Home » » Suka Duka Tinggal di Pinggiran Kota

Suka Duka Tinggal di Pinggiran Kota

Bismillahhirohmahnirrohim

Selamat pagi, siang sore untuk semua agan dan aganwati yg lagi ngaskus dimanapun berada. Nih thread pertama ane. Ini pengalaman TS sendiri yang punya rumah di salah satu Kabupaten terdekat dari kota, kira2 sekitar 1 jamlah perjalanan dari rumah TS ke kota (pertengahan kota) dan itupun pakai kendaraan sendiri yah bukan angkutan umum, kalo ke perbatasan kotanya nih cuma 15 menit doang

Ini nih DUKAnya tinggal di pinggiran kota atau kabupaten terdekat dari kota :
1. Jauh dari kota
Kalo mau ke mall atau ke pusat kota memakan waktu yang agak lama, karena jauh dari pusat perkotaan.


2. Jalan rayanya sempit
Gak kayak di kota yang jalanannya luas, kalau di pinggiran kota atau kabupaten yah jalannya Cuma ada 2 jalur, jalur ke kota dan jalur ke luar kota


3. Bakalan ketemu sama mobil- mobil monster
Kita bakalan ketemu sama mobil- mobil gede kayak truk, fuso,bus pariwisata antar kota ataupun mobil- mobil gede yang suka bawa mobil atau motor untuk dijual


4. Macet
Kalau ada salah 1 mobil yang mogok atau ada kecelakaan otomatis jalanan langsung macet.Apalagi kalau menjelang hari raya atau akhir tahun, jalan raya dipenuhi dengan pemudik

5. Resiko Kecelakaan
Walaupun kita gak tau yang namanya musibah bisa terjadi sama siapa aja dan dimana saja, namun kalo di jalan raya yang sempit dan banyak mobil monster yang lewat, resiko kecelakaannya lebih tinggi.Ditambah lagi banyak pengendara motor yang ugal- ugalan

6. Fasilitas umum belum memadai
Fasilitas umum kayak air PAM masih belum memadai, karena itu wargadi kabupaten selalu ada sumur di tiap rumah.


7. Jalan masuk ke lorong- lorong masih ada yang belum diaspal


8. Pelayanan kesehatan kurang
Di kabupaten TS nih baru ada 1 rumah sakit dan peralatannya pun masih kurang. Jadi kalau mau ke rumah sakit ya harus ke kota dulu

Dukanya udah, langsung ke SUKAnya ya :
1. Gak Bising
Ini nih berlaku buat yang rumahnya bukan dipinggir jalan ya, loe bakalan ngerasain kenyamanan enaknya tinggal di pinggiran kota/kabupaten karena jauh dari kebisingan kota, suasana masih tenang

2. Masih bisa menyatu dengan alam
Masih banyak pohon- pohon yang tumbuh secara liar, contohnya: kelapa, pisang, ataupun pohon- pohon besar lainnya



Dan loe jg masih bisa main sepak bola di lapangan

Berhubung yang jaga ni lapangan namanya Kak Harno jadi nama lapangan bolanya Gelora Bung Harno [removed]void(0);

3. Cuacanya masih adem
Kalau di kota nih karena sudah padat penduduk dan pohon- pohon pun masih bisa dihitung dengan jari jadi cuacanya agak panas. Kalau di pinggiran kota / kabupaten masih adem karena banyak ditumbuhi pohon- pohon besar, insyaallah bebas polusi

4. Tali silaturahmi dengan tetangga lebih erat
Kalau ada acara nikahan nih ya, gak perlu pesen catering lagi karena kalau kita minta bantu sama tetangga- tetangga otomatis dibantuin dan semua tenaga itu gratis gan.Ibu TS nih salah satunya sering jadi ketua konsumsi kalau ada yang kimpoian. Gak Cuma nikahan aja, kalau ada kematian, acara 17an atau hari raya lebaran masih terus silaturahmi ke tetangga- tetangga

5. Bakalan sering ketemu sama rumah makan padang
Ini yang paling enak nih gan, sist.Loe bakalan sering ketemu sama rumah makan padang di sepanjang jalan di kabupaten, jadi gak usah takut kelaparan. Rancak bana


6. Bakalan sering ketemu juga sama penjual buah


Sekian cerita dari pengalaman TS, semoga menginspirasi

Terima kasih untuk semua agan dan aganwati yang menyempatkan membaca thread ane,semoga pahala dan ilmu agan dan aganwati semakin bertambah,insyaALLAH gak repost

Cuma foto nomor 1 yg TS comot dari google, sisanya hasil jepretan sendiri (tapi dari handphone)

Pesan Moral : Dimanapun anda tinggal sekarang, sukai dan sayangilah tempat tinggal anda, karena tidak ada tempat ternyaman selain rumah sendiri

Sumber :http://www.kaskus.co.id/thread/54815e00de2cf24d378b4572

TryOut AAMAI

Popular Posts

Solusi WC Mampet Degra Simba

Arsip Kaskus HT

 
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger
close(x)