Home » » Kebiasaan Kecil yang Memperbesar Pengeluaran

Kebiasaan Kecil yang Memperbesar Pengeluaran


Quote: Kebanyakan Juragan Juragan gak ngasih banyak perhatian buat hal-hal yang remeh. Padahal ente tahu bahwa kebiasaan-kebiasaan kecil itu membuat ente harus mengeluarkan uang.

Tapi tetap aje dilakukuin karena merasa nominalnya tidak seberapa. Padahal, jika pengeluaran "tidak seberapa" itu terjadi berkali-kali, pemborosan justru akan terjadi. Apakah termasuk agan yang melakukannya?
Lalu kebiasaan apa saja gan ?Quote: 1. Kebiasaan Menunda
Rasanya, aktivitas ini hampir dilakukan semua orang. Silahkan tunjuktangan bagi yang merasa . Agan semua pasti sadar, kebiasaan ini merugikan. Tidak hanya merugi waktu, tetapi juga merugi uang lho mba ke

Ada sebuah pengalaman nie gan ..
Vania Fransisca, mahasiswa S2 di salah satu kampus swasta ini mengaku seringkali menunda-nunda mengembalikan buku di perpustakaan kampus. Awalnya, dia hanya telat sehari-dua hari. Belakangan, ketika dia sibuk mengerjakan tugas kampus, dia kerap menunda mengembalikan lebih lama.

“Tahu-tahu, sudah telat 3 bulan. Itupun sadarnya gara-gara ditelpon pihak perpus,” katanya seraya tertawa. Untuk kebiasaan buruknya itu, dia diganjar denda yang nominalnya mencapai Rp.200 ribu rupiah (idiiih nyoss bangeth kan gan . “Kesel campur nyesel sih. Uang segitu kan lumayan banget untuk keperluan kuliah,” ujarnya.

Pelaku “penunda waktu” yang sama seperti Vania, pasti banyak, dengan kasus yang berbeda. Mungkin, ada yang sering menunda pergi ke Gym, sehingga uang keanggotaan ratusan hingga jutaan rupiah melayang begitu saja. Mungkin, ada juga yang menunda pergi ke bengkel untuk servis rutin sehingga mesin mobil atau motor menjadi rewel dan malah membuat Anda mengeluarkan lebih banyak uang lagi. Rela, uang melayang sia-sia?

Membeli Barang Sekali Pakai
Demi alasan “praktis, instan dan nggak mau repot”, tak sedikit yang memilih membeli barang-barang sekali pakai. Berdasar pengamatan, barang sekali pakai yang cukup sering dibeli adalah popok dan masker.

Sekarang catat, satu buah masker eceran harganya Rp 1000,- . Satu masker, idealnya digunakan 1 hari (jika Anda mengenakannya berhari-hari, maka jorok sekali Agan ). Jadi, dalam seminggu, pengeluaran untuk masker Rp.6000,- (asumsi di hari Minggu Anda tidak bepergian). Dalam satu bulan, pengeluaran Anda untuk masker adalah Rp. 24 ribu. Lumayan kan?

Daripada membuang uang puluhan ribu untuk masker sekali pakai, kenapa tidak membeli masker kain saja? Satu masker kain dijajakan Rp 5 ribu â€" Rp 10 ribu. Anda bisa mencucinya jika kotor, dan mengenakannya berkali-kali.

Sementara untuk pospak (popok sekali pakai), menurut Jatu Mursito praktisi bisnis online, seorang bayi usia toilet training biasanya menghabiskan 5 buah dalam sehari. Jika satu buah pospak harganya Rp. 3 ribu, maka untuk satu bulan uang Rp. 450 ribu terbuang. Padahl, jika Anda menggunakan popok kain, harganya sekitar Rp. 70 ribu â€" Rp. 75 ribu per buah. Itu pun bisa dipakai sampai 2 tahun.
oh iya hampir lupa gan .. jangan nunda juga permintaan istri kalo dirumah
Quote: 2. Mengambil Uang di ATM
Mengambil uang di ATM bisa menambah pengeluaran agan jika agan mengambilnya bukan di ATM banknya. Pasalnye, bertransaksi di ATM antar bank, dikenakan biaya Rp 5 ribu per transaksi. Padahalkan agan seringnya mengambil uang di ATM dalam nominal kecil, sekitar Rp 50 ribu â€" Rp 100 ribu.
Penarikan jumlah kecil ini justru akan merugikan. Bayangkanye gan jika situ melakukan dua kali penarikan di ATM bank lain, sudah Rp 10 ribu hilang. Padahal, uang Rp 10 ribu kan kalau ditabung terus menerus bisa
menghasilkan bunga he he he he he he he .. *keselek kacang
Bener kan agan sesekali suka narik uang tanpa peduli kena biaya lebih ?

Quote: 3. Menggunakan Barang Elektronik dalam Skala Kecil

Barang elektronik mengonsumsi listrik yang cukup besar. Padahal, jangan main-main dengan listrik, dalam waktu dekat biayanya kian meningkat. agan mesti segera mengubah kebiasaan jelek ini lho

pas nyuci baju, akan lebih baik jika mengumpulkan banyak baju sekaligus daripada mencuci dalam jumlah kecil. Karena jumlah listrik yang dikeluarkan sama saja. Begitu juga ketika menanak nasi, idealnya sih menanak nasi dan langsung habis dikonsumsi sehingga tidak perlu lagi dipanaskan.


Quote: Nah Gimana tuh mba en mas ke ? pernah ngelakuin hal yang diatas kan ? . yang terpenting adalah mari kita bersama leih hemat dan kuraingi kebiasaan buruk yang udah ane jelasin diatas






Sumber :http://www.kaskus.co.id/thread/54982d2abfcb17f07c8b4571

TryOut AAMAI

Popular Posts

Solusi WC Mampet Degra Simba

Arsip Kaskus HT

 
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger
close(x)