Home » » Musibah yang Melanda Indonesia di Penghujung Tahun 2014

Musibah yang Melanda Indonesia di Penghujung Tahun 2014




Quote:Tidak terasa kita sudah berada di penghujung tahun 2014 yaitu di Bulan Desember , dan apa kalian sadari di penghujung tahun 2014 ini Negeri kita tercinta Indonesia mengalami banyak musibah, mulai dari Banjir, tanah longsor, dan yang baru ini jatuhnya Pesawat air Asia. Nah disini ane mau memberikan informasi bencana-bencana apa saja yang menimpa Indonesia di akhir tahun 2014 ini, Cekibrumm

Spoiler for 1. Banjir di BandungTEMPO.CO, Bandung - Ribuan rumah di Kecamatan Dayeuhkolot dan Kecamatan Baleendah, Kabupaten Bandung, terendam banjir, Kamis, 20 November 2014. Banjir disebabkan oleh meluapnya air di beberapa aliran sungai yang melewati daerah tersebut sejak Rabu malam.

"Banjir mulai melanda permukiman warga sejak pukul 23.00. Sebenarnya luapan air dari Citarum tak terlalu besar, tapi air Sungai Cisangkuy naik setinggi 3,6 meter," ujar Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Bandung Marlan kepada Tempo, Kamis, 20 November 2014. (Baca juga: Banjir di Dayeuhkolot, Ratusan Rumah Terendam)

Marlan menyebutkan ratusan warga tak bisa menempati rumah mereka akibat banjir. Sedangkan warga yang diungsikan baru 124 orang dari 34 keluarga. Banjir terparah terjadi di Kampung Cieunteung, Kelurahan Baleendah, Kecamatan Baleendah. Di daerah tersebut, banjir 2 meter sempat melanda permukiman warga. "Air di Cieunteung cukup lama surutnya. Maka dari itu, warga yang diungsikan dipastikan akan bertambah," ujarnya.

Untuk mengamankan kawasan yang terendam, BPBD dibantu oleh kelurahan, Palang Merah Indonesoa, Dinas Sosial Kabupaten Bandung, serta Kepolisian Sektor Baleendah dan Dayeuhkolot akan bekerja sama. Mereka telah menyiapkan puluhan perahu kayu dan karet untuk membantu warga yang terkena banjir."Meskipun air sudah mulai surut, kami tetap mengantisipasi datangnya kembali banjir dengan menyiapkan beberapa perahu," uja Marlan.

Ia pun menambahkan, banjir di kawasan tersebut sudah merupakan siklus tahunan. Setiap kali musim hujan datang, kawasan tersebut tak pernah lepas dari ancaman banjir. "Prediksi kami, ancaman banjir di kawasan Kabupaten Bandung masih ada hingga Desember mendatang," ujarnya.

Menurut dia, Kabupaten Bandung rawan banjir karena tingkat sedimentasi di aliran sungai yang melewati Kecamatan Dayeuhkolot dan Kecamatan Baleendah tiap hari meninggi. Hal tersebut membuat sungai mengalami pendangkalan. "Apabila musim hujan, air sudah tidak bisa tertampung," ucapnya.

Lurah Baleendah, Eko Haryanto, mengatakan warga yang diungsikan untuk sementara ditempatkan di GOR Baleendah. Dengan begitu, pihak kelurahan mudah memantau mereka. "Kami juga telah menyiapkan lima tempat tambahan untuk pengungsian warga yang terkena dampak banjir," ujarnya.
Spoiler for 2. Tanah Longsor di Puncak


Merdeka.com - Bencana tanah longsor kembali terjadi di kawasan Puncak, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Enam rumah warga dan satu musala yang berada di Kampung Legok Bagong, Desa Cipayung Datar, Mega Mendung, tertimbun tanah pagi tadi.

Dua orang warga Aris (55) dan Hendi (12) tewas dan sudah dievakuasi oleh tim gabungan. Sementara tiga lainnya Karmina (42), Roni (25) dan Ipa (11) masih tertimbun tanah setinggi kurang lebih 50 meter.

Pantauan merdeka.com, Selasa (15/1), rumah yang tertimbun longsor berada di bawah, dan kini sudah rata dengan tanah. Jarak rumah dengan Jalan Raya Puncak sekitar 500 meter.

Ratusan petugas tim SAR bersama anggota gabungan TNI dan Polri terus melakukan pencarian korban lainnya. Namun tim kesulitan membawa alat berat ke lokasi karena akses jalan yang sulit dilalui.

Saat ini hujan rintik-rintik masih terus turun. Petugas berhati-hati karena kondisi tanah yang masih labil, dan jarak ke lokasi yang berjarak 100 meter dari aliran sungai Ciliwung.

Kapolres Bogor AKBP Asep Safrudin mengatakan proses pencarian akan terus dilakukan. Kini petugas secara perlahan masih mengangkat puing-puing bangunan
Spoiler for 3. Banjir di Aceh Metrotvnews.com, Aceh Utara: Hujan dengan intensitas tinggi mengakibatkan banjir tak kunjung surut di Kabupaten Aceh Utara, Aceh. Bahkan hingga Rabu (24/12/2014), area banjir meluas.

Sebelumnya, hanya 18 dari 24 kecamatan yang terendam. Namun kini wilayah yang terendam bertambah menjadi 21 kecamatan.

Akibatnya, jumlah pengungsi pun bertambah. Bahkan tim posko penanggulangan banjir kesulitan menghimpun data korban dan kerugiannya.

Hingga kini, jumlah warga yang bertahan di posko pengungsian mencapai 17 ribu orang. Ketinggian banjir mencapai dua meter.

Tak hanya mengganggu aktivitas warga, banjir juga mengakibatkan kegiatan perkantoran terhenti. Hampir seluruh gedung sekolah, kantor pemerintahan, bahkan kantor polisi tutup.

Bupati Aceh Utara Muhammad Thaib mengakui banjir itu merupakan yang terparah selama 2014. Bahkan, katanya, banjir Aceh Utara masuk dalam kategori bencana nasional.

Bupati meminta segenap pihak membantu warga yang terjebak banjir. Terutama, distribusi bantuan kepada warga yang masih bertahan di rumah masing-masing dan enggan mengungsi.
Spoiler for 4. Tanah longsor di Banjarnegaraindosiar.com, Banjarnegara - Lebih dari 100 jiwa warga desa Cijeruk, Banjarmangu, kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah tewas akibat tanah longsor. Musibah tersebut terjadi pada Rabu pukul 04.00 WIB ketika warga tengah tertidur lelap.

Hingga petang tadi tim SAR yang mengerahkan sejumlah alat berat untuk mengevakuasi korban bencana longsor di dusun Gunung Raja desa Cijeruk, Banjarmangu, kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah baru bisa mengevakuasi 15 korban tewas dari lokasi yang tertimbun tanah.

Menurut bupati Banjar Negara Muhammad Chasricad yang meninjau lokasi petang kemarin, diperkirakan masih terdapat sekitar 94 warga yang tewas tertimbun.

Pencaharian korban dihentikan sekitar pukul 18,00 WIB karena hujan kembali mengguyur wilayah ini dan akan dilanjutkan esok.

Bencana longsor yang terjadi Rabu sekitar pukul 04,00 WIB, menewaskan ratusan warga Dusun Raja. Dari 5 RT di dusun tersebut, 4 RT diantaranya tertimbun sehingga hampir dipastikan menewaskan seluruh penduduknya.

Sementara satu RT lainnya yaitu RT 5 RW 3 hanya sebagian wilayahnya yang tertimbun. Tercatat dari 104 dari 185 rumah warga di dusun yang terletak 12 kilometer dari kota banjar negara tersebut tertimbun longsor.

Sebenarnya bencana tersebut telah diantisipasi ketika sekitar pukul 02,00 WIB, bukit setinggi 100 meter dibelakang pemukiman rumah warga ambrol. Warga sempat diminta pindah dari rumah masing-masing dan berkumpul di lapangan.

Namun karena merasa situasi sudah aman, warga kemudian kembali ke rumah masing-masing. Dua jam kemudian, sekitar pukul 04.15 WIB saat warga kembali tidur, bukit kembali longsor dan menimpa ratusan rumah penduduk.

Hingga semalam korban yang telah dievakuasi masih disimpan di ruang kelas SDN Cijeruk dan sebagian lagi di Rumah Sakit Banjar Negara. Sepuluh warga yang menderita juga ikut dirawat di Rumah Sakit Banjar Negara.

Data di kantor desa menyebutkan terdapat 655 jiwa mendiami dusun Gunung Raja. Sekitar 200 warga saat ini berada di lokasi pengungsian, sedang 455 warga masih belum diketahui nasibnya
Spoiler for 5. Angin Puting beliung di BandungTEMPO.CO, Bandung - Angin puting beliung merusak bangunan dan pemukiman warga Bandung Timur, Kamis, 18 Desember 2014. Lokasi terparah berada di Kampung Pangaritan, Kelurahan Cibiru Wetan, Kecamatan Panyileukan, Kota Bandung. Di lokasi tersebut ratusan bangunan rusak dan satu orang dinyatakan meninggal setelah tertimpa reruntuhan tembok yang koyak disapu angin.

Korban meninggal bernama Suti, usia 90 tahun, warga kampung Pangaritan, RT 02, RW 04, Kelurahan Cibiru Wetan, Kecamatan Panyileukan. Keluarga korban, Ade, mengatakan pada saat kejadian Suti sedang berada di dalam rumahnya. Setelah angin berhenti, keluarga menemukan Suti sudah dalam keadaan meninggal tertimpa reruntuhan tembok.

"Pada saat penghuni rumah yang lain mencari tempat perlindungan, Mak Suti sedang berada di rumah. Ia tidak mengetahui ada kejadian angin puting beliung," kata Ade.
Ade mengatakan, peristiwa itu terjadi sekitar pukul 16.30. Angin kencang tersebut sempat membuat warga panik. Sebagian warga keluar dari rumahnya mencari tempat yang aman. Selain diterpa angin, pemukiman padat penduduk tersebut pun diterpa material bangunan yang dibawa angin.

Pantauan Tempo setelah kejadian, terlihat ratusan rumah di tiga RW di kampung Pangaritan mengalami rusak. Material bangunan dan dedahan pohon berserakan sehingga menyulitkan akses pengedara motor dan pejalan kaki. Selain itu, satu buah gardu listrik meledak yang mengakibatkan listrik padam.

Terlihat tim Badan penanggulangann Bencana Daerah Jawa Barat sedang mengumpulkan data dan informasi akibat dari bencana tersebut. "Saat ini kami kesulitan mengumpulkan informasi karena listrik padam dan hujan terus mengguyur," kata seorang petugas BPBD kepada Tempo.

Berdasarkan informasi yang dihimpun Tempo, terdapat belasan warga yang mengalami luka. Empat diantaranya telah dibawa ke rumah sakit.
Spoiler for 6. Jatuhnya Pesawat Air AsiaTRIBUNNEWS.COM, BELITUNG - Pesawat Airbus Air Asia A 320 dengan nomor penerbangan QZ 8501, dikabarkan jatuh di perairan laut Belitung Timur, Bangka Beltung, Minggu (28/12/2014). Namun belum dipastikan titik lokasi jatuhnya pesawat tersebut.

"Tadi Pak Danlanud telepon Bapak (Basuri), ngasi informasi ada pesawat Air Bus jatuh di sekitar perairan Beltim," ungkap Yuhinu, ajudan Bupati Beltim Basuri T Purnama, saat menghubungi bangkapos.com, Minggu (28/12/2014).

Terpisah Kasat Polair Beltim AKP Yanto mengatakan, informasi yang diperoleh dari direktorat polair Babel, perkiraan lokasi perairan Babel. Namun masih dipastikan lokasi pesawat jatuh.

"Kita masih koordinasi dengan direktorat dan mengumpulkan informasi dari nelayan maupunkapal yang melintas perairan Beltim," ungkap AKP Yanto saat dihubungi bangkapos.com
Spoiler for 7. Kebakaran di Pasar Klewer SoloKebakaran yang melanda Pasar Klewer Solo mengakibatkan para pedagang batik merugi hingga mencapai triliunan rupiah.

Berdasarkan pantauan BBC Indonesia, asap hitam masih terlihat membumbung dari pusat perdagangan tekstil dan batik tersebut hingga pukul 12.00 WIB, Minggu (28/12).

Sebanyak 30 mobil pemadam kebakaran dikerahkan untuk memadamkan api. Namun, api masih terlihat berkobar di sisi tengah pasar tersebut.

Sementara itu, para pedagang di pasar tersebut terlihat sibuk mengevakuasi barang dagangan mereka yang masih bisa diselamatkan.

Salah satu pedagang di Pasar Klewer, Umi Markhamah, mengaku hanya bisa pasrah. Diperkirakan kios miliknya yang terdapat di lantai dua Blok CC ludes dilalap api mengingat awal kobaran api pada Sabtu (27/12) malam berasal dari lantai dua.

"Saya belum bisa mengecek kondisi kios saya karena oleh petugas polisi tidak diperbolehkan masuk. Semoga saja ada keajaiban," kata Umi.

Dia menduga menderita kerugian hingga ratusan juta rupiah. Pasalnya, semua dagangannya tidak bisa dievakuasi keluar. "Tahu ada informasi kebakaran, saya langsung ke pasar, tetapi ya tidak bisa mengamankan barang dagangannya," ucapnya.

Hal senada juga diungkapkan oleh Ibrahim, pemilik toko kain Aneka Jaya. Ia menyebutkan dua kiosnya yang terletak di dalam pasar luder terbakar. Tidak ada satu pun barang dagangannya yang bisa diselamatkan.

"Dua kios saya habis terbakar. Total kerugiannya mencapai Rp500 juta. Karena barang dagangannya semalam tidak bisa dievakuasi," ujar dia.
Armada pemadam kebakaran didatangkan dari Solo dan sejumlah daerah sekitar.

Fatum Al Katiri, seorang pedagang busana muslim di Pasar Klewer, memperkirakan total kerugian para pedagang mencapai miliaran rupiah. Sebab, jumlah pedagang yang berjualan mencapai 2.000 orang.

Fatum berharap Pemerintah Kota Solo segera membuatkan pasar darurat. Sebab, sebagian pedagang di Pasar Klewer menggantungkan hidupnya dari berjualan di pasar ini.

"Secepatnya harus segera dibuatkan pasar darurat. Pemerintah harus cepat membuatkan tempat untuk berjualan. Para pedagang itu hidupnya ya dari sini. Saya juga punyanya toko hanya satu yang terbakar itu, keluhnya.
Pasar darurat

Wali Kota Solo, FX Hadi Rudyatmo, mengaku Pemkot Solo telah berkoordinasi dengan pihak pemerintah pusat terkait musibah kebakaran ini.

Koordinasi tersebut lebih menitikberatkan kepada penanganan pascakebakaran, seperti halnya pembuatan pasar darurat yang diperuntukkan bagi para pedagang Klewer.

"Saya sudah berkoordinasi dengan pemerintah pusat untuk pembuatan pasar darurat. Saya juga minta Pak Presiden untuk terlibat dalam pembangunan pasar ini," katanya kepada kontributor BBC Indonesia di Solo.
Kobaran api masih terlihat di Pasar Klewer sampai Minggu (28/12) siang.

Pembuatan pasar darurat, lanjut dia, akan dirapatkan pada Minggu (28/12) malam. Rencananya ada tiga pilihan lokasi untuk pembuatan pasar darurat, yakni halaman Benteng Vastenburg, Pusat Grosir Solo dan Beteng Trade Center.

"Tetapi untuk keputusan mana lokasinya, baru akan dirapatkan pada nanti malam," ucapnya.

Ketika disinggung mengenai jumlah kerugian, ia menyebutkan mencapai triliun rupiah. Pasalnya, jumlah kios yang terbakar mencapai ribuan. "Kan jumlah kios itu diperkirakan mencapai 2.700 kios. Jadi total kerugian triliunan itu," sebutnya.

Quote:Kita sebagai Manusia sebagai Umat Sosial harus saling tolong menolong antar umat Manusia, Maka dari itu kita sebaiknya Memberi Pertolongan Doa maupun materi kepada orang-orang yang tertimpa musibah.

Quote:Kalo ada Kaskuser yang mau nombokin , nanti ane taro di Pejwan

Spoiler for Rekomendasi HT

Quote:Disini TS Sangat mengharapkan dan , TS Tidak mau makan

Spoiler for SumurTempo (Tempo.co)
Merdeka  (Merdeka.com)
Metro tv news  (metrotvnews.com)
Tribun news  (tribunnews.com)
indosiar  (indosiar.com)
BBC  (www.bbc.co.uk)

Sumber :http://www.kaskus.co.id/thread/54a11a7f138b4665638b4568

TryOut AAMAI

Popular Posts

Solusi WC Mampet Degra Simba

Arsip Kaskus HT

 
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger
close(x)