Home » » Suka Duka Menjadi Guru

Suka Duka Menjadi Guru

Spoiler for No repost

Prakata
Kalau orang jawa bilang guru itu singkatan “digugu lan ditiru” (dituruti dan ditiru). Namun itu jaman dulu, bagaimana keadaan guru jaman sekarang? TS yang kuliah di jurusan keguruan dan anggota keluarga TS yang memang sebagian besar adalah guru memiliki berbagai pengalaman suka duka selama bekerja. Tiap kumpul keluarga, bahkan bersama keluarga besar pasti ada saja obrolan yang berkaitan dengan pendidikan.


Guruku Ulang Tahun - Ilustrasi dari internet.

Berikut ini TS rangkum suka dan duka menjadi guru. Maaf jika panjang sekali.

Spoiler for Suka â€" Bangga anak didik menjadi suksesBagaimanapun juga guru akan bahagia jika mantan anak didiknya akhirnya sukses baik dalam kehidupan dan karier apalagi jika anak didik kita menjadi presiden, kita hadir dalam sejarah kehidupan seorang presiden gan.



Tentunya rasa bangga ini hanya muncul jika anak didiknya sukses dengan cara yang halal.
Spoiler for Suka â€" Dicintai anak didikAgar dicintai murid itu susah gan. Guru yang tidak hati-hati akan terperosok dalam dua hal yaitu dibenci atau dilecehkan.Kalau terlalu galak dan disebut killer jadinya dibenci atau kalau terlalu lembek jatuhnya malah dilecehkan dan tidak dihormati.

Tapi kalau sudah tahu bagaimana cara mengambil hati murid, wah menyenangkan gan. Kita nggak perlu marah-marah di kelas, murid udah duduk manis dan ceria waktu pelajaran. Kadang bahkan murid kita ngasih surprise yang nggak terduga terutama kalau tanggal ulang tahun dah nyebar


Kalau kita pindah/keluar kerja kita kadang ditangisi dan itu mengharukan....
Spoiler for Suka â€" Relasi banyakMenjadi guru berarti menjadi orang tua kedua di sekolah. Kita nggak hanya berhubungan dengan murid tapi juga dengan orang tuanya. Orang tua murid tentu saja dari kalangan yang bermacam-macam. Membangun relasi itu penting agar tidak terjadi miskomunikasi. Orang tua jaman sekarang kritis gan dan aneh-aneh. Yang paling menyebalkan adalah tahu anaknya salah tapi dibela mati-matian nanti dibahas di bawah

Komunikasi jadi kunci yang penting baik kepada murid dan orang tuanya. Kalau terjalin dengan baik relasi kita bertambah dan tidak akan dilupakan oleh murid. Mungkin suatu saat mereka akan “membalas jasa” gan
Spoiler for Suka - Banyak hal menyenangkan di kelasSiapa bilang jadi guru itu nggak ada yang menyenangkan. Banyak hal-hal lucu dan aneh yang mungkin terjadi di kelas.



Kadang kalau ada kejadian lucu mau ketawa jaga gengsi eh kalau nggak ketawa ya susah. Apalagi kalau sudah diterima dengan baik sama murid, kelas itu bagai surga dunia
Spoiler for Duka â€" Kesejahteraan yang kurang terjaminWalaupun sudah ada yang namanya sertifikasi guru tapi itu hanya menyentuh beberapa persen guru gan. Jangan kaget kalau agan menjadi guru (non PNS) di daerah, gajinya nggak ada 50% UMR. Gaji guru seret itu dah biasa gan. Udah gajinya cuma 300rb dirapel satu semester sekali



Makanya jangan kaget kalau guru bakal melakukan berbagai usaha sampingan baik yang halal atau tidak halal. Yang halal bisa ngojek, ngasih les privat, mengajar di 2 sekolah sekaligus, jualan, dll. Contoh yang nggak halal? Jualan togel, berjudi dan maksa siswa beli sesuatu atau"wajib" les sama dia.

Yang sudah jadi PNS dan dapat tunjangan profesipun banyak kok yang masih cari obyek.

Spoiler for pengalaman buruk TSTS punya pengalaman buruk dengan guru waktu SMA, guru fisika TS sebut aja Pak Bodong (PNS di salah satu sekolah favorit). Beliau kalau ngajar asal-asalan dan satu-satunya cara dapat nilai bagus adalah ikut les sama dia. Hasil ulangan nggak pernah dibagiin jadi kita nggak pernah tau nilai kita aslinya berapa. Yang ikut les sama dia pasti nilainya minimal 8 dan yang nggak les paling banter ya 7.

Nah boroknya ketahuan pas ujian semester gan. Dari 5 kelas IPA, 3 kelas yang diampu Pak Bodong nggak ada yang dapat nilai 6, paling tinggi 5! Bayangkan. Dan parahnya Pak Bodong mengeluarkan kebijakan kalau mau nilainya jadi 7 harus bayar 25rb. Padahal resminya cuma harus remidi/mengulang tes.

Itu sempet heboh satu sekolah, bahkan kita mau ngadain demo. Akhirnya tercium kepala sekolah dan di mediasi agar uangnya dikembalikan. Sialnya nggak semua siswa uangnya dikembalikan termasuk uang TS. Isu yang beredar uangnya sudah dipakai buat nyogok masuk kuliah anaknya tapi gagal masuk gan. Selain itu beliau dipindah tugaskan jadi guru olah raga sementara gan selama 1 tahun. Kita riang gembira denger kabar itu
Spoiler for Duka â€" Murid kurang ajarMungkin ungkapan digugu dalam bahasa jawa dibagian prolog sudah tidak berlaku lagi. Murid sekarang rata-rata berani dengan guru gan. Kalau berani karena benar sih sah saja, ane malah seneng. Tapi sekarang murid banyak yang kurang ajar nantangin berantem di luar sekolah.



Kalau kita marah juga harus kontrol, nggak bisa seperti guru jaman dulu yang bisa main fisik, salah-salah masuk penjara lagi.

Seperti pembahasan di sebelumnya, yang penting agan tau cara mengambil hati murid dan komunikasi berjalan baik. Caranya? Hanya pengalaman yang akan memberitahunya
Spoiler for Duka â€" Orang tua yang membela kesalahan anakOrang tua murid jaman sekarang aneh-aneh gan. Rata-rata suka bela anaknya walaupun tau salah. Anaknya dapat nilai nol juga gurunya di damprat. Sesama murid berkelahi, guru juga kena damprat.

Kadang ortu main hajar juga kalau terlalu emosi



Hehehe. Harus ekstra sabar gan.

TS punya pengalaman, murid ane ada yang dapat nilai nol (jawaban ngawur semua). Jarang banget siswa dapat nilai nol jika nggak kebangetan. Orang tuanya protes kok bisa dapat nol. TS tanya sudah lihat ulangan anaknya belum, katanya belum hanya dibilangi anaknya nilainya nol. Padahal kebiasaan ane setiap ulangan harus ditandatangani orang tua. Nah lho terus yang tanda tangan siapa? Tapi orang tuanya tetep ngeyel gan.

Dan kata-kata ajaib yang masih terngiang di kepala ane adalah “Saya sudah serahkan anak saya agar bapak jadikan pintar, saya tidak mau tahu, pokoknya anak saya harus jadi pintar.”

Inget ya besok kalau jadi orang tua gan : Guru itu hanya mediator yg membantu siswa mendapat ilmu dan orang tua tetap harus mengawasi anaknya di rumah. Jangan mentang-mentang sudah sekolah dan ikut bimbel tapi di rumah nggak di awasi. Mungkin perlu sekolah khusus orang tua

Tapi kalau memang kita yang salah ya wajib minta maaf.
Spoiler for Duka â€" Rawan disuap dan banyak godaanIni sebenarnya masih nyambung dengan masalah orang tua. Kalau nggak hati-hati gan jadi guru itu rawan disuap apalagi bagi penganut paham apapun bisa dibeli dengan uang.



Rumah TS sering banget didatangi orang tua yang katanya ingin konsultasi eh ujung-ujungnya nyuap. Ini biasanya terjadi saat menjelang ujian dan kenaikan kelas. Nggak cuma orang tua gan, murid jaman sekarang ada yang terang-terangan nyogok.

Selain itu kadang ada pula murid yang berani cabe-cabean dengan guru, khususnya buat guru cowok fresh graduate ngajar di SMA/SMK putri. Haduh gan godaan iman tinggi.

Pokoknya harus kuat iman kalau jadi guru.
Spoiler for Duka â€" Ganti Menteri ganti kurikulumSebenarnya sih wajar gan ganti kurikulum, apalagi kalau kurikulum itu sudah berumur 10 tahun. Umur wajar kurikulum adalah 10 tahun alias satu generasi, karna hasilnya baru akan terlihat.



Kalau baru 2-3 tahun ya belum keliahatan hasilnya. Jadi agak nyebelin kalau dalam 5 tahun resuffle kabinet 2x, ganti menteri juga ganti kurikulum.

Perubahan kurikulum yang drastis seperti pada kurikulum 2013 pasti membawa kontroversi. Guru yang senior sekali (> 50 tahun) pasti kesulitan mengikuti perkembangan. Persiapan pelaksanaan kurikulum baru juga kadang kala minim. Di kota besar saja banyak kendala bagaimana keadaan daerah terpencil? Cukup memprihatinkan.

Selain itu dampaknya juga luas. Halo bagaimana kabarnya yang jadi guru komputer, bahasa inggris SD dan bahasa daerah??
Spoiler for Duka â€" Dunia pendidikan adalah dunia yang kotorMaaf jika ini sangat kasar.Ini pendapat TS pribadi. Tujuannya sih mulia tapi kadang cara yang dilakukan menjijikan.

Korupsi dimana-mana, suap dimana-mana, jilat menjilat juga baik di lingkungan sekolah atau dinas.

Inget kan kotornya proses Ujian Nasional? Bahkan di kota Lamongan seluruh kepala sekolahnya terlibat (70 orang), itu baru yang terungkap ke permukaan. Tapi jika agan tahu kejadian riil yang di dalamnya pasti agan bakal tambah jijik dan ngeri.

Tekanan agar siswanya lulus 100% itu memuakkan gan. Pengalaman tante TS ada yang sepeda motornya digembosin gara-gara waktu menjadi pengawas ujian nggak ngikutin instruksi kepala sekolah yang bersangkutan, dan anehnya nggak mungkin siswa bisa mengakses sepeda motor tersebut karena di parkiran khusus. Ya tau sendiri lah maksudnya.

Mungkin satu-satunya yang bisa dianggap bersih yaitu sekolah yang memasang CCTV waktu ujian, tapi ane pun nggak yakin bersih 100%.

Itu baru ujian nasional belum termasuk masalah nilai raport. Nilai siswa jaman sekarang jarang sekali ada yang murni yg istilah halusnya dikonversi . Nilai akhir biasanya didongkrak dan diolah sedemikian rupa mulai dengan alasan kasihan atau gengsi sekolah. Ini korupsi bukan ya?

Siswa jadi merasa senang. Ortu senang. Kepsek bangga. Tapi dibalik itu mental siswa menjadi rusak karena akan berpikir, "belajar nggak belajar aku tetep naik kelas."



Buat fresh graduate yg masih idealis pasti akan syok saat terjun langsung ke dunia pendidikan.



Ya itulah suka dukanya menjadi guru gan.
Kasus-kasus di atas nggak bisa digeneralisir ya, hanya sebagai gambaran umum saja.

Yang ingin jadi guru sedikit saran dari ane : kalau tujuan agan cari duit (finansial) mending nggak usah jadi guru deh, lebih gampang dan basah jadi karyawan atau usaha, karena yang dibutuhkan adalah passion mendidik. Ketika passion itu ada, berkah pun mengalir lancar(nggak cuma duit).

Buat yang masih sekolah : hormati dan cintai gurumu jika memang mereka pantas mendapatkannya


Sekian dari TS, kalau ada yang mau menambahkan pengalamannya ya silahkan.

Terima kasih yang udah ngasih GRP
Spoiler for salah room?sebenarnya mau dipost di room civitas akademika tapi karena jarang dikunjungi kaskuser ya terpaksa TS taruh di The Lounge agar dapat dinikmati secara umum

pahlawan tanpa tanda jasa?
Quote:Original Posted By Kamar.Mertua â–º
guru itu katanya pahlawan tanda jasa
jangan mikirin gaji doang dong
bener kata gan. sayang, ts sendiri sudah ngerasa basi dengan slogan itu. setidaknya jgn sampai ada guru yang putus asa karena gaji 300rb/bulan kemudian melakukan hal2 yg tdk sepantasnya. Emang anak guru makan batu?

Sumber :http://www.kaskus.co.id/thread/542131da529a45b1478b456b

TryOut AAMAI

Popular Posts

Solusi WC Mampet Degra Simba

Arsip Kaskus HT

 
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger
close(x)