Home » » Menakjubkan Gan! Warisan Budaya Dari Sulawesi Yang Tersembunyi

Menakjubkan Gan! Warisan Budaya Dari Sulawesi Yang Tersembunyi



Balik lagi nih gan
Gak nyangka Sulawesi juga punya banyak banget warisan budaya yah gan



Quote:
Pulau Sulawesi ternyata juga punya banyak banget warisan budaya yang tersimpan. Sebagai warga Indonesia harusnya kita bangga banget dengan kekayaan budaya kita ini. Tapi sayang banyak banget yang gak tau sama warisan budaya Sulawesi. Banyak yang lebih tau budaya asing dengan teknloginya dibanding dengan budaya asli kita sendiri. Setelah di tahun 2012 menjelajah Sumatera dengan tema “Sumatera Coffee Paradise” dan di 2013 menyusuri Jawa-Lombok “Hidden Paradise”, kali ini Tim Daihatsu Terios 7 Wonders coba ngebuktiin warisan budaya yang dilakukan bersama travel blogger dan awak media untuk mengeksplorasi keindahan Sulawesi dengan tema Terios 7 Wonders “Amazing Celebes Heritage”. Saat ini Tim udah masuk ke etape terakhir, yaitu Wakatobi. Tapi sebelum bahas Wakatobi, kita cekidot dulu karya rakyat Sulawesi.


SApa aja yah warisan budaya yang tersimpan di Sulawesi?
Cekidot gan


Quote:Quote:
1. Tenun Mandar

Mungkin banyak agan dan aganwati yang gak tau sama Tenun Mandar, yang berasal dari daerah Polewali Mandar, Sulawesi Barat. Padahal proses pembuatannya bisa dibilang gak mudah, harus ulet, teliti dan sabar banget dalam membuat kain Tenun Mandar ini. Oleh sebab itu tenunan sutera Mandar emang sangat terkenalhingga akhir abad ke dua puluh. Kualitasnya yang sangat tinggi karena tenunannya yang halus. Coraknya pun dapat dibedakan secara jelas dari tenunan sutera Bugis dan Makassar.
"Membuat tenun Mandar wajib memiliki teknik khusus, mulai dari memintai benang, memisahkan helaian sutera, dari satu kepompong ke yang lain, penjemuran, sampai proses tenun dilakukan. Jika tidak dilakukan dengan tahapan yang benar, kain tenun yang jadi tidak akan sesuai yang diinginkan," kata Andi Beda, Kepala Bidang Kebudayaan dan Situs Purbakala Dinas Pemuda Olahraga Budaya dan Pariwisata (Disporabudpar) Majene menjelaskan pada tim rombongan Daihatsu Terios 7 Wonders.
Spoiler for tenun mandar

Corak atau sureq (bahasa Mandar) khas yang dimiliki kain tenun ini, punya bentuk kotak-kotak simetris yang dikembangkan dalam berbagai ukuran ketebalan garis dan besarnya kotak. Biar masyarakat Mandar telah memasuki era modern dengan berbagai kemajuan teknologi yang canggih namun dalam menenun kain sutera mereka tetap mempertahankan alat tenunan tradisional, gedokan atau dalam bahasa Mandar disebut panette.
Uniknya adalah proses pemintalan benangnya aja butuh waktu 3 hari sampe seminggu gan. Satu lembar kain sutera berukuran 30x60 cm dijual antara Rp 75.000 - Rp 400.000. Variasi harga sangat ditentukan dengan kualitas bahan, corak, termasuk banyaknya benang emas atau perak yang digunakan pada kain ini.


Quote:Quote:
2. Tari Sayyang Pattudu

Sebelum tim Daihatsu Terios 7 Wonders berhasil nemuin pusat pengrajin tenun mandar, tim disambut sama tarian kuda menari yang biasanya menyambut tamu dari berbagai daerah. Tapi ini bukan kuda lumping gan, melainkan tarian Sayyang pattudu. Biasanya tarian ini dimeriahin sama arak-arakan kuda mengelilingi desa yang dikendarai oleh anak-anak yang berhasil tamat Alquran. Setiap anak yang mengendarai sudah dihias sedemikian rupa gan. Kuda yang dikendarai juga spesial, karena terlatih untuk mengikuti irama tabuhan rebana. Kebayang kan gan gimana serunya menikmati tarian ini. Mereka bergerak, meliuk, mengikuti irama liukan kuda yang juga menari dengan mengangkat setengah badannya ke atas sembari menggoyang-goyangkan kaki dan menggeleng-gelengkan kepala agar tercipta gerakan yang menawan dan harmonis.


Quote:Quote:
3. Tari Pa’Gellu

Hari selanjutnya tim bertolak dari Parepare menuju Rantepao, Tana Toraja, melintasi Enrekang dan Makale dengan jarak tempuh 210 km. Jalan yang panjang serta tanjakan hingga 30 derajat serta tikungan tajam harus dilaluin tim bersama Daihatsu Terios. Semua ini dilakuin demi menemukan warisan budaya yang tersimpan di tana Toraja, salah satunya Tari Pag’gellu. Awalnya sih tarian ini ngelambangin penyambutan terhadap para patriot atau pahlawan yang kembali dari medan perang dengan membawa kemenangan. Tapi sekarang, tarian ini sudah sering dipertunjukkan pada upacara kegembiraan lainnya, seperti pesta pernikahan, pesta syukuran di musim panen, atau saat menyambut tamu kehormatan.
Spoiler for tari Pa'gellu

Ada yang unik sama tarian ini. Tarian ini dipentaskan oleh tiga remaja wanita. Mereka menari diiringi irama tabuhan gendang yang dimainkan remaja lain. Mereka juga bisa menari diatas gendang yang dimainin. Para penari yang disebut ma’toding ini mengenakan busana khas lengkap dengan aksesori tambahan berkilau emas dan perak, antara lain keris emas (sarapang bulawan), kandaure, sa’pi’ Ulu’, dan tali tarrung.


Quote:Quote:
4. Pemakaman Tana Toraja

Prosesi pemakaman di Tana Toraja juga termasuk salah satu yang paling unik di dunia loh gan. Konon kabarnya setiap keluarga wajib nyelenggarain proses adat berupa pemotongan kerbau sebagai syarat wajib. Setiap ekor kerbau harganya mulai dari Rp 60 juta sampai Rp 350 juta. Mahal banget kan gan? Setiap upacara pemakaman, gak cuman satu kerbau yang disembelih tapi ada juga yang sampe puluhan. Semakin gede dan banyak jumlah kerbau yang dipotong, maka semakin tinggi juga derajat keluarga dan jasad yang dimakamkan. Jadi, gak heran kalo upacara pemakaman di Tana Toraja biayanya bisa mencapai miliaran rupiah. Kebanggaan setiap keluarga diperlihatkan dengan adanya hiasan di masing-masing rumah dengan kerangka tanduk kepala kerbau.
Tim diajak menelusuri salah satu tempat pemakaman di Tana Toraja, namanya Tebing Londa. Di tempat inilah jasad-jasad yang udah menerima upacara disemayamkan. Disini juga ada beberapa lambang-lambang khas Toraja, tulisan beberapa pesan terakhir untuk dibawa "menemani" sang jasad.

Spoiler for serem

ternyata pihak keluarga juga sering ngebuat patung-patung khusus yang menyerupai jasad yang udah meninggal dunia. Bastian, salah satu pengantar tamu (guide) lokal, ngebolehin tim masuk ke salah satu lubang berisi jenazah di dalam tebing. Di sepanjang tebing atau goa ini, berserakan tulang-belulang manusia, mulai dari tengkorang, kaki, tangan, dan pinggul.
Dari seluruh jasad yang ada di lokasi itu, ada sepasang kekasih Toraja yang memilih mengakhiri hidupnya bersamaan karena tidak mendapat restu dari kedua orang tua. Keduanya hidup di tahun 1970-an dan sampai saat ini tengkorak keduanya masing berpegangan tangan.


Quote:Quote:
5. Pohon Tarra

Dari tebing tempat pemakaman jenazah, roombongan Daihatsu Terios 7 Wonders diajak buat ngeliat pohon Tarra, yang terletak di Kambira, Tana Toraja. Pohon ini usianya sudah 300 tahun lebih dan dijadikan tempat penyimpanan bayi yang meninggal dunia.
Uniknya gan, jasad bayi disini seperti dicangkok di batang utama pohon, mirip dengan yang dilakukan di Londa. Batang pohonnya dilubangin kemudian ditaruh jasad di dalam, dengan ditutupi anyaman ijuk. Menurut ajaran aluk Todolo (animisme), hanya bayi yang belum tumbuh gigi alias masih menyusui yang diperbolehkan dimakamkan di pohon ini.
Konon menurut ajaran aluk Todolo (animisme), bayi yang meninggal dunia ini hanya berganti alam saja. Untuk itu, dibutuhkan orang tua yang merawatnya. Pohon Tarra ini dianggap sebagai yang bisa merawat mereka karena batangnya mengeluarkan getah yang dianggap mirip seperti air susu ibu.


Quote:Quote:
6. Kapal Phinisi

Hampir 9 jam perjalanan darat dengan trek yang ekstrim & terjal, tim Daihatsu Terios 7 Wonders menuju Tanjung Bira dengan menempuh jarak 447 km. Perjalanan dari Rantepao ditempuh melalui Makale, Rekang, Sidrap, Watampone, Sinjai, Bulukumba dan pada akhirnya sampai ke Tanjung Bira. Rombongan menemukan pusat pengrajin kapal Phinisi, kapal layar tradisional has Indonesia yang berasal dari Sulawesi.
Kondisi jalan yang rusak parah bukan menjadi halangan rombongan bersama Daihatsu Terios. Persoalan yang dihadapi bukan jalan penuh lubang atau kontur naik-turun seperti sebelumnya, tetapi jalan terbuat dari tumpukkan batu. Untuk itu dibutuhkan suspense mobil yang prima agar bisa sampe ke tepi laut Tanjung Bira.
Tim juga berinteraksi dengan kapal-kapal yang masih terlihat dalam proses pengerjaan. Salah satu pengrajin, Syarifudin bercerita soal sejarah Phinisi di Tanjung Bira. Menurut kepercayaan suku setempat, Phinisi sudah ada sebelum 1.500 Masehi atau pada zaman nabi masih hidup. Bahkan, warga setempat yang banyak berprofesi sebagai pengerajin Phinisi percaya kalau nenek moyangnya merupakan salah satu yang membuat bahtera milik Nabi Nuh.
Spoiler for kapal Phinisi

Dari latar belakang ini gan, keahlian membuat Phinisi terus menurun dari generasi ke generasi warga Bulukumba, sampai saat ini. Salah satu ciri khas pengrajin kapal Phinisi di Tanjung Bira adalah keahliannya yang bersifat alami.

Peralatannya untuk membuatnya juga sederhana gan, mulai dari gergaji kayu, kapak, cangkul mini, palu, dan mata pahat. Untuk membengkokkan kayu yang digunakan pada bodi kapal, pengrajin masih memanfaatkan teknik membakar, bukan dengan mesin press yang sudah banyak digunakan pengrajin asal negara lain.
Hebatnya lagi, Setiap kapal yang dibuat membutuhkan waktu sekitar 1 sampai 6 tahun. Lamanya pengerjaan, praktis tergantung dari besar atau kecilnya kapal yang dipesan. Syarifudin, saat ini mengaku lagi mengerjakan kapal untuk pengusaha asal Italia. kapal Phinisi hasil pengrajin asal Tanjung Bira sudah dikenal sampai ke mancanegara. Menurut warga setempat, Australia menjadi salah satu negara pemesan tetap, karena punya permintaan dari perusahaan wisata. Selain itu, pesanan juga datang dari Amerika Serikat dan Italia.
Jika agan tertarik membeli kapal Phinisi, agan harus ngerogoh kocek mulai 1,2 miliar hingga 3,3 miliar tergantung dari ukurannya. Harga ini belum termasuk fasilitas modern kayak ruang tidur mewah, AC, kolam renang mini, Jacuzi, dan lain-lain.


Itu dia gan warisan budaya dari Sulawesi yang masih tersembunyi dan belum banyak orang yang tau.
Bangga banget jadi orang Indonesia gan, emang yang begini harusnya di ekpos gede-gedean biar semua orang Indonesia maennya ngga keluar negeri mulu ya gan.



For more information click here

Sumber :http://www.kaskus.co.id/thread/54367ceabecb17e01b8b4574

TryOut AAMAI

Popular Posts

Solusi WC Mampet Degra Simba

Arsip Kaskus HT

 
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger
close(x)