial di Jawa Timur. Kementerian Agama meminta maaf atas beredarnya buku guru tentang Sejarah Kebudayaan Islam (SKY) kelas VI SD yang tercantum kalau makam wali itu berhala. Pihak Kementerian Agama mengaku bertanggung jawab atas kelalaian tersebut.

"Kami tidak berniat menyinggung dan menyakiti siapapun. Kami berterima kasih sudah diberi masukan. Kami akui ini kelalaian ada pihak saya," ujar Direktur Pendidikan Madrasah Kementerian Agama Nur Kholis Setiawan saat jumpa pers di kantornya, Rabu (17/9).

Nur Kholis menambahkan, pihaknya juga telah melakukan revisi-revisi terhadap kesalahan itu. Selanjutnya, buku yang salah dan telah beredar tersebut ditarik dari peredarannya. "Maksimal 10 hari sudah rampung semua," katanya.

Mengenai kata-kata berhala, akhirnya pihak Kementerian Agama mengganti dan menghapusnya. Dalam buku panduan guru itu, akan diubah arahan penjelasan berhala.

"Kita tidak mengeksplorasikan apa itu berhala. Jadi kita kasih contoh berhala menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia. Jadi pengertian berhala dalam perluasan makna," ujarnya.

Sebelumnya, Kepala Madrasah Tsanawiyah (MTs) Irsyaduth Thullab, Faiq Aminuddin protes dengan isi buku guru tentang Sejarah Kebudayaan Islam (SKI) Kelas VII. Sebab, dalam buku tersebut menyebut makam wali sebagai berhala di era modern.

"Pemberian contoh yang menyebutkan berhala sekarang adalah kuburan para wali tentu tidak sesuai dengan ajaran yang anut oleh warga NU," tulis Faiq dalam suratnya, Selasa (16/9).


Quote:** SENSOR **....KURANG AJAR.....







Quote:Adalah kita selaku orangtua atau orang yang punya kepedulian untuk senantiasa memantau dan memeriksa setiap buku pelajaran yang dipakai oleh anak anak kita. Agar mereka tidak terjebak oleh konten yang sesungguhnya tidak layak untuk mereka baca dan mereka pelajari.......

Quote:Source of Thread

Sumber :http://www.kaskus.co.id/thread/5441ba4adc06bd784d8b457a

TryOut AAMAI

Popular Posts

Solusi WC Mampet Degra Simba

Arsip Kaskus HT

 
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger
close(x)