Home » » Seribuan TKW di Hongkong Gagal Ikut Pilpres Karena TPS Ditutup Awal

Seribuan TKW di Hongkong Gagal Ikut Pilpres Karena TPS Ditutup Awal

Gan lihat video di link ini, ngeri. TKW kompak teriak "Jokowi... Jokowi.. Jokowi" karena TPS di tutup lebih awal. Curangkah?

ane ga bisa kasih videonya kemari. Ada yang bisa bantu?

https://www.facebook.com/photo.php?v...52497298336203

Quote:Paijah Namakubene Sakkarepedewe‎RELAWAN JOKOWI PRESIDEN

Ribuan pendukung jokowi di Hongkong tidak bisa memberikan hak pilih dikarenakan tps ditutup awal. Ketik no 2 untuk memberikan dukungan kepada kami .Kami tkw butuh keadilan


ini yang versi Youtube.



Ini Video tambahan. "Jokowi.. Jokowi.. Jokowi!!!!!"



TKW protes. Rame!!


Tambahan lagi.



Ngeri ribuan TKW berjuang untuk ikut pilpres



Ribuan pendukung Jokowi di Hongkong meneriakkan "Curang!!.... Curang!!"


Dobrak! Dobrak! Demikian semangatnya...


Inilah yang membuat mereka Menuntut HARUS BISA MENCOBLOS JOKOWI!!


Quote:Original Posted By Jatafest â–º
UNTUK mengurangi DAMPAK kecurangan2 seperti ini,
ane mengajak supaya kaskuser mau terlibat aktif sebagai RELAWAN SAKSI

http://2jutarelawan.com/


page one gan.. paling atas...



Quote:JAKARTA, KOMPAS.com - Tenaga Kerja Indonesia (TKI) menyambut antusias pelaksanaan pemilihan presiden di sejumlah negara tujuan. Namun, untuk proses pemungutan suara di Hong Kong sempat muncul masalah karena ribuan pekerja migran terancam kehilangan hak suara.

Dalam siaran pers Migrant CARE yang diterima Kompas.com, Minggu (6/7/2014) disebutkan bahwa hingga malam ini pukul 19.00 waktu Hong Kong, ribuan TKI berdemonstrasi di tempat pemungutan suara (TPS) Victoria Park menuntut agar bisa mencoblos.

Para TKI itu tidak bisa memperoleh hak pilih karena tidak terdaftar. Pada saat yang sama, waktu sewa TPS di Victoria Park telah habis, sedangkan yang belum memilih masih membludak. Migrant CARE menyebutkan hingga siaran pers dikirim, proses negosiasi masih berlangsung.

"Migrant CARE mendesak kepada PPLN Hongkong dan KPU untuk memfasilitasi buruh migran yang belum memilih untuk dapat menggunakan hak konstitusionalnya untuk memilih," tulis lembaga tersebut.

Lembaga itu mencatat terjadi peningkatan jumlah pemilih yang signifikan di Hong Kong. Dari 13 TPS yang disediakan KJRI di Victoria Park, jumlah pemilih mencapai 23.863 orang. Angka ini meningkat 3 kali lipat dibandingkan jumlah pemilih ketika Pileg yang hanya mencapai 6.973 orang.

Dari peningkatan jumlah tersebut, masih akan dikompilasi dengan suara buruh mgran yang memilih melalui pos dan drop box yang kenaikannya diperkirakan juga signifikan.

Sementara itu pelaksanaan pemungutan suara di Malaysia dilaporkan, dari pemilih di 60 TPS di KBRI Kualalumpur dan SIKL yang berlangsung pada hari Sabtu, 5 Juli 2014, pemilih mencapai 8.968 orang. Jumlah ini naik hampir 95 persen jika dibandingkan dengan jumlah pemilih di TPS-TPS di Kuala Lumpur pada Pemilu legislatif yang hanya sekitar 5.300 pemilih.

Untuk pelaksanaan di Singapura, dari 36 TPS yang disediakan oleh KBRI, jumlah pemilih mencapai 22.170 orang. Jumlah ini naik sekitar 95 persen dari pemilu legislatif 2014 yang lalu.

Migrant CARE juga mencatat antusiasme pemilih tidak hanya terlihat dari sisi jumlah, tetapi juga kebergaman pemilih yang terdiri dari PRT migran, orang lanjut usia, ibu dengan bayi, ibu hamil, difabel, mahasiswa Indonesia ABK, dan orang sakit.

"Secara khusus, Migrant CARE memberi apresiasi kepada PPLN Singapura dan KBRI Singapura yang berhasil menyelenggarakan pemungutan suara Pilpres 2014 dengan sistem pendataan barcode," lanjut Migrant CARE.
http://nasional.kompas.com/read/2014...campaign=Kknwp


Di Hongkong hanya ada 13 TPS melayani 23 ribu! Di singapore 36 TPS melayani 22 ribu. Ga heran di Hongkong waktunya ga cukup!

Quote:TPS Ditutup, Sebagian WNI di Hongkong Kecewa Tak Gunakan Hak Pilihnya

Jakarta - Sebagian Warga Negara Indonesia (WNI) di Hongkong harus menelan kekecewaan saat hendak mencoblos. Sebab, Panitia Pemilihan Luar Negeri Hongkong menutup Tempat Pencoblosan Suara (TPS) disaat masih banyak pemilih yang mengantre.

"Waktu TPS ditutup, antrean masih panjang. Mereka kecewalah," ujar Kordinator Migrant Care Anis Hidayah saat dihubungi detikcom, Minggu (6/7/2014).

Anis saat ini tengah berada di Singapura untuk memantau jalannya pilpres. Anis mendapat laporan dari rekannya yang memantau pilpres yang digelar di Victoria Park, Hongkong. Menurutnya, waktu yang terbatas menjadi alasan PPLN menutup TPS sebelum semua WNI selesai mencoblos.

"Alasan PPLN ditutup karena sewa tempatnya hanya pukul 18.00," tuturnya.

Menurut Anis, ada 'miss management' yang dilakukan oleh PPLN Hongkong. Sebab, mereka tidak mengantisipasi membludaknya pemilih dengan waktu yang sudah ditentukan.

"Dengan pemilih sebanyak itu hanya ada 1 line, tidak logis, harusnya ada 5 hingga 6 line. Sementara orang lama di pendaftaran karena pendaftaran manual, dicek. Baru dibuka 2 line pada pukul 16.00," jelasnya.

Informasi yang diterima Anis, sudah sekitar 23 ribu WNI yang mencoblos. Sementara ada sekitar 500 WNI lagi yang belum sempat mencoblos karena terbatasnya waktu. Meski sempat protes, kondisi di TPS masih kondusif
"Harusnya ada strategi lain, kalau sampai pukul 14.00 pemilih masih banyak, line diperbanyak atau birokrasi dipermudah. Ini tidak serius, tidak memanage TPS dengan waktunya," ungkapnya.

Anis menilai PPLN Hongkong bukan hanya melakukan pelanggaran administrasi saja, melainkan sudah melanggar hak konstitusional warga negara untuk memilih. Pihaknya akan melaporkan hal ini kepada Bawaslu.

"Kita akan mengadukan ini ke Bawaslu, minta ditindaklanjuti. Ini kegagalan PPLN," tutupnya.

http://news.detik.com/pemilu2014/rea...n-hak-pilihnya


Suara suara di facebook.
Quote:ini dari TKW.
Quote:Bulan Merindu aku hanya bisa histeris dlm tangis,,,dari kejauhan karna waktu liburku dah mau abis,,,berencanna untuk pulang,,,ya Allah sering aku mndengar hal kecurangan tp baru sore tadi didepan mataku,,,melihat langsung kecurangan atas hak orang lain,,,,tp aku bnr bnr bersyukur ternyata seorang JOKOWI begitu dicintai saudara setanah airku,,,,lemes,,,
14 minutes ago · Like · 4

Ini pembelaan (Kpps?)

Quote:Windha Areu tidak mengerti mereka itu. Mereka sendiri yang datang terlambat ke TPS disaat TPS sudah tutup sekitar jam 5.20 tapi berteriak seolah solah pihak panitia lah yang menghambat hak mereka. Kemanakah mereka itu sebelumnya, padahal panitia sudah memanggil dan menyampaikan bahwa TPS itu akan tutup jam 5.00. Pada saat tutup pun panitia sudah memastikan tidak ada lagi warga negara yang antri diluar menunggu antri untuk memilih. Kenapa tiba tiba setelah 20 menit ditutup dan semua sudah sibuk membuat rekapitulasi di TPS masing masing tiba tiba mereka ini muncul teriak dan memaksa untuk panitia membuka TPS untuk mereka. Malahan sejak awal 3 bulan lalu sudah disosialisasikan jam buka TPS adalah 9 - 17.00 siapapun yang mau milih walaupun ia tidak terdaftar sekalipun akan diterima asalkan datang di jam tersebut dan membawa identitas diri yang jelas.
12 minutes ago · Edited · Like · 1

ga tau ini siapa.
Quote:Rido Wicaksono Pencoblosan di Hongkong Baik2 saja, aman JOKOWI menang Mutlak, Ini kutipan berita yg benar dari salah satu teman di Hongkong : Jalannya pilpres di mulai jam 7 pagi sampai jam 17.00 ,itu dapat izin dari pemerintah hongkong yaa ,setelah jam 17.00 pilpres di tutup aman , tapi setelah perhitungan suara sementara jokowi jk unggul tiba" datang segerombolan orang" kisruk minta pintu di buka ,dan tiba" datang orang yg mau buka pintu asal coblos no 1 tapi pihak KJRI gk tahu siapa dia ,dan pintu tetap tidak di buka dan pilpres di tutup dengan aman

Kalau dilihat dari Video, ga mungkin mereka dari kubu wowo. Wong mereka dukung Jokowi. Mengenai TPS ditutup terus tiba tiba mereka masuk, apa masuk akal? apa ribuan TKW itu janjian datang pas TPS ditutup?

ada lagi info ini.
Quote:Nessa Rimas Ini info barusan dari temen saya...lihat yg pk baju batik tolong perhatikan kenal gk?..dia yg nego TKW dikasih hak pilih asal pilih nomer satu.



udah ada yg datang jam 8 malah..
Quote:Eliza Cindy Listiyani Kasihan mereka datang dari jam 8 tpi Tps belom buka knpa bisa seperti itu knpa mereka bekerja begitu lelet d hk ribuan WNI jujur saya tidak suka dengan cara kerja mereka jika pada malas bekerja tdr aja jngn hanya mau makan gajih

ini ada saksi mata. Waktunya ga cukup!
Quote:Dewi Tirta Arum Semoga mereka tdk bisa tidur tenang mlm ini ...insya Allah pak jokowi ttp menang di hgkg ...aku pribadi tdk milih tadi karena da milih lewat pos cm datang ..melihat suasana yg di hadiri ribuan memili hampir smuanya menyebut jokowi meski bisik2 saya tahu it dlm hsti td saya uda kpkiran apa waktunya cukup ..ternyata kejadiannya spt it

Quote:Dewi Tirta Arum Km yakin bgt 500 it suara pak jokowi dr pagi saya di situ tahu bgt keadaannya spt apa meski cuaca panas kami puasa tp relah dgn iklas datang ke tps demi jokowi BUKAN prabowo

Nunggu info valid....

Beberapa Info tambahan.
Quote:Original Posted By kancut_mu â–º
tambahan, dr pengakuan tmn saya, yg kerja di hk, tps dibuka jika mereka milih no 1

Quote:Original Posted By Garuda.didadaku â–º
PEOPLE POWER YOU CAN'T STOP IT !!!!


Quote:Original Posted By RedRafa â–º




Quote:Original Posted By alanjogja â–º


Quote:Tgl 6 Juli.
Langit sebentar terang sebentar mendung, sumuk, gerah. Tapi wajah-wajah kawan-kawan sebangsaku yang kujumpai di Victoria Park demikian semringah. Peluh pating dlewer mendelete sapuan bedak di wajah namun semangat mereka untuk menuju satu titik, jantung Victory, membuncah.

Aktivitas di lapangan rumput Victoria Park dimulai sejak pagi-pagi sekali. Tenda-tenda didirikan, spanduk dijembreng dari pohon ke pohon. Para petugas lalu lalang mempersiapkan apa yang sudah menjadi rencana besar hari ini. Yes, today is Coblosan Day. Hari ini adalah saatnya TKW-Hong Kong memilih pasangan calon presiden dan wakil presiden ketujuh Indonesia.

Bahkan satu jam setengah sebelum jadwal coblosan ini dilaksanakan beberapa kawan sudah berbaris antri di depan pintu masuk. Pilpres yang dijadwalkan dimulai pada pukul 9 pagi dan berakhir pada pukul 5 sore itu memakan tempat seluruh lapangan rumput Victoria Park yang seluas lapangan sepak bola jejer tiga.

13 TPS dengan enam bilik pada masing-masing TPS itu dibanjiri kurang lebih 32.000 TKW-HK yang antusias mengikuti pemilu kali ini (pada pileg hanya sekitar 6.0000 orang yang berpartisipasi).


Keantusiasan kawan-kawan ini juga disebabkan jadwal coblosan yang jatuh pada hari Minggu, hari liburnya TKW (kebanyakan liburnya hari Minggu, namun ada juga yang libur pada hari lain). Selain itu, tak bisa dipungkiri bahwa magnet dari pilpres kali ini ada pada capres nomer urut dua. Visi misi capres asal Solo untuk TKI/W dinilai lebih realis dan solutif ketimbang capres nomer urut pertama. Selain itu kebanyakan TKW-HK yang tak lepas dari gadget HP android dengan fasilitas internet yang tergolong murah dan unlimited ini memudahkan TKW-HK untuk berselancar di dunia maya untuk mencari tahu tentang berita dan hal ihwal capres-cawapres. Streaming debat capres dan video-video yang telah diunggah di youtube menjadi referensi penting bagi kami.

KJRI dan PPLN Hong Kong yang bertanggung jawab penuh dalam pelaksanaan pilpres di Hong Kong ini pun menuai banyak kritikan. Dari 158.000 TKW di Hong Kong ternyata ada banyak sekali yang tidak mendapatkan surat konfirmasi pilpres.

Surat konfirmasi pilpres ini dikirim kepada TKW-HK ke rumah majikannya masing-masing dua minggu sebelum pilpres. Setelah mendapatkan surat konfirmasi pilpres, calon pemilih diberikan dua opsi untuk memberikan suara lewat pos atau memilih langsung di Tempat Pemungutan Suara (TPS). Bagi yang memutuskan untuk memberikan suara lewat pos maka surat konfirmasi itu diharuskan untuk dikirim balik ke KJRI untuk kemudian KJRI mengirim Surat Suara yang bisa dicoblos langsung oleh pemilih di rumah (rumah majikan) kemudian dikembalikan lagi ke KJRI lewat pos. Sedang bagi yang memilih untuk memberikan suara di TPS, tidak perlu mengirim balik surat konfirmasi tapi nanti akan dikirimi surat undangan mencoblos dengan barcode (untuk screening data) yang bertuliskan nomer TPS dan waktu pencoblosan.

Di Hong Kong, ada pengecualian bagi TKW yang tak terdaftar dan tak mendapatkan surat konfirmasi, mereka tetap mempunyai kesempatan untuk memberikan suara secara langsung dengan cara mendatangi TPS dan menunjukkan KTP Hong Kong. Pendataan akan dilakukan secara manual dan komputer di TPS.

Kesemrawutan berlanjut dengan banyak yang mengirimkan surat balasan dan menyatakan kesediaannya untuk memberikan suara lewat pos (karena tidak libur di hari pencoblosan) tetapi malah mendapatkan surat undangan untuk memilih langsung di TPS. Ini menjadi kekecewaan yang besar karena mereka merasa dipaksa golput karena gagal nyoblos.

Parahnya, pilpres itu berakhir dengan demonstrasi yang boleh saya bilang aneh. Beberapa kawan-kawan yang melihat antrian mengular itu memilih menepi hingga terik matahari dirasa tak begitu menyengat dan panjangnya antrian menyurut. Namun ternyata antrian tersebut tak menyurut hingga waktu coblosan hampir selesai.

15 menit sebelum coblosan selesai petugas PPLN lewat pengeras suara mengumumkan bahwa pilpres akan selesai (pilpres selesai pukul 5 sesuai jadwal & ijin dari pihak Victoria Park). Kondisi pintu masuk menyepi namun tepat pukul 5 sore depan pintu masuk digrudug oleh banyak kawan-kawan yang tadinya berteduh yang ingin mengikuti pilpres. Setelah protes dan debat yang alot dan pertimbangan dari KJRI, PPLN dan Banwaslu akhirnya mereka berinisiatif untuk memberi kesempatan nyoblos 20 menit lagi. Setelah 20 menit tiba-tiba datang lagi banyak kawan (lihat video di bawah) yang memaksa untuk dibukakan pintu masuk untuk menunaikan haknya memberikan suara. Dan lagi, protes itu terjadi.

Ya kalau di Indonesia mah nyoblos sampai malem biasa aja khan di rumah sendiri. Lha ini di negara orang yang waktu sewa tempatnya ada aturannya. Sebenarnya kalau mau itung-itungan siapa yang salah, jujur saja:
1. Salah pemilih yang takut matahari dan tidak on time.
2. Salah PPLN Hong Kong karena ngasih surat undangan pada yang mau nyoblos lewat pos.
3. Salah TPS-nya yang kurang banyak. TPS-nya tuh seharusnya 40-50 buah dengan petugas bagian konfirmasi surat undangan sebanyak bilik suara di TPS itu. Coba bayangkan aja, di desa saja, satu RW satu TPS. Satu RW berapa jiwa sih? Di sini 158.000 orang lho. 13 TPS cukupkah?


Banyak yang mengeluh dan menyesalkan tidak memilih nyoblos lewat pos karena gagal menggunakan hak pilihnya.

*JKW kehilangan banyak suara karena ini, hehe...

Berikut foto-foto Pilpres di Hong Kong (tapi maaf, foto yang pada protes itu tidak punya karena kamera sudah habis batreinya):

http://babungeblog.blogspot.co.uk/20...hong-kong.html


Gan jadi pertanyaan. Kalau mereka coblos lewat Pos..(yg ane bold merah) dan kemudian oleh oknum, surat yg di KJRI di tukar ama surat sebelah, kira kira ketahuan ga?? Pasti ga ketahuan kan?

Spoiler for Antusiasnya Pilpres di Hongkong








Sumber http://babungeblog.blogspot.co.uk/20...hong-kong.html

Sumber :http://www.kaskus.co.id/thread/53b95a9e98e31b01708b45af

TryOut AAMAI

Popular Posts

Solusi WC Mampet Degra Simba

Arsip Kaskus HT

 
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger
close(x)