Home » » Pejabat Luar Negeri VS Pejabat Indonesia

Pejabat Luar Negeri VS Pejabat Indonesia




Situasi politik tanah air sekarang lagi panaaaaas banget kayak sindiran mantan yang gak rela di-move on-in duluan. Liat aja berita di TV, koran, dan internet, semua ngebahas kericuhan pejabat yang sekaligus wakil rakyat. Sebagai salah satu warga negara Indonesia yang sungguh merasa malu dan pengin pindah ke Merkurius deh, panasnya lebih jelas.

Panasnya situasi politik dimulai dari pecahnya konflik RUU Pilkada langsung, karena presiden kita yang dulunya dipilih rakyat malah â€"katanya dengan berat hatiâ€" menandatangani pengesahan pilkada nggak langsung. Selain itu baru kemarin tuh Rusuh-Rusuh Sidang DPR Sampai Palu Ketok Pun Hilang, peristiwa ini sungguh lucu sekaligus miris, melihat sikap wakil rakyat kita yang memperjuangkan suara partainya, bukan suara rakyat.

Melihat hal itu, Kanda jadi terpikir keadaan beberapa pejabat luar negeri yang jauuuuuh berbeda dengan pejabat kita. Perbedannya kontras banget...

Quote:


1. Merakyat
Spoiler for buka
Sebagai wakil rakyat, sudah tentu harus merakyat kan? Bukannya malah naik kendaraan mewah yang harganya bisa buat ngerenovasi sekolah atau tempat umum, udah gitu sekaligus nyumbang kemacetan. Alasannya apa? Takut kepanasan dan kehujanan ya, Pak?

Lihatlah Boris Johnson, walikota London pada tahun 2008. Dia menggalakan ajakan untuk bersepeda dan berjalan bagi warganya, plus bikin program berbagi sepeda gratis.


Spoiler for buka

David Cameron pun melakukan hal yang sama. Perdana mentri Inggris ini pun merakyat setiap kali berangkat kerja denganmenaiki trem. Dengan santainya dia berdiri di kereta sambil baca koran. Baginya, dia sama aja dengan rakyat biasa yang mendapat mandat untuk mengabdi dan melayani rakyat.Bapak-bapak pejabat sekalian pernah kayak gini nggak? Pasti takut kakinya pegel atau pingsan pas desak-desakan ya? :|





Quote:


2. Sederhana
Spoiler for buka
Hidup sederhana adalah cerminan sekaligus tamparan yang baik buat pejabat kita. Buat apa harta banyak, rumah dan mobil mewah, tapi hasil korupsi? Sampai tujuh turunan delapan tangga juga nggak bakal berkah dan jadi daging buat anak cucu.

Pak, coba liat deh presiden Uruguay, Josen Mujica, yang mendapat predikat presiden termiskin di dunia. Bayangin aja, dia tinggal di rumah pertanian bobrok milik istrinya, bukan di istana kepresidenan yang megah dengan segala fasilitasnya. Dia pun menyumbangkan 90% gajinya untuk rakyat.


Spoiler for buka

Pun presiden Iran, Mahmud Ahmadinejad, yang dikenal oleh dunia sebagai orang yang sangat sederhana. Kekayaan dia nggak lebih dari rumah warisan ayahnya dan mobil Peugeot 504 tua tahun 1977. Nggak ketinggalan, dia pun menyumbangkan sebagian besar gajinya untuk rakyat.


Spoiler for buka

Kanda jadi inget sebuah kisah dari mantan wakil presiden pertama kita, Bung Hatta, yang sampai akhir hayatnya nggak kesampaian beli sepatu Bally.

Sampai penghujung napas terakhirnya, beliau hanya menyimpan brosur sepatu tersebut. Padahal kalo dipikir-pikir, bisa aja kan beli sepatu dari uang rakyat, tapi dia nggak melakukan hal itu. Kita semua rindu dengan pemimpin rakyat seperti ini.

Coba kekayaan dari uang gaji plus tilep-tilepnya dipake buat apa bapak-bapak pejabat? Dibeliin rumah sama mobil mewah ya? Oh iya, jangan lupa beli jam tangan yang harganya ratusan juta buat pamer-pamer lucu pas sidang, terus jalan-jalan ke luar negri deh. Jangan lupa, nyekolahin anak juga ke luar negeri. Hehehehehehehehe.






Quote:


3. Memberi, Bukan Memeras
Spoiler for buka

Di luar negri sana, banyak pejabat yang turun membuat acara amal untuk masyarakat miskin. Mereka sadar makna tugasnya adalah melayani masyarakat, bukan memeras, apalagi mencuri.






Quote:


4. Tertib
Spoiler for buka

Ya, yang terakhir adalah tertib setiap kali sidang nggak kayak kemarin. Di luar negeri sidangnya selalu tertib, jarang ada teriak-teriak interupsi, apalagi sampai keluar kata-kata kotor dan sumpah serapah. Didenger nggak, diusir iya.





Itulah perbedaan pejabat luar negeri dan pejabat Indonesia, beedaaaa banget. Ya semoga aja mereka sadar dengan tugasnya sebagai wakil rakyat. Menyuarakan bukti, bukan janji. Memberi, bukan korupsi. Merakyat, bukan menjerat. Dan sederhana, bukan jemawa.

Semoga… Mari aminkan doa ini bersama-sama, Kisanak. Demi Indonesia yang lebih baik.

sumber

Jangan lupa


jangan lupa juga
Rate 5 : rate5

Rekomen HT juga boleh Rekomen HT


Sumber :http://www.kaskus.co.id/thread/542e54d6c0cb171c5d8b4578

TryOut AAMAI

Popular Posts

Solusi WC Mampet Degra Simba

Arsip Kaskus HT

 
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger
close(x)