Home » » 9 Tipe Mahasiswa Luar Kota yang Kuliah Di Bandung

9 Tipe Mahasiswa Luar Kota yang Kuliah Di Bandung

  (kask.us)

Quote:Bandung memang bukan kota Pelajar, tapi jumlah kampus yang ada di kota Kembang ini cukup banyak. Pun banyak juga yang merupakan kampus favorit. Nggak heran banyak beut lulusan SMA dari lain kota yang pengin ngicipin ngerantau ke Bandung. Bagi anak Jakarta sendiri, Bandung adalah kota yang paling aman untuk dijadikan tujuan rantau. Maklum jaraknya deket, kalau homesick bisa gampang diobatin. Berikut ini beberapa tipe mahasiswa pendatang di kota Kembang :

Quote:
1. Si Tiap Weekend Pulang Ke Kandang
Spoiler for ilustrasi
via ngejokenyacurhat.blogspot.com

Biasanya sih yang masuk ke tipe ini adalah mereka yang asal Jakarta. Dengan travel atau bus Primajasa yang jumlahnya banyak banget itu mereka bisa gampang pulang. Apalagi cuma makan waktu tiga-empat jam. Tiap Jumat malem mereka sibuk booking travel atau minta anter temen kosannya ke Cileunyi atau terminal Leuwi Panjang. Minggu malem mereka udah ada lagi di Bandung.

Tipe yang kayak gini biasanya adalah mereka yang pacarnya ada di Jakarta dan pacarnya itu rewel, nggak tahan ditinggal lama. Mereka yang cinta keluarga (alias gampang homesick) atau mereka yang nggak pengin ketinggalan acara-acara di tiap weekend di Jakarta.

Tipe kayak gini agaknya perlu kuat mental sedikit. Soalnya, temen-temennya pasti sering ngecengin. "Nggak betahan banget, bro. pulang mulu".

Quote:
2. Si Pehobi explore Bandung
Spoiler for ilustrasi
via nitempatwisata.com

Yang satu ini doyan banget ngeksplor Bandung. Mereka hobi naik gunung, ke Manglayang, ke Gunung Geulis. Terus nyobain arung jeram di Pangalengan, sepedahan downhill ke Tangkuban Perahu, sepedahan ke Curug Cinulang. Mereka juga menjadikan sering menjadikan Bandung sebagai titik berangkat ke tujuan ekplorasi yang lebih jauh lagi. Mereka ke Bromo, ke Jogja ke pulau Sempu, naik ke Semeru, berangkat dari Kiara Condong, ngedaki Papandayan, atau berendem air panas di Garut. Sedap!

Quote:
3. Si Pehobi #Explorebandung
Spoiler for ilustrasi
poljanbdg.blogspot.com

Nah loh, apa bedanya nih, explore bandung sama #explorebandung? Ya beda, kalau yang ini, mengeksplor Bandung tujuan utamanya untuk poto-poto terus diupload ke Instragram dan disematkan hastag #explorebandung. Destinasi favoritnya adalah Braga, Tebing Pangeran dan Babakan Siliwangi.

Quote:
4. Si Cuma Ngerti Bahasa Sunda "Urang", "Maneh", "Pisan" dan "euy"
Spoiler for ilustrasi
via psikologi.umk.ac.id

Tipe kayak gini mirip banget kayak tokoh-tokoh di film FTV yang setting lokasinya bukan di Jakarta. Mereka cuma ngerti bahasa daerah seadanya. Aksennya pun terasa dipaksakan. Nggak natural. Contoh percakapannya gini:
"Pulang dari sini maneh kemana euy?"

"Ti dieu urang rek ka imah kabogoh. Geus hayang pisan!"

"Wah jauh amat, nying, mau ke Bogor naik apa maneh? bareng urang aja. Urang juga mau ke Bogor beli sampo urang aring."

"Eee sianyiiiing. Teu baleugh maneh."

"Da aku mah apa atuh?" <- bahasa sunda yang populer di meme

*Satu lagi kosa kata yang fasih disebutkan pendatang: nying atau an*ing. Di kalangan pergaulan Bandung, 'jing', 'nying', 'anyiing', itu nggak melulu berarti kasar, kosa kata itu udah kayak imbuhan yang selalu ada di tiap akhir kalimat.

Eits, tapi tipe-tipe yang kayak gini jangan dicengin. Soalnya, mereka udah baik. Mereka udah mencoba ngeblend dengan lingkungannya. Bukan nggak mungkin kan suatu saat mereka jadi fasih banget basa sundanya.

Quote:
5. Si FTV-minded

Adalah mereka yang motivasinya ke Bandung ada tiga: pacar, selingkuhan dan jodoh!. Mereka ambisius banget bisa mengalami cinta dadakan sama Aa Teteh Bandung kayak di FTV. Udahlah yang tipe ini nggak usah banyak dibahas.

Quote:
6. Si Kupu-Kupu (Kuliah Pulang-Kuliah Pulang)
Spoiler for ilustrasi
via blog7pm.wordpress.com

Mereka ke Bandung bener-bener cuma kuliah. Kurang bergaul. Beres ngampus, pulang ke kosan, nyuci baju, nyetrika, masak, (nyuciin bajunya keluarga bapak kos juga?), baca komik, nonton series. Pergaulannya paling jauh adalah ngobol sama Aa warung... pas mau ngutang. Hasilnya, mereka masih nggak tau jalan di Bandung, nggak bisa jadi pemandu kalau ada temennya mau jalan-jalan, boro-boro bisa bahasa sunda, selama di sana mungkin aja mereka ngobrol dengan bahasa daerah asalnya.

Quote:
7. Si Budi (Barudak Indie)
Spoiler for ilustrasi
via katakoedoe.blogspot.com

Misinya untuk kuliah di Bandung adalah untuk menyelami skena independen dan underground Kota Kembang. Binder kuliah atau tembok kamarnya pasti penuh sama stiker band bandung atau potongan-potongan dari majalah Suave dan Ripple. Doi rajin dateng ke gigs lokal, plesir ke acara-acara seni, kerap nangkring atau malah ikut workshop di Tobucil, ikut nonton pemutaran film di Kineruku dan jajan merchandise ke Omunium.

Quote:
8. Si Ancol (Anak Clothingan)
Spoiler for ilustrasi
via borneoclothing.com

Bandung itu dikenal sebagai pusatnya clothing-an alias distro. Ratusan konveksi, tukang sablon, ahli sepatu dan jaket kulit, bisa kita temui di pinggir jalan Suci, di gang-gang Cibaduyut, atau di mana pun. Nggak heran deh kalau ada mahasiswa dari Jakarta yang di sela-sela waktu kuliahnya doyan ngeksplor konveksi-konveksi itu, terus buka lapak di Kaskus, terus nawar-nawarin jasanya ke panitia-panitia seksi Publikasi di kampus-kampus. Terus kuliahnya keteteran deh.

Quote:
9. Si Budak Dieu
Spoiler for ilustrasi
via khaulahfighter.blogspot.com

Adalah tipe pendatang yang gemar berbaur teman-temannya yang orang Bandung, ikut nangkring ke tongkrongan temennya temen yang asli Bandung, tiap sore ikut main bola sama pemuda-pemuda yang ada di sekitar kosannya, dan pacaran sama orang Bandung asli terus sering ngapel ke rumah camernya yang sehari-harinya ngomong basa Sunda.

Saking suksesnya proses akulturasi budaya, mahasiswa tipe ini pun nyaru sama budak dieu alias anak sekitar alias warga setempat. Salah satu bentuk seorang pendatang udah jadi 'budak dieu' adalah logat sundanya fasih bin fasehih, nyebut 'lampu merah' jadi 'setopan', nyebut 'mati listrik' jadi 'aliran', dan nyebut 'bus umum' jadi 'Damri'. Pokoknya TOEFL basa Sundanya 580 lah. Bisa jadi diplomat!

Quote:Begitulah tipe mahasiswa pendatang di kota Kembang hasil pengamatan kecil-kecilan dari team Provoke. Benar atau tidaknya, itu tergantung dari sudut pandang serta pengalaman agan selama tinggal disana. Ane selaku TS cuma mengucapkan wassalam karena ane kuliah bukan di kota Kembang tapi di kota Batik.

Quote:Spoiler for cek itProvoke (www.provoke-online.com)


Sumber :http://www.kaskus.co.id/thread/549b4663a1cb17bf198b456b

TryOut AAMAI

Popular Posts

Solusi WC Mampet Degra Simba

Arsip Kaskus HT

 
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger
close(x)