Home » » Fakta Menarik Tentang Joki Cilik Pacuan Kuda Tradisional di Indonesia

Fakta Menarik Tentang Joki Cilik Pacuan Kuda Tradisional di Indonesia




Quote:MUKADDIMAH


Image courtesy of udinnews.wordpress.com
Pacuan Kuda tidak bisa dipisahkan dari yang namanya joki, joki adalah penunggang kuda pacuan saat berlomba, jika biasanya joki adalah orang dewasa, namun di beberapa tempat yang mengadakan pacuan kuda tradisional, joki yang menunggang kuda pacuan adalah anak kecil berusia 5 sampai 12 tahun, sebutannya adalah joki cilik. Kebetulan sekali ane pernah menonton beberapa kali perlombaan pacuan kuda tradisional di salah satu daerah tempat ane bekerja sekarang ini. Dalam kesempatan ini ane akan sedikit membahas tentang para joki cilik pada pacuan kuda tradisional tersebut.

Semoga thread sederhana ini bisa Bermanfaat




Quote:Fakta Menarik Joki Cilik Pacuan Kuda Tradisional

Quote:Quote:Dibentuk Oleh Alam

Image courtesy of pasundanekspres.co.id
Quote:Kondisi geografis dan juga tradisi di daerah asal si joki cilik sangat mendukung terbentuknya bakat menjadi seorang penunggang kuda handal, sejak kecil mereka selalu dekat dengan kuda karena memang kuda adalah alat transportasi yang paling banyak ditemukan di daerah tersebut, mereka juga biasanya menjadi joki karena orang tua mereka dulunya adalah seorang joki, tak heran, mereka sudah dilatih sejak masih berusia 3 tahun. Selain itu, tradisi di daerah tersebut yang masih mempertahankan kegiatan tersebut mendorong lahirnya joki-joki cilik lain yang siap untuk berlaga dalam sebuah perlombaan.

Quote:Quote:Mereka tetaplah Anak-anak

Image courtesy of dreamfile.wordpress.com
Quote:Meskipun apa yang mereka lakukan identik dengan pekerjaan orang dewasa, mereka tetaplah anak-anak yang masih sekolah (kebanyakan masih Sekolah Dasar), masih suka bermain, dan memiliki kebiasaan lain sebagai anak-anak. Jangan heran jika terkadang mereka bisa ngambek, menangis, manja dan sebagainya, karena mereka masih anak-anak, mereka pun bahkan harus dibopong untuk bisa menaiki kuda yang akan mereka tunggangi dalam perlombaan.

Quote:Quote:Menjadi Joki adalah Sebuah Kebanggan

Image courtesy of nasional.republika.co.id
Quote:Menjadi joki cilik adalah sebuah kebanggaan bagi anak-anak yang rata-rata masih duduk di bangku sekolah dasar ini. Meski bertubuh mungil, mereka tak gentar menunggangi kuda bertubuh tinggi besar dan sedikit liar. Para joki cilik ini tak pernah berpikir akan cidera atau celaka. Yang terpenting bagi mereka adalah bisa ikut berlaga, memacu kuda sekencang-kencangnya dan menjadi sang juara. Orang tua mereka pun juga ikut menjadi bangga jika anak mereka bisa menjadi seorang joki kuda pacuan.

Quote:Quote:Berlomba Tanpa Peralatan yang Memadai

Image courtesy of tempo.co
Quote:Dalam setiap perlombaan pacuan kuda tradisional, para joki cilik ini tidak pernah dibekali dengan peralatan yang memadai, tidak ada pakaian wajib yang digunakan para joki. Jangankan baju tebal untuk mengurangi luka jika jatuh, helm untuk melindungi kepala pun seadanya. Hampir semua joki memakai baju tidur atau baju main saat menjadi joki, mereka juga tidak mengenakan pelana dan lain-lainnya saat pacuan. Yang menjadi alat mereka selama di atas kuda hanyalah pecutan yang akan membuat kuda makin melesat. Sebelum kuda berlari kencang, mereka sudah berpegangan erat dengan tubuh kuda.

Quote:Quote:Penuh dengan Bahaya

Image courtesy of lintasgayo.com
Quote:Karena peralatan yang kurang memadai tersebut, maka joki cilik sangat rentan dengan yang namanya bahaya, tidak jarang mereka sampai harus terjatuh dari kuda yang berlari dengan kencang, terseret oleh kuda, bahkan bisa terinjak oleh kuda, resiko patah bahkan meninggal bisa menjadi sebuah ancaman, apalagi kebanyakan mereka cuma mendapatkan pertolongan pertama secara tradisional. Cidera seakan-akan menjadi sesuatu yang lumarah bagi para joki cilik tersebut.

Quote:Quote:Hadiah yang tidak seberapa

Image courtesy of sangbimaphotowork.blogspot.com
Quote:Seorang joki cilik untuk satu pertandingan biasanya mendapatkan bayaran sekitar 50 ribu sampai dengan 100 ribu rupiah, dan itu bisa bertambah jika kuda yang mereka pacu bisa menjadi juara, jika dilihat dari jumlah hadiah yang diterima tentu saja sangat tidak layak jika dibandingkan dengan beratnya resiko yang dihadapai, tetapi itu semua juga kembali kepada kebanggaan, meski jarang mendapatkan perhatian secara lebih, namun jika seorang anak menjadi pemenang dalam perlombaan, maka itu sudah cukup dan bisa menjadi sebuah kebanggaan.

Quote:Quote:Juara yang Terasingkan

Image courtesy of visitacehdarussalam.blogspot.com
Quote:Jika seekor kuda menjadi juara dalam perlombaan, yang terangkat adalah kudanya, harga jualnya bisa menjadi sangat mahal, sangat kontras dengan penunggang yang membawa kuda tersebut bisa menjadi juara, mereka hanya diberikan upah oleh si pemilik kemudian tugas pun selesai, pada penyerahan hadiah lomba pun yang menerima adalah sang pemilik kuda dan kuda yang ikut berlomba, kemana si joki cilik ? mereka akan berkumpul dengan teman-teman kecil lainnya untuk bermain layaknya anak-anak kebanyakan, mereka jarang disebut. Sebuah potret yang sepertinya sudah biasa terjadi dalam sebuah perlombaan pacuan kuda tradisional di Indonesia.



Quote:
Hasil Pemikiran Sendiri


Sumber :http://www.kaskus.co.id/thread/546038a3148b4659228b4572

TryOut AAMAI

Popular Posts

Solusi WC Mampet Degra Simba

Arsip Kaskus HT

 
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger
close(x)