Home » » Hal-Hal yang Harus Lo Tau Sebelum Modif Motor

Hal-Hal yang Harus Lo Tau Sebelum Modif Motor


Wellcome To My Thread PetrolHeads..
Klik Banner Untuk Menuju Markas Kami


Quote:Kali ini saya akan berbagi ilmu tentang dampak modifikasi motor,
Point yang akan saya bahas adalah :
- Modifikasi yg biasanya dilakukan pada motor harian
- Dampak buruknya
- Solusi
Dan semoga Thread saya bermanfaat,
Mari kita mulai

Quote:Pemasangan skotlet(bahasa bakunya saya ndak tahu)
Banyak dari rider kita pasang skotlet untuk menyegarkan striping motor, maupun melindungi striping bawaan motor agar awet,
Tetapi jika salah metode pemasangan, apa saja resikonya?

1. Perekatan skotlet menggunakan panas dari korek bisa membakar motor.

Solusi : Disarankan menggunakan Hot Air Gun.

2. Metode cutting yg tidak benar bisa melukai striping maupun plastic body motor.

Solusi : Disarankan memakai cutting stiker/striping custom siap tempel

3. Skotlet yg tidak berkualitas gampang pudar terpapar sinar matahari, tetap lebih awet striping & cat asli bawaan motor

Solusi : pakai skotlet yg bahannya bagus


Quote:Fairing pada motor sport naked
Beberapa alasan rider beli motor sport naked adalah karena memang lebih sreg naik motor naked,
Tetapi ada pula yg mempunyai alasan “ngga kuat beli sport fairing, maka beli sport naked buat di sarungi”
Salah satunya adalah saya..
Memang lebih murah pasang fairing di toko variasi pinggir jalan, tetapi dampak kedepannya repot juga,

1. Pada awal-awalnya tidak masalah, Namun lama-kelamaan baut-baut ada yang kendor, bunyi kretek-kretek, sorot lampu kurang terang dll. Mau nggak mau harus sering dikencengin.
Pada saat motor kejeglong lobang, braket fairing bisa saja patah jika pemasangan kurang baik.


2. Tampak “wagu” jika pemilihan fairing kurang tepat, contoh Megapro pake fairing Ninja..



3. Bagi motor sport naked yg dari bawaan pabrik menggunakan radiator, pasang fairing bisa menghambat perawatan di sekitar radiator yg berdampak kotoran menumpuk di sekitar radiator,


Dan akhirnya radiator kotor, malfungsi, hingga kipas radiator mati bahkan meleleh,

Solusinya “Kalau pengen motor sport fairing, gak usah maksain Naked di sarungin”

Quote:Ban Gambot VS Ban Cacing
Jika saya disuruh memilih ban gambot atau cacing..
Maka saya tidak akan pilih keduanya, saya lebih suka pakai ban bawaan sepeda motor,
Mengapa??
Berikut saya berikan sedikit ulasan :

1. Ban cacing, lebih condong untuk meningkatkan peforma motor, “katanya enteng”
Tetapi bahayanya, Grip ban ke permukaan aspal jadi berkurang. Senggol dikit, motor langsung “Break dance” di permukaan aspal, sama sekali tidak disarankan pakai ban cacing.


2. Ban gambot, lebih condong untuk meingkatkan style motor, motor terkesan gagah dari depan kebelakang.
Tetapi dampak jangka panjangnya adalah :
- Rem cepat aus
- Bushing arm oblak
- Rantai keteng bernyanyi
Siapkan dana lebih jika ingin memasang ban gambot di motor anda,
Perbesar rasio gear depan-belakang agar motor tetap enteng tarikannya dan awet rantai ketengnya.

Jelas pakai ban standar lebih aman..

Quote:Copot Mika Stop Lamp
Ini yg sama sekali saya nggak ngerti, walaupun semasa STM saya pernah mencopot mika merah pada stoplamp belakang motor saya. Setelah dipikir-pikir dimana kerennya?
Selain itu mencopot mika merah pada stoplamp membahayakan pengendara di belakang anda,

Sinarnya menyilaukan, & dari jauh kelihatan seperti sinar headlamp yg bisa membuat pengendara di belakang anda bingung..
Sama sekali tidak disarankan melakukan ini.


Quote:Lepas Spion/Spion kaca kecil
Ini juga hal konyol, karena jelas membuat anda susah untuk melihat ke arah belakang.
Modifikasi kok nyusahin,

Kalo mau motor anda terlihat stylist, belilah spion custom merk ternama semacam Riz*ma, selain stylish juga tidak mengurangi fungsi.


Quote:Stang Jepit/Menekuk Stang/Stang Custom
Pada motor sport naked biasanya dibekali dengan stang tipe Fat Bar,
Hanya saja ada yg nekad pasang stang jepit, biar racy, drag style atau apalah. Padahal kalau dilihat-lihat lagi kesannya Wagu..
Bahkan motor bebek/matic pun tak luput dari Drag Style, nekad stangnya di tekuk, hingga sedikit merobek bagian belakang kepala motor,

Hal yg harus anda tahu,

Pertama tentu saja mengurangi kenyamanan berkendara, terutama bagi motor komuter

Kedua, jika ditekuk secara berlebihan, itu akan mengurangi sudut belok, biasanya akan mentok ke tangki di motor sport (fairing / naked). Membuat anda susah bermanuver, maupun menghindari kecelakaan.

Ketiga, ganti stang dari ori ke custom (baplang, jepit, japstyle, cafe racer) akan membutuhkan biaya tambahan untuk mengatur ulang kabel-kabelnya, terkadang kabel kurang panjang atau apalah. Jelas ini menguras dompet anda.

Quote:Peninggi Shock
Membuat kuda besi anda terlihat “Nungging”

Kurah lebih bisa naik dari 3-5cm, tetapi tahukah bahaya jangka panjangnya?
Yup.! Suspensi bisa patah.! Walau jarang terjadi tetapi bayangkan jika hal ini terjadi pada anda,

Waduh,.. syerem gan..


Oke, cukup disini saya membahas modifikasi motor di sektor “style” kalau ada yg mau nambahin, silahkan nanti saya tarik ke pekiwan… .
Kali ini kita lanjut ke sektor performa.


Quote:Bore Up Dapur Pacu
Semakin besar kubikasi sepeda motor, semakin besar pula tenaga yg dihasilkan untuk ngebut,
Tetapi hal itu lumrah saja di arena balap. Jika digunakan harian dijamin bikin tekor,

Jika anda pikir setelah bore up maka motor anda jadi super, dan bisa bejeg gas sesuka hati, itu salah.!
Perawatan motor bore up (kubikasi lebih dari standar) tidaklah mudah.
Hal yg akan anda temui sesudah mem-bore up dapur pacu motor anda adalah :
- Kompresi di ruang pembakaran naik, membuat mesin cepat panas,
- Mesin panas, oli butuh yg lebih kental (lebih malah) itupun 1500km sekali harus ganti oli
- Dapur pacu naik, artinya asupan bahan bakar harus naik pula, bahkan ada teman saya 1liter premium hanya cukup untuk 16km
- Diiringi penggantian part lain, semacam karburator, untuk mengimbangi kapasitas mesin.
- Dan berbagai resiko lainnya.
Saran saya : belajar banyak sebelum melakukan bore up, agar tidak kaget dengan resiko yg akan anda dapatkan.

Quote:Melepas Filter Udara
Saya ngga tahu apa maksud melepas filter udara pada sepeda motor, katanya sih, nafas motor lebih plong, dan akselerasi meningkat
Ibarat hidung, ngga pake masker,

Tetapi tahukah resiko yg bisa merusak sepeda motor anda?
Yang namanya filter udara fungsinya buat menyaring kotoran agar udara yang masuk ke ruang bakar bersih.
Jika di karburator/throttle body tidak ada filter udaranya atau filter udaranya dilubangi maka udara dengan bebas akan masuk ke lubang venturi karburator / TB dan langsung ngacir ke ruang bakar melalui intake manifol dan klep intake. Jika udara di sekitar kita bersih tidak masalah, kalau udara di sekitar kita kotor seperti jalanan macet di jakarta yang penuh dengan polusi maka udara kotor melenggang bebas masuk ke ruang bakar. Lalu apa efeknya jika kita melepas filter udara atau merobek/melubangi filter udara ?

1. Kondisi karburator/TB akan cepat kotor. Jika udara kotor setiap hari masuk maka kotoran akan menumpuk di ruang venturi karburator dan berakibat motor bisa mbrebet karena lubang2 dikarburator bisa mampet bahkan pilot jet dan main jet bisa mampet.

2. Kondisi manifol pasti akan ikut kotor juga karena tumukan kotoran yang tidak disaring oleh filter udara, jika manifol kotor maka semprotan bahan bakar dari injektor atau kabutan bahan bakar dari spuyer karburator akan terhambat oleh kotoran yang menempel di manifol alhasil performa motor berkurang.

3. Dari manifol udara menuju ke klep sebelum masuk ruang bakar, nach… disinilah letak efek paling bahaya karena jika tumpukan kotoran di karburator dan manifol sudah tebal dan udara yang masuk kotor atau bahkan kerikil( batu kecil) bisa masuk karena tidak ada filter udara, jika batu kerikil tadi masuk ke klep pasti klep akan bengkok dan motor akan mogok karena ngempos hilang kompresi.

Masih di seputar klep, karena tumpukan kotoran di klep semakin tebal maka semakin lama tumpukan kotoran semakin tebal dan mengeras saat ada kotoran yang terlepas maka kotoran ini bisa menempel/terjepit di bibir klep alhasil kompresi jadi hilang dan motor mogok.

4. Dari klep lanjut udara di salurkan ke ruang bakar, karena udara kotor dicampurkan dengan bahan bakar maka hasil pembakaran di ruang bakar akan menghasilkan endapan atau karbon yang menempel didinding ruang bakar dan kondisi ini akan mengakibatkan kompresi jadi tinggi, motor cepat panas dan piston cepat aus.


5. Satu lagi efek dari udara kotor masuk ke ruang bakar, piston bisa baret karena adanya kotoran yang masuk keruang bakar. Kotoran ini akan menggesek piston yang bergerak naik turun semakin lama piston jadi baret alhasil motor jadi berisik dan kompresi berkurang motor bisa mogok juga.



Quote:Busi Racing
Baru-baru ini, busi dengan core iridium sedang digandrungi Biker tanah air,
- Karena tahan panas, elektroda lebih kecil dibanding busi reguler
- Membutuhkan tegangan yang lebih rendah untuk memicu pembakaran sehingga jarang terjadi kegagalan saat starter
- Pembakaran lebih presisi, konsisten serta efisien (more efficient combustion)
- Meningkatkan respon gas
- Meningkatkan keiritan (tergantung gaya berkendara)
- Lebih awet (tergantung desain). Dari beberapa penelitian busi Iridium lebih awet hingga 10 kali lipat dibanding busi standart
- Dipercaya meningkatkan tenaga mesin sekitar 1-3% (ora signifikan lho kangbro)
- Meningkatkan kualitas emisi gas buang (lebih ramah lingkungan)

Nah…..jian indah tenan kan kelebihan Iridium. Tidak heran banderol busi ini lumayan mahal yakni bisa diatas 100ribuan. Tapi pertanyaannya bagaimana jika busi ini digunakan untuk motor standart harian??. Berbahayakah??….

Tidak masalah selama motor diseting ulang secara benar.
Namun karena sifat busi Iridium cenderung memberikan dampak panas (karakter pengapian fokus pada satu titik, busi biasa menyebar).

Wajib hukumnya adjust ulang asupan bensin (diperkaya). Jika dibiarkan standar, ditakutkan akan mempengaruhi durability mesin pada jangka panjang. Bagaimanapun standart engine akan tetap lebih cocok menggunakan busi bawaan.
Dengan kata lain, kalau sampeyan condong memikirkan performa busi Iridium memang bisa membantu setidaknya 1-3% (tipissss pol).
Tapi kalau konsen kita hanyalah keawetan mesin busi standart sudah cukup. Sebab seluruh kalkukasi teknis sudah diperhitungan sedemikian rupa dengan durability serta long life engine dari pihak pabrikan.

Quote:Knalpot Racing
Knalpot adalah saluran buang gas sisa pembakaran mesin, selain mengantarkan gas sisa pembakaran keujung belakang sepedamotor ternyata knalpot juga mempengaruhi tenaga mesin.

Mesin oleh pabrikan sepedamotor dirancang satu paket,
mulai dari: Diameter dan Langkah Piston â€" Saluran masuk udara â€" Filter udara â€" Throttle body/Karburator â€" Katup masuk â€" Profil Camshaft â€" Katup buang â€" Knalpot (Pipa buang & Peredam Suara).

Pabrikan Sepedamotor merancang satu paket ini berlandaskan: Target pengunaan Sepedamotor, prioritas utama adalah sepedamotor sebagai alat transportasi, bertenaga, irit bahan bakar, harga bersaing.

Selain itu sepedamotor yang dibuat juga harus sesuai aturan pemerintah setempat dimana sepedamotor dipasarkan, baik secara aturan non teknis: bea masuk, pajak, garansi purna jual, dll
Kontrol emisi gas buang EURO, sekarang Pemerintah Indonesia melalui Dinas Perhubungan sudah menerapkan standar EURO3 , yang sekarang makin tinggi standarnya dibanding EURO2, pabrikan harus menguragi jumlah racun yang dikeluarkan dari knalpot, produksi sepedamotor dengan mesin 2 langkah makin berkurang, dan mesin 4 langkah juga beralih dari sistem asupan bahan bakar karburator ke sistem Injeksi.

Ganti knalpot baik Slip-On yaitu ganti bagian ujung peredam suara saja maupun Full System yaitu dari pangkal yang terpasang dikepala silinder sampai ujung peredam suara, adalah bertujuan meningkatkan penampilan karena bahan knalpot racing lebih bagus dari knalpot standar, stainless steel, titanium, karbon, dll.
Penampilan meningkat, suara lebih besar sedikit (pemakaian masih dijalan raya umum), power to weight ratio lebih baik walau tenaga mesin tetap, karena berat knalpot pengganti lebih ringan dari knalpot standar.

Tenaga mesin meningkat? belum tentu. Test dyno? belum perlu, buka saja busi lihat warnanya bandingkan saat masih knalpot STD dengan knalpot Racing, baik karburator maupun injeksi sama koq, warna busi coklat muda/bersih itu tandanya mesin bertenaga, pembakaran baik.

Yah bisa dibilang hanya dengan ganti knalpot Racing tidak akan menambah power motor secara signifikan,
Yang jelas bertambah besar adalah suara knalpotnya.
Itupun di jalanan ga bisa tenang harus pinter-pinter main kucing-kucingan dengan pak polisi.

Efek yang ditimbulkan?

Konstruksi yang nge-loss dengan tendangan balik minim, kompresi pembakaran akan meningkat. Efek yang paling terasa adalah konsumsi bahan bakar semakin boros. yang lebih beresiko adalah pengoperasian motor yang tidak sesuai prosedur alias sembarangan, bisa berakibat fatal, paling sederhana adalah ring piston cepat aus, selain itu piston bisa cepat tergores, atau bahkan macet, dan ujung2nya kerusakan lah yg terjadi.

Yang harus diperhatikan!
1. jangan sembarangan membeli knalpot racing, yg tidak jelas spesifikasinya yang paling bijak (dan harga terjangkau) adalah lakukan pemesanan di bengkel knalpot terpercaya, yg memiliki beragam ukuran dan konstruksi yg sesuai dengan karakter mesin, standart atau tune up, bahkan kita bisa mendesain sendiri konstruksinya, atau opsi lain jika agan2 punya doku lebih, beli knalpot yg high end (branded ternama) yang menjamin kualitas.

2. lakukan prosedur sewajarnya saat mengendarai motor, lakukan start awal normal-normal saja, jika rpm mesin sudah tinggi silahkan menggeber dan memainkan rpm karena pada kondisi ini sirkuasi oli sudah sempurna.

3. sesuaikan ukuran, misalnyadiameter out silinder disamakan dengan diameter leher ujung angsa, agar tidak terjadi pemampatan gas buang yg berlebihan, karena jika diameter ujung leher angsa lebih kecil, bisa memicu peningkatan suhu mesin berlebihan.

4. lakukan penyetelan ulang karburator, ataupun injector (untuk yg ber injeksi) setelah penggantian knalpot, dengan kondisi ini jangan setel suplay bahan bakar pada settingan kering , lebih bagus pada settingan basah untuk menghindari suhu mesin meningkat secara berlebihan.
5.Perhatikan kondisi dan warna busi. jika busi berwarna putih bersih, berarti settingan terlalu kering, atau sebaliknya busi ke hitaman, settingan terlalu basah…., idealnya adalah kecoklatan/ merah bata berarti settingan sudah tepat.

6.ganti oli secara teratur, bila perlu lakukan penggantian lebih cepat dari jadwalnya, mengingat suhu mesin yg meningkat ,untuk menghindari menurunnya kualitas pelumasan karena pemakaian mesin pada kondisi panas yg terlalu lama.


Quote:ECU/CDI Racing
ECU(pada motor injeksi) & CDI (pada motor karbu) bisa di ibaratkan sebagai otak motor untuk mengatur pembakaran.

Jika telah mencapai RPM(putaran mesin) tertentu maka ECU/CDI akan mengurangi pasokan listrik ke Busi dan mencegah mesin berputar lebih tinggi lagi, hal itu dilakukan untuk menjaga keawetan dapur pacu & safety pengendara.

Namun bagi mereka yg haus speed biasanya akan membeli ECU/CDI Racing, dimana tanpa limiter, hingga motor bisa digeber ke RPM maksimal tanpa ada gejala mbrebet.
Selain itu cara kerja ECU/CDI Racing adalah dengan cara memajukan timing pembakaran, penggunaan ECU/CDI racing harus di imbangi dengan penggunaan bahan bakar beroktan tinggi.
Juga karburator/trhotle ber venturi besar, jika tidak, maka akan seperti ini

Bisa dilihat terjadi floating klep karena RPM terlalu tinggi dan pembakaran telat (pake premium)
Lalu klep patah di ruang bakar saat mesin bekerja, dan berantakanlah semua..
Saran Saya : Jika Anda Kuat beli ECU/CDI Racing, perhitungkan parts lain yg perlu diganti untuk mengimbangi performa mesin.

Ampe Ga Muat gan buat tulisan ane...
sambungan trit ane ada dibawah ye..

Sumber :http://www.kaskus.co.id/thread/54159b2ec0cb171d518b4575

TryOut AAMAI

Popular Posts

Solusi WC Mampet Degra Simba

Arsip Kaskus HT

 
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger
close(x)