Home » » Akreditasi Universitas Tidak Sama Dengan Kualitas Setiap Mahasiswa

Akreditasi Universitas Tidak Sama Dengan Kualitas Setiap Mahasiswa

Sebelum baca isi thread ini, disini ane mau tekankan bahwa yang dibahas di thread ini adalah RELEVANSI ANTARA AKREDITASI DAN KUALITAS SETIAP INDIVIDU MAHASISWANYA, inget, SETIAP mahasiswanya, bukan rata-rata mahasiswa. Dan jg bukan masalah proses asesmen,unsur2 yg menjadi penilaian asesmen,materi perkuliahan dll. monggo dibaca sampai habis biar ga salah paham y
Quote:semua mahasiswa dari akreditasi A,B,C adalah anak indonesia yg boleh bersaing agar dapat kerja di posisi manapun dengan kemampuan yang dapat diuji melalui tes tes yg diberikan stiap cpns kementrian, instansi, atau di perusahaan BUMN.. Mahasiswa indonesia mau memperbaiki bangsa dengan memberi kontribusi tenaga dan pikirannya..
Kalau seperti ini trus jngan salahkan mahasiswa indonesia tidak mau kasih kontribusinya untuk negara ini
Quoted By monkeybent
Ane yakin agan-agan semua dah pada tau apa itu akreditasi. yah, akreditasi merupakan refleksi "nilai" dari sebuah program studi yang terdapat di Universitas/Institusi. singkatnya sih, AKREDITASI = STANDARISASI.

Jadi ilustrasinya begini, ada 3 negara (Negara A, B, dan C) yang ikut serta dalam sayembara untuk membuat sebuah ponsel sesuai dengan kemampuan dan teknologi masing-masing negara dan semua negara akan diketuai oleh 1 orang bernama Mr. X. terserah apapun bentuk dan fiturnya, yang diwajibkan adalah ponsel tersebut harus memiliki fitur SMS dan panggilan.

kemudian ponsel tersebut akan dinilai dan diujicoba serta akan dipasarkan ke seluruh dunia. lalu apa indikator ponsel tersebut dapat dikategorikan baik, sedang, atau buruk?
1. Proses pembuatan
2. Jumlah pembuat ponsel
3. Kualitas pembuat ponsel
4. Jumlah ponsel yang dapat dihasilkan selama 6 bulan
> 5. Kualitas ponsel
6. Manajemen pemasaran ponsel
7. Luas lahan pabrik

dan ternyata ponsel yang dihasilkan setiap negara relatif sama baik itu kualitas software maupun hardware, berikut penampakannya

Spoiler for Ponsel

lah kok sama?jd semuanya dikategorikan baik?tunggu dulu,belum tentu semua dikatakan baik. berdasarkan syarat yang sudah diberikan, berikut penilaian dari setiap negara :

Spoiler for Negara A
1. Proses pembuatan : menggunakan perlatan canggih dan terbaru 100
2. Jumlah pembuat ponsel : 200rb orang 100
3. Kualitas pembuat ponsel : Diketuai Mr. X 100
4. Jumlah ponsel yang dapat dihasilkan selama 6 bulan : 5jt unit 100
5. Kualitas ponsel : A = B = C 100
6. Manajemen pemasaran ponsel : promosi via website 100
7. Luas lahan pabrik : 1000 Ha 100

Spoiler for Negara B
1. Proses pembuatan : menggunakan perlatan canggih dan belum terupdate 80
2. Jumlah pembuat ponsel : 100rb orang 80
3. Kualitas pembuat ponsel : Diketuai Mr. X 100
4. Jumlah ponsel yang dapat dihasilkan selama 6 bulan : 1jt unit 80
5. Kualitas ponsel : A = B = C 100
6. Manajemen pemasaran ponsel : promosi menggunakan pamflet 80
7. Luas lahan pabrik : 500 Ha 80

Spoiler for Negara C
1. Proses pembuatan : menggunakan peralatan standar 60
2. Jumlah pembuat ponsel : 20rb orang 60
3. Kualitas pembuat ponsel : Diketuai Mr. X 100
4. Jumlah ponsel yang dapat dihasilkan selama 6 bulan : 500rb unit 60
5. Kualitas ponsel : A = B = C 100
6. Manajemen pemasaran ponsel : promosi menggunakan brosur fotocopy-an 60
7. Luas lahan pabrik : 7 Ha 60

Spoiler for Pemenanglalu siapa pemenang sayembara ini? apakah negara A? B? atau C? jika kita amati, Negara A lah pemenang sayembaraini karena memiliki point paling tinggi berdasarkan penilaian. kemudian apakah negara B mendapat predikat SEDANG dan negara C mendapat predikat BURUK? Jelas! jika poin penilaian tersebut dikalkulasikan. namun ada yang menggelitik dari sayembara ini, semua negara diketuai oleh orang yang sama (buruh yang berbeda) dan memiliki kualitas ponsel yang sama.

jadi apakah calon konsumen akan membeli poduk dari negara A karena telah memenangkan sayembara ini?belum tentu! karena setiap negara menghasilkan ponsel dengan kualitas yang sama.

itulah analogi sederhana mengenai akreditasi, dimana mahasiswa dianalogikan sebagai ponsel, dosen pengajar sebagai pembuat ponsel, proses belajar mengajar sebagai proses pembuatan, jumlah wisudawan sebagai ponsel yang diproduksi dalam 6 bulan dan pabrik merupakan refleksi dari Universitas/ Institusi.

jika kita melihat dari analogi diatas, apa yang mempengaruhi kualitas sebuah ponsel?apakah prosesnya?si pembuat?jawabannya 100% YA. ane yakin, kualitas dosen yang mengajar di kampus yang terakreditasi apapun (ntah itu swasta atau negeri) relatif sama dan memiliki kekurangan dan kelebihan masing-masing. sebenarnya yang lebih penting adalah proses belajar mengajarnya. percuma sebuah kampus yang memiliki media belajar mengajar yang canggih tapi tidak diiringi oleh kemauan kuat mahasiswa itu sendiri.

Spoiler for Book VS Ebook

mana yang lebih bermanfaat?SAMA.

Spoiler for Whiteboard VS Power Point

Whiteboard VS Power Point, mana yang lebih efektif?SAMA.

Spoiler for Notebook VS Notepad

case 1 :
terkadang dalam proses belajar mengajar, seorang dosen memberikan materi berupa file yang dapat di copy seluruh mahasiswa dalam waktu singkat, tapi setelah itu?apakah akan dipelajari?boro-boro,dibaca aja sudah bersyukur, ato jangan2 filenya ga sengaja kehapus gara2 ga cukup space buat ngopy film ato game?

case 2 :
seorang dosen menerangkan sesuatu dan menuliskanya di papan tulis serta menyuruh mahasiswanya mencatat (ane yakin jarang bgd ada yg nyatet ), setelah mencatat apa yang terjadi?mungkin tidak dibaca lg atau bahkan jadi bahan contekan saat ujian
akan tetapi, secara tidak sadar, seseorang yang menuliskan kembali, berarti dia sedang membaca,terlepas dia mengerti,paham, ingat atau tidak apa yang sdh ditulis.

setau ane, tim asesor hanya menilai dari sisi universitas/institusinya (Dosen, fasilitas, dll yang bersifat majemuk) saja dan tidak dengan kualitas mahasiswanya satu persatu. Itulah mengapa akreditasi tidak bisa mewakili kualitas seorang mahasiswa.

pertanyaanya,bagaimana sistem penilaian tim asesor?bagaimana bisa asesor menilai proses pembelajaran di suatu institusi dan menjadi landasan penilaian?apakah kualitas setiap mahasiswa di Universitas tsb hanya dapat diwakilkan oleh satu orang mahasiswa saja?apa hubungan antara jumlah mahasiswa dan akreditasi?apakah IPK alumni mempengaruhi akreditasi?lalu apakah fungsi akreditasi di dunia kerja?silahkan ditelaah sendiri y aneh dan sungguh sangat aneh jika kita pikirkan.

lalu apa hubungan antara akreditasi dan kualitas mahasiswa?ane rasa itu adalah 2 hal yang berbeda akan tetapi terdapat dalam 1 alur. akreditasi hanya sebuah produk yang sangat kolot dan pemerintah harus membenahi mengenai akreditasi ini. akreditasi harus memiliki standar yang bisa diterima oleh semua pihak dan tidak menggabungkan antara sesuatu yang bersifat personal dan sesuatu yang bersifat majemuk. cukuplah IPK dan skill yang mencerminkani seorang mahasiswa, tidak perlu mencampurkan dengan akreditasi.

Quote:personal memang bagian dari majemuk, tapi apakah majemuk dapat mencerminkan personal?


trus kenapa masih ada yang memilih kampus terakreditasi C?kl merasa mumpuni harusnya pilih kampus yang terakreditasi B atau A sekalian dong. yah lagi2 itu statement yg mengeneralkan suatu masalah. banyak alasan mengapa seseorang memilih itu, dan ane yakin alasannya pun rasional.

segitu aja dari ane, semoga dunia pendidikan kita semakin maju. #INDONESIABANGKIT

ane ga berharap apa-apa,ane cm berharap kontribusi pemikirannya dari agan2 melalui komen.makasih jg buat yg dah ngasih abu gosok dan ijo-ijonya.

KOMEN KASKUSER
Spoiler for komengQuote:Original Posted By manusia.untungâ–º
Itulah manfaat dari proses standarisasi. Mungkin banyak yang mencemooh tentang "ujian nasional". padahal itu merupakan proses standarisasi. seperti yang diutarakan TS akreditasi tidak mencerminkan kualitas pendidikan di suatu institusi, karna tidak bisa menilai mahasiswa satu-persatu. Nah dengan adanya "ujian nasional" maka problem penilaian mahasiswa bisa teratasi dan dapat sebagai indikator penilaian proses dalam suatu institusi tersebut.

Quote:Original Posted By baratie â–º
kalo ngomongnya individu mahasiswa jelas beda2 gan

soalnya kualitas individu dipengaruhi oleh banyak faktor, universitas cuma sebagian kecil faktor tersebut

Quote:Original Posted By fidelite â–º
Akreditasi merupakan bentuk akuntabilitas kepada publik yang dilakukan secara obyektif, adil, transparan, dan komprehensif dengan menggunakan instrumen dan kriteria yang mengacu pada Standar Nasional Pendidikan (Sumber).
Melihat kutipan di atas, akreditasi dapat digunakan oleh masyarakat menilai akuntabilitas suatu satuan pendidikan dengan standar yang sama, sehingga dapat melindungi masyarakat dari penyelenggaraan program studi yang tidak standar.
Dalam akreditasi, ada banyak hal yang dinilai, sebagai contoh, standar yang dinilai dalam akreditasi program sarjana adalah:
Spoiler for Standar
  • Standar 1. Visi, Misi, Tujuan dan Sasaran, serta Strategi Pencapaian
  • Standar 2. Tata pamong, Kepemimpinan, Sistem Pengelolaan, dan Penjaminan mutu
  • Standar 3. Mahasiswa dan Lulusan
  • Standar 4. Sumber daya manusia
  • Standar 5. Kurikulum, Pembelajaran, dan Suasana Akademik
  • Standar 6. Pembiayaan, Sarana dan Prasarana, serta Sistem Informasi
  • Standar 7. Penelitian, Pelayanan/Pengabdian kepada Masyarakat, dan Kerjasama
Sumber
Jika melihat pada standar Mahasiswa dan Lulusan, yang dinilai adalah
Quote:
  • 3.1 Kebijakan sistem rekrutmen dan seleksi calon mahasiswa (mencakup mutu prestasi dan reputasi akademik serta bakat pada jenjang pendidikan sebelumnya, equitas wilayah, kemampuan ekonomi dan jender) dan pengelolaan lulusan dan alumni (mencakup layanan alumni, peran dalam asosiasi profesi atau bidang ilmu, dukungan timbal balik alumni).
  • 3.2 Keefektifan implementasi sistem rekrutmen dan seleksi calon mahasiswa untuk menghasilkan calon mahasiswa yang bermutu yang diukur dari jumlah peminat, proporsi pendaftar terhadap daya tampung dan proporsi yang diterima dan yang registrasi.
  • 3.3 Profil mahasiswa yang meliputi: prestasi dan reputasi akademik, bakat dan minat.
  • 3.4 Layanan dan kegiatan kemahasiswaan: ragam, jenis, wadah, mutu, harga, intensitas.
  • 3.5 Profil lulusan: ketepatan waktu penyelesaian studi, proporsi mahasiswa yang menyelesaikan studi dalam batas masa studi
  • 3.6 Layanan dan pendayagunaan lulusan: ragam, jenis, wadah, mutu, harga, intensitas.
  • 3.7 Pelacakan dan perekaman data lulusan: kekomprehensifan, pemutakhiran, profil masa tunggu kerja pertama, kesesuaian bidang kerja dengan bidang studi, dan posisi kerja pertama.
  • 3.8 Partisipasi lulusan dan alumni dalam mendukung pengembangan akademik dan non-akademik program studi
.
IMHO, melihat elemen penilaian di atas, memang yang dinilai secara 'universal',
jadi memang tidak ada hubungan antara akreditasi kampus terhadap kualitas mahasiswa secara individual. Namun, akreditasi tetap diperlukan untuk menjamin akuntabilitas suatu satuan pendidikan.
Mengenai melamar pekerjaan, saya pernah mendengar ungkapan Anies Baswedan begini 'IPK bagus hanya mengantarmu sampai meja wawancara saja'. Jadi, sisanya memang kita yang harus bertanggung jawab Gan .

Quote:Original Posted By monkeybent â–º
Akreditasi memang pngaruh gan, yg akreditasi A atau B bisa ktrima di prushaan bsar msuk d BUMN misalnya.. Sdngkan BUMN g prnah kasih loker buat yg akreditasi C..

Ad jga BUMN di bdang listrik malah ksih loker di univ x,uni y, univ z aja sdangkan univ a,b,c,d,dll g bisa nglamar sma skali..

Wlaupun akreditasi C dngan pnglman organisasi bgus, srtfkat ktrampilan banyak, pnglman krja jga ada gimana klau si akred C nglamar BUMN pstinya msih d tahap administrasi sdah ggal krna klah klasifikasi..

Yg A dan B bisa krja eksklusif yg kita gag tau kualitasnya sma atau nggak dngan mhsiswa C dngan pnglmn organisasi, srtfkt ktrmpilan,pngglman krja..

Klau ane boleh kasih saran sama negeri ini,,
Silahkan beri standart dengan kasih akreditasi A,B atau C di setiap jurusan atau prodi di stiap univ di indonesia untuk perbaikan kualitas pendidikan secara umum..
Tapi semua mahasiswa dari akreditasi A,B,C adalah anak indonesia yg boleh bersaing agar dapat kerja di posisi manapun dengan kemampuan yang dapat diuji melalui tes tes yg diberikan stiap cpns kementrian, instansi, atau di pruSahaan BUMN.. Mahasiswa indonesia mau memperbaiki bangsa dengan memberi kontribusi tenaga dan pikirannya..
Klau seperti ini trus jngan salahkan mahasiswa indonesia tidak mau kasih kontribusinya untuk negara ini..




UPDATE DI BAWAH GAN

Sumber :http://www.kaskus.co.id/thread/53e7ff1a98e31bcd548b4630

TryOut AAMAI

Popular Posts

Solusi WC Mampet Degra Simba

Arsip Kaskus HT

 
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger
close(x)