Home » » Perbedan Cerita Mahabarata Jawa dengan India

Perbedan Cerita Mahabarata Jawa dengan India

WELCOME TO .saprol. TREAD
mumpung masih di atas dulu ganSpoiler for mewekQuote:viewnya udah 2000 lebih tapi yang koment cuman 55 gan

TS lebih menghargai junker dari pada silent reader
Spoiler for no repsol gan
Quote:akhir2 ini cerita mahabarata sangat populer di masyarakat indonesia,disamping cerita yang menarik pemeran dari serial india yang lagi ngehits ini juga tampan sehingg menarik hati para penonton terutama kaum hawa.Tetapi tahukah agan2 sekalian klu cerita mahabarata ini juga ada di masyarakat jawa.Terdapat perbedaan antara cerita mhabarata jawa dan india mau tahu ga cekicrooot
1.DROPADI
Spoiler for DROPADI
Didalam cerita india dropadi merupakan istri dari kelima pandawa tetapi di versi jawa dropadi hanya milik yudhistira.karena untuk menyesuaikan dengan budaya masyarakat indonesia.
2.srikandi
Spoiler for SRIKANDI INDIASrikandi versi India:
Shikandi adalah seorang tokoh dalam wiracarita MAHABHARATA. Putra Drupada, ia berjuang dalam perang Kurukshetra di pihak Pandawa.
Dia telah lahir di masa sebelumnya sebagai seorang wanita bernama Amba, yang ditolak oleh Bisma untuk menikah.
Karena merasa terhina dan ingin membalas dendam, Amba melakukan tapa dan penebusan dosa besar dengan keinginan untuk menjadi penyebab kematian Bisma. Amba kemudian dilahirkan kembali sebagai Shikhandini (wanita).Dari dia lahir,terdengar suara dewata yang memerintahkan kepada ayahnya untuk membesarkannya sebagai anak laki-laki. Jadi Shikhandini dibesarkan seperti pria dan mengganti namanya Shikhandi, terlatih dalam peperangan dan akhirnya menikah.Pada malam pernikahannya, istrinya menghinanya pada saat menyadari kenyataan sebenarnya. Dengan maksud untuk bunuh diri, ia melarikan diri dari Pancala, tetapi diselamatkan oleh seorang Yaksha yang bersedia untuk menukarkan kelaminnya dengan Shikhandi .Shikhandi kembali ke keraton sebagai seorang pria dan telah menikah hidup bahagia bersama istri dan punya anak juga. Setelah kematiannya, kejantanannya dikembalikan kepada Yaksha dan Shikhandi mati sebagai wanita.Dalam pertempuran di Kurukshetra, Bisma mengenalinya sebagai titisan dari Amba yang terlahir kembali, dan tidak ingin untuk melawan 'seorang wanita', sehingga dia menurunkan senjatanya. Mengetahui bahwa Bisma akan bereaksi demikian terhadap Shikhandi, Arjuna bersembunyi di belakang Shikhandi dan menyerang Bisma dengan tembakan anak panah yang mematikan.
Jadi, hanya dengan bantuan Shikhandi, Arjuna mengalahkan Bisma, yang telah hampir tak terkalahkan sampai saat itu. Shikhandi akhirnya dibunuh oleh Aswatama pada hari ke-18 pertempuran.
Srikandi seorang putri perwira yang senantiasa menjaga kehormatan suami, baik di masa damai maupun di masa perang.
Spoiler for JAWAWayang Kulit Srikandi gaya SoloDewi Wara Srikandi dikisahkan lahir karena keinginan kedua orangtuanya, yaitu Prabu Drupada , raja negara Cempalareja dan Dewi Gandawati, menginginkan kelahiran seorang anak dengan normal. Kedua kakaknya, Dewi Dropadi dan Drestadyumna, dilahirkan melalui puja semadi. Dropadi dilahirkan dari bara api pemujaan, sementara asap api itu menjelma menjadi Drestadyumna.Dewi Srikandi bermata jaitan, berhidung mancung, bermuka mendongak, menandakan ia putri bersuara dencing. Bersanggul gede (nama bentuk sanggul). Berjamang dengan garuda membelakang. Sebagian rambut terurai bentuk polos. Berkalung bulan sabit. Berkain dodot putren (pakaian putri dalam kraton).Dewi Srikandi sangat gemar dalam olah keprajuritan dan mahir dalam mempergunakan senjata panah. Waktu masih remaja putri ia berguru memanah pada Raden Arjuna. Pada suatu hari Srikandi melihat Arjuna mengajar memanah gundiknya, Rarasati. Lalu datang Srikandi pada Rarasati untuk belajar memanah. Tetapi ini sebenarnya hanya cara untuk bisa bertemu dengan Arjuna.Tingkah laku Srikandi ini menjadikan murka Dewi Drupadi, permaisuri Prabu Puntadewa dan kakak perempuan Srikandi. Drupadi menganggap kurang baik perbuatan adiknya itu.Ketika ia menonton kimpoinya Arjuna dengan Sumbadra, melihat tingkah laku kedua pengantin itu dan ingin menjadi pengantin pula. Menurut adat susila Jawa, seorang gadis dulu dilarang melihat pengantin. Tetapi jaman berobah dan gadis-gadis mengerumuni pengantin sekarang dianggap biasa.
Dewi Wara Srikandi pernah dipinang oleh seorang raja, Prabu Jungkungmardea dari kerajaan Parangkubarja. Prabu Drupada tertarik untuk menerima lamaran itu, tetapi Srikandi lalu mengadu pada Arjuna.
Srikandi dibela Arjuna dan di dalam perang yang terjadi, mati terbunuhlah Jungkungmardea. Karena hal itulah kemudian ia diperistri juga oleh Raden Arjuna. Selanjutnya Srikandi diperistri oleh Arjuna dengan adat kebesaran perkimpoian seorang pangeran dengan seorang putri. Dalam perkimpoian tersebut mereka tidak mempunyai anak.Tabiat Srikandi seperti laki-laki, gemar berperang dan oleh karena itu disebut juga putri prajurit. Hingga kini, wanita-wanita yang berani menentang hal-hal yang tidak baik, terutama yang mengenai bangsa Indonesia, disebut Srikandi-Srikandi.
Dewi Srikandi menjadi suri tauladan prajurit wanita. Ia bertindak sebagai penanggung jawab keselamatan dan keamanan kesatrian Madukara dengan segala isinya. Srikandi seorang putri perwira yang senantiasa menjaga kehormatan suami, baik di masa damai maupun di masa perang.
Srikandi seorang putri yang gampang marah, tetapi kemarahannya lekas reda. Tanda bahwa ia sedang marah, membikin rujaklah ia dan memakannya sambil berkata-kaca keras tak berkeputusan. Kalau sangat marah barang-barang pecah belah dipecahkannya dan burung-burung perkutut kepunyaan Arjuna dilepaskannya.Dalam perang Bharatayuddha, Dewi Srikandi tampil sebagai senapati perang Pandawa menggantikan Resi Seta, kesatria Wirata yang telah gugur untuk menghadapi Bisma, senapati agung balatentara Korawa. Dengan panah Hrusangkali, Dewi Srikandi dapat menewaskan Bisma, sesuai kutukan Dewi Amba, puteri Prabu Darmahambara, raja negara Giyantipura, yang dendam kepada Bisma.
Dalam akhir riwayat Dewi Srikandi diceriterakan bahwa ia tewas dipenggal kepalanya saat sedang tidur oleh Aswatama (anak dari Pandita Durna) yang menyelundup masuk ke keraton Hastinapura setelah berakhirnya perang Bharatayuddha.

3.Gandari
Spoiler for Gandari
Dalam versi india Gandari tetap sayang kepada pandawa walau buka anaknya sendiri tetapi dalan versi jawa gandari sangat membenci pandawa,karena dul sebenarnya gandari mencintai pandu tetapi pandu memberikannya kepada destrarasta.akhirnya gandari mendidik anaknya benci terhadap pandawa.
4.Punakawan
Spoiler for punakwan
di dalam pewayangan jawa pandawa di asuh oleh punakawan yaitu semar,gareng,petruk dan bagong.sedangkan kurawa diasuh oleh togog.
perbedaan tersebut merupakan adaptasi dengan bangsa indonesia sendiri,banggalah dengan budaya kita gan.
Spoiler for Perdebatan penggila mahabarataQuote:Original Posted By v312m0ntâ–º

Klo ente seneng Mahabharata versi negeri sendiri, kan ditayangin tuh gan sama stasiun ikan terbang.. Ksatria Pandawa 5

ANe coba bantu jawab ya gan.. tapi jawaban ane gak ada hubungannya sama Agama atau kepercayaan apapun ya gan..
Gini, Mahabharata dan Ramayana itu disebut sebagai "epos" gan, atau sederhananya cerita legenda.. jadi memiliki penulis yaitu Bhagawan Vyasa  (id.wikipedia.org) yang menulis Mahabharata dan Resi Walmiki  (id.wikipedia.org) yang menulis Ramayana. Satu fakta menarik tentang Bhagawan Byasa adalah bahwa beliau adalah keturunan langsung dari wangsa Bharata, karena ibunya yaitu Satyawati menikah dengan Santanu yang saat itu adalah raja Hastinapura. Mahabharata dan Ramayana tidaklah merupakan bagian dari kitab suci agama Hindu, namun ajaran2 yang terkandung di dalam epos ini dapat menjadi panutan bagi seluruh umat manusia.
Masalah nama, Bharata adalah nama wangsa, klo sekarang mungkin dikenal dengan nama "kasta", dan dinamakan Mahabharata karena itu adalah pertempuran antar sesama wangsa Bharata.



Salah gan, Khrisna itu bukan dewa, namun manifestasi dewa yang turun langsung ke dunia. JIka ada orang yang melakukan pemujaan kepada Khrisna, itu hanya bagian dari kepercayaan gan. Namun, Khrisna sendiri dikatakan merupakan Avatara Visnu yang paling sempurna. Referensi bisa dilihat di sini   (triokasetiawan.wordpress.com) gan.

Quote:Original Posted By inob â–º

asyik sepertinya agan paham betul ttg kisah mahabarata,
terima kasih penjelasannya tp jadi ada pertanyaan lagi nih....kalo yg agan ceritakan diatas ttg resi abiyasa bukannya itu cerita menurut mahabaratanya gan? karena yg menurut link wikipedia yg agan kasih itu resi abiyasa itu keturunan dari resi parasara dan setyawati
...
ane ndak suka sinetronnya gan, suka akan cerita mahabarata dan ramayana tp lebih suka dgn yg versi jawa...suka dengan filosofinya
contoh : jika titisan dewa wisnu turun ke bumi dia harus diikuti dengan pasangannya kalo ndak salah namanya dewi sri ( bukan dewi padi ) yg konon jika nanti dipasangkan sebagai suami istri akan menambah kemuliannya nah karena ada kesalahpahaman pada kehidupan sebelumnya antara rama dan shinta....dewi sri turun ke bumi mengikuti dewa wisnu yang mewujud ke basudewa krisna tetapi sebagai adik kandungnya yaitu sembadra. pesan yang tersirat adalah...walaupun secocok cocoknya atau jodoh sekalipun saudara kandung tidak bisa menikah
...banyak cerita yg diubah oleh dalang dalang pada wayang kulit jawa kadang ane pribadi menikmatinya, contoh cerita yg ane keingatan tuh cerita ttg burisrawa (cerita di dalam mahabaratha jawa) yg ama dalangnya bukan sebagai pemuda buruk rupa dan bertampang raksasa tapi oleh dalangnya digambarkan sebenarnya burisrawa itu tampan, bahkan setampan arjuna cuma tingkah lakunya buruk dan sifatnya yg seperti raksasa (doyan maksiat) tp jadi linglung dan tergila gila kepada sembadra...yg akhirnya sembadrapun luluh juga dan selingkuh ( emang dalangnya super ngawur ) tapi cerita itu masuk akal...kadang wanita baik baik pun lebih memilih ke pemuda yg ugal ugalan daripada pemuda yg sholeh dan berbudi

Quote:Original Posted By v312m0nt â–º


hehehe maaf gan mungkin bukan paham betul, hanya kebetulan tahu saja kok..
iya gan ane juga salah paham barusan, Bhagawan Byasa yang ane tulis itu emang berdasarkan kisah Mahabharata nya sendiri gan. Cuman sepertinya pernyataan yang mengatakan bahwa Bhagawan Byasa adalah keturunan asli Bharata mungkin saja benar. Karena selama ini ane dikasi tahu nya begitu, apakah ada perbedaan antar versi mungkin saja...
Tapi klo menurut ane pribadi gan, kisah asli epos-epos ini kan asli dari India. dibawa ke Indonesia pasti akan menyesuaikan dengan budayanya bukan begitu? Namun apapun versinya, nilai-nilai moral dan filosofi yang dikandung tetaplah sama, sebagai acuan hidup umat manusia. Sayang nya jaman sekarang kisah ini hanya dinikmati secara pemainnya saja, bukan filosofinya.
Spoiler for Tambahan dari agan2Quote:Original Posted By cipluk01â–º
Nambahin gan..kalo versi india gatotkaca putra bima ga bisa terbang..cuma bisa tiwikrama..kalo versi jawa bisa terbang supersonik, otot kawat tulang besi, tiwikrama, penglihatan n pendengaran super..salah satu ksatria favorit ane gan..Quote:Original Posted By prastyawan â–º
Gatot kaca
Dalam versi india dia berbentuk raksasa dan maaf tidak terlalu ganteng ( ya kayak raksasa gtu gan )
Dlm versi jawa, gatot kaca memaka topeng baja yang membuatnya gagah dan sempurna.
Bayangkan orang yang baik, sakti, sangat kuat namun tidak ganteng. Di indonesia ini tidaklah populer..
Makanya dulu sujiwo tejo memprediksikan kemenanga SBY dlm pilpres karna Gagah. Masyarakat indo menganggap rupa adalah cermin hati. Jadi kl hati baik rupa gagah gitu. Dan menganggap pemimpin harus gagah.


Quote:Original Posted By kazamasa â–º
jujur gan ane lebih suka cerita mahabarata yg versi india
kenapa???

mahabarata versi jawa terlalu itam putih
pandawa terlalu diagung agungkan,,,seolah ksatria tanpa cela,,,padahal beuh..... pandawa bnyak bgt kesalahan nya,,,perang aja gak mengindahkan kode etik perang

dan kurawa digambarkan sangat jahat,,bengis,,iblis dll
well kurawa sndiri bisa melakukan smua itu juga karena ada alesan
knapa duryudana bisaseperti itu??
knapa shakuni bisa stpi itu??
dan kresna sama shakuni sbnarnya sama aja liciknya
ada alesan nya gann,,,bnyakin referensi deh

semua tokoh di mahabarata pun gak semua baik bgt atau jahat bgt
semua memiliki gray side
dan hal itulah yg membuat kisah ini menjadi epos terbaik sepanjang masa
dan menurut gue cerita mahabarat versi jawa diperuntukan untuk anak2 atau pemula
no offense


serial mahabarata yg skrg aja bnyak yg melenceng
yg bener pas jaman tahun 80/90 an gue lupa taun brapa itu film

dan semenjak gue ngerti versi indianya gue jadi gak simpatik sama pandava
gue lebi kasian sama karna
hiks hiks

Quote:Original Posted By v312m0nt â–º


nah ini lah dia komen yang bener2 bermanfaat dan mendidik. Kurawa dan Pandawa sebenarnya sama2 abu2, liat saja bagaimana terlihat "bodohnya" pandawa ketika taruhan dalam permainan dadu. Saat itu justru Shakuni yang berkata2 benar. seharusnya Yudhistira bisa berhenti, namun karena alasan "jalan kebenaran", Pandawa dan istrinya pun dipermalukan.
Sebaliknya, lihat bagaimana kebaikan hati Duryodhana saat membela Karna dan memberikan gelar Raja Anga kepadanya. Wajrlah ketika perang Karna masih memilih untuk membela temannya itu walaupun dia sudah tahu bahwa dia adalah kakak tertua Pandawa, dan dia tahu bahwa temannya berada di jalan yang salah. karena hutang budi lah Karna memutuskan demikian.
Kisah yang menunjukkan keabu2an Pandawa dan Kurawa ini jelas tercantum di Parwa terakhir Mahabharata, yaitu Swargarohana Parwa.

Btw, ane setuju gan, karakter yang sebenernya patut dibanggakan di epos ini adalah Karna... sedih ane liat waktu kematiannya gan

Quote:Original Posted By kazamasa â–º
jujur gan ane lebih suka cerita mahabarata yg versi india
kenapa???

mahabarata versi jawa terlalu itam putih
pandawa terlalu diagung agungkan,,,seolah ksatria tanpa cela,,,padahal beuh..... pandawa bnyak bgt kesalahan nya,,,perang aja gak mengindahkan kode etik perang

dan kurawa digambarkan sangat jahat,,bengis,,iblis dll
well kurawa sndiri bisa melakukan smua itu juga karena ada alesan
knapa duryudana bisaseperti itu??
knapa shakuni bisa stpi itu??
dan kresna sama shakuni sbnarnya sama aja liciknya
ada alesan nya gann,,,bnyakin referensi deh

semua tokoh di mahabarata pun gak semua baik bgt atau jahat bgt
semua memiliki gray side
dan hal itulah yg membuat kisah ini menjadi epos terbaik sepanjang masa
dan menurut gue cerita mahabarat versi jawa diperuntukan untuk anak2 atau pemula
no offense


serial mahabarata yg skrg aja bnyak yg melenceng
yg bener pas jaman tahun 80/90 an gue lupa taun brapa itu film

dan semenjak gue ngerti versi indianya gue jadi gak simpatik sama pandava
gue lebi kasian sama karna
hiks hiks

Quote:Original Posted By v312m0nt â–º


nah ini lah dia komen yang bener2 bermanfaat dan mendidik. Kurawa dan Pandawa sebenarnya sama2 abu2, liat saja bagaimana terlihat "bodohnya" pandawa ketika taruhan dalam permainan dadu. Saat itu justru Shakuni yang berkata2 benar. seharusnya Yudhistira bisa berhenti, namun karena alasan "jalan kebenaran", Pandawa dan istrinya pun dipermalukan.
Sebaliknya, lihat bagaimana kebaikan hati Duryodhana saat membela Karna dan memberikan gelar Raja Anga kepadanya. Wajrlah ketika perang Karna masih memilih untuk membela temannya itu walaupun dia sudah tahu bahwa dia adalah kakak tertua Pandawa, dan dia tahu bahwa temannya berada di jalan yang salah. karena hutang budi lah Karna memutuskan demikian.
Kisah yang menunjukkan keabu2an Pandawa dan Kurawa ini jelas tercantum di Parwa terakhir Mahabharata, yaitu Swargarohana Parwa.

Btw, ane setuju gan, karakter yang sebenernya patut dibanggakan di epos ini adalah Karna... sedih ane liat waktu kematiannya gan

Quote:Original Posted By Totbol â–º
Yang ane kurang setuju dai versi indo atau jawa terlalu mengagung agungkan pandawa kayanya pandawa itu selalu benar tanpa dosa jujur dan kurawa adalah penjahat paling jahat, padahal ada juga saat pandawa licik supaya bisa ngalahin kurawa , jadi terlalu di kotak kotakan klo versi jawa yg jahat dan yang baik , sedangkan versi india lebih ke kehidupan nyata dimana ngak semua orang baik itu sempurna tanpa cela dan ngak semua yang jahat itu ngak bisa berbuat baik, kesamaan dari kedua cerita ini yah sengkuni yg memang dari awal udah ngadu domba kurawa dan pandawa


Quote:Original Posted By ampas51 â–º
di Jawa, Bima punya 2 anak yg suakti buanget namanya Antasena ama Antareja yg saking saktinya dilarang ikut perang Baratayudha ama Krishna . .
begitu juga dengan Arjuna yg punya anak Wisanggeni yg juga sakti & dilarang ngikut perang

kalo yg versi India kagak ade tuh . .


Quote:Original Posted By sendyanuar â–º
sekedar tambhan gan

1. dalam versi jawa bima punya anak yg lain yaitu antareja/antasena yg katanya saktinya ampe luber gt.
arjuna jg punya anak lain. wisanggeni namanya

2. bima punya pusaka lain selain gada dlm versi jawa yaitu kuku pancanaka

3. dlm versi india shadeva yg bunuh sangkuni. d versi jawa bima yg bunuh sangkuni.



Quote:Original Posted By kuli.pemberani â–º
wakakaka akhirnya ada juga tread ini. ane juga salah satu penggemar wayang gan. msih bnyak prbedaanya gan. misalnya wisanggeni trus gatot kacanya, yg versi jawa ma sunda ja dah beda palagi yg india. misalkan klo jawa kan ari2 gatot kaca dipotong pake tempat keris konta tapi klo india senjata konta itu panahnya karna gan.

jdi pas gatot kaca lahir ari2nya cman sa dipotong ma tempat keris konta itu, nah tmpat kerisnya menyatu jdi satu kdalam diri gatot kacanya sementara kerisnya dibawa lari ma karno. maka dari itu pas bratayudha episode gatot kaca gugur, sebabnya karena keris konta balik ke wadahnya.

ane penggemar ki narto sabdo gan...!!!

pejwan klo brkenan

Quote:Original Posted By angelandjerk â–º
ane tambahin lagi gan di wayang mahabrata jawa bima punya anak lain selain gatot kaca .. Antasena sama antarareja dia di tumablin kresna buat kemenangan pandawa di bhatarayuda .. Sebenar nya karna dia teramat sangat sakti .. Jd kresna mengangap itu tidak adil bagi kurawa jd di korbanin ... Alasan logis nya sih karena emng dari indianya gk ada jd di ilangin gan ane termasuk penikmat wayang gan :beer




TS mengharap
TS menolak
Spoiler for SUMBERsumur  (reflektormagz.blogspot.com)
gambar diambil dari mbah google
sbagian dari pengetahuan TS

Sumber :http://www.kaskus.co.id/thread/543f2f7cbdcb17a80c8b4568

TryOut AAMAI

Popular Posts

Solusi WC Mampet Degra Simba

Arsip Kaskus HT

 
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger
close(x)